CAHAYA IMAN KATOLIK

Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apa pun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. (Filipi 4:6)

Tempat Perlindungan: Hati Kudus Yesus dan Hati Tak Bernoda Maria

Tempat Perlindungan: Hati Kudus Yesus dan Hati Tak Bernoda Maria

Allahku, gunung batuku, tempat aku berlindung, perisaiku, tanduk keselamatanku, kota bentengku, tempat pelarianku, juruselamatku; Engkau menyelamatkan aku dari kekerasan. (2 Samuel 22:3)


Banyak pesan dari Tuhan Yesus dan Bunda Maria, yang tercatat maupun tak tercatat, yang mengatakan bahwa Hati Kudus-Nya dan Hati Tak Bernoda Maria adalah tempat perlindungan.

Mengapa umat membutuhkan tempat perlindungan?
Umat perlu bertumbuh dalam iman dan kebajikan, karena jika tidak, umat akan mati dalam imannya. Hal ini tidak boleh terjadi jika umat berharap bisa berhasil masuk Surga. Karena umat perlu bertumbuh dalam kehidupan rohani menuju Kristus maka umat perlu mengatasi semua kejahatan dan godaan yang menghadang umat. Semua itu sangat menghabiskan tenaga dan melelahkan untuk dilawan. Semua kejahatan dan godaan itu dirancang oleh makhluk yang jauh lebih cerdas untuk melemahkan kehendak dan meruntuhkan tekad umat. Hati Tak Bernoda Maria membantu umat melawan kejahatan dan godaan, melindungi umat, dan memberi umat istirahat. Bunda Maria juga telah berjanji bahwa hatinya akan membawa umat kepada Tuhan. Umat memerlukan bantuan untuk dituntun menuju Tuhan, karena jalannya sempit, dan khususnya sulit ditemukan di dunia yang membingungkan. Kepercayaan yang kuat kepada kasih dan bimbingan Bunda Maria akan membantu umat bertumbuh dengan pesat menuju Kristus.

Sumber: Our Lady’s Refuge, The Immaculate Heart, https://catholicgrowth.com/our-ladys-refuge-the-immaculate-heart/

Hati Kudus Yesus dan Hati Tak Bernoda Maria adalah tempat perlindungan dari semua kejahatan dan godaan dari musuh spritiual umat, yaitu si iblis dan para malaikat kegelapannya. Hati Kudus Yesus dan Hati Tak Bernoda Maria juga menjadi tempat perlindungan untuk umat beristirahat dari peperangan rohani yang melelahkan. Peperangan rohani melawan musuh spiritual umat yang selalu berusaha membinasakan jiwa umat melalui serangan kejahatan dan godaannya.

Kepada Santa Margaret Mary Alacoque, Tuhan Yesus mengatakan Dia membuat 12 janji kepada umat yang menghormati Hati Kudus-Nya. Salah satu janji tersebut adalah:
Aku akan menjadi tempat perlindungan mereka yang aman selama hidup mereka, dan terutama dalam kematian.

Bahkan dalam catatan Buku Harian-nya, Santa Faustina banyak menuliskan tentang Hati Kudus Yesus sebagai tempat perlindungannya.

Oh Yesusku, arahkanlah budiku, milikilah seluruh diriku, rengkuhlah aku di dalam lubuk Hati-Mu, dan lindungilah aku terhadap serangan-serangan musuh. (Buku Harian Santa Faustina Nomor 76)

Meskipun jiwaku diliputi damai, tak henti-hentinya aku bertempur melawan musuh jiwaku. Semakin hari semakin banyak perangkapnya kutemukan, dan selalu muncul pertempuran yang baru. Di sela-sela pertempuran, saat terjadi gencatan senjata, aku melatih diri dan terus berjaga, jangan sampai musuh mendapat diriku tidak siap. Dan apabila aku melihat keganasannya semakin beringas, aku tetap tinggal di dalam benteng, yakni Hati Yesus yang Mahakudus. (Buku Harian Santa Faustina Nomor 1287)

"Putri-Ku, Aku ingin mengajar engkau tentang perang rohani. Jangan pernah mengandalkan dirimu sendiri, tetapi serahkanlah dirimu sepenuhnya kepada kehendak-Ku. Dalam kesendirian, kegelapan, dan aneka keragu-raguan, mintalah pertolongan kepada-Ku dan kepada pembimbing rohanimu. Ia akan selalu menjawabmu atas nama-Ku. Jangan tawar-menawar dengan godaan apa pun; segera berlindunglah dalam Hati-Ku … Apabila rasa bosan dan kecil hati melanda hatimu, tinggalkanlah dirimu sendiri dan bersembunyilah di dalam Hati-Ku. Jangan takut bertempur; keberanian sendiri sering membuat godaan ketakutan, dan mereka tidak berani menyerang kita." (Buku Harian Santa Faustina Nomor 1760)

Apabila mengalami saat-saat sulit, aku akan mengarahkan tatapan mataku ke Hati Yesus yang tinggal diam, yang terentang di salib; dari letupan nyala Hati-Nya yang Maharahim akan mengalir kepadaku daya dan kekuatan untuk terus berjuang. (Buku Harian Santa Faustina Nomor 906)

Dalam penampakannya di Fatima, Bunda Maria berkata kepada Suster Lucia Dos Santos:
Aku tidak akan pernah meninggalkanmu. Hatiku Yang Tak Bernoda akan menjadi tempat perlindunganmu dan jalan yang akan membawamu kepada Tuhan.

