Allah Bapa Berbicara Kepada Anak-Anak-Nya (