Menjadikan Hati Tak Bernoda Maria sebagai tempat perlindungan bukan berarti menggantikan Tuhan dengan Bunda Maria. Bunda Maria bukanlah Tuhan, tetapi Bunda Maria akan membawa umat lebih cepat sampai kepada Tuhan. Hati Kudus Yesus dan Hati Tak Bernoda Maria adalah dua Hati Paling Suci yang memiliki kesatuan yang erat.

Suster Lucia Dos Santos menggambarkan kesatuan kedua Hati ini di mana saat Yesus selama sembilan bulan berada dalam kandungan Bunda Maria, Darah Kristus adalah darah Maria yang diambil dari Hati Tak Bernoda Maria, Hati Kristus berdenyut serentak dengan Hati Maria. Dalam Hati Tak Bernoda Maria terdapat jalan menuju Hati Kudus Yesus, jalan yang akan membawa kepada Tuhan Yesus.

Bagaimana caranya menjadikan Hati Kudus Yesus sebagai tempat perlindungan?
Dengan cara mengkonsekrasikan diri kepada Hati Kudus Yesus, sepenuhnya percaya dan mengandalkan Tuhan Yesus.

Lalu, bagaimana caranya menjadikan Hati Tak Bernoda Maria sebagai tempat perlindungan?
Dengan cara mengkonsekrasikan diri kepada Hati Tak Bernoda Maria, sepenuhnya percaya dan mengandalkan Tuhan Yesus serta percaya kepada Bunda Maria untuk membawa umat kepada Tuhan Yesus, Putranya.

Marilah para umat sekalian, di masa sekarang ini yang begitu dikuasai oleh kegelapan akibat serangan dan godaan yang bertubi-tubi dari musuh spiritual umat (iblis dan para malaikat kegelapannya) yang hendak membuat umat menjadi menjauh dari Tuhan dengan adanya kejahatan dan kekacauan di mana-mana; gaya hidup yang bertentangan dengan hukum alam dan hukum Tuhan hanya karena alasan perubahan zaman modernisasi; kebenaran dinyatakan sebagai kesalahan dan kesalahan dianggap sebagai kebenaran; kebingungan dan ketidakmampuan untuk menentukan hal yang baik dan benar dari hal yang buruk dan salah; hilangnya empati dan hati nurani dalam kehidupan bermasyarakat; kehidupan yang berpusat kepada kesenangan cinta diri sendiri dan cinta material; dan sebagainya, maka umat berlarilah menuju tempat perlindungan: Hati Kudus Yesus dan Hati Tak Bernoda Maria. Peperangan rohani yang terus menerus melawan musuh spiritual demi menjaga agar tidak jatuh dalam perangkap dosa bisa membuat jiwa menjadi sungguh lelah. Berlindunglah dan beristirahatlah dalam tempat perlindungan: Hati Kudus Yesus dan Hati Tak Bernoda Maria.

Jesus, I trust in You.
Yesus, Engkau andalanku.

In the end, my Immaculate Heart will triumph.
Pada akhirnya, Hatiku Yang Tak Bernoda akan menang. (Perkataan Bunda Maria di Fatima)

Pada Allah ada keselamatanku dan kemuliaanku; gunung batu kekuatanku, tempat perlindunganku ialah Allah. Percayalah kepada-Nya setiap waktu, hai umat, curahkanlah isi hatimu di hadapan-Nya; Allah ialah tempat perlindungan kita. (Mazmur 62:8-9)

Orang yang duduk dalam lindungan Yang Mahatinggi dan bermalam dalam naungan Yang Mahakuasa akan berkata kepada Tuhan: “Tempat perlindunganku dan kubu pertahananku, Allahku, yang kupercayai.” (Mazmur 91:1-2)

Sebab Engkau menjadi tempat pengungsian bagi orang lemah, tempat pengungsian bagi orang miskin dalam kesesakannya, perlindungan terhadap angin ribut, naungan terhadap panas terik (Yesaya 25:4)

Abba, have mercy
Lord Jesus, have mercy
Holy Spirit, have mercy
Holy Trinity, have mercy

28 April 2024
HIS Little Servant
Yulianti Tay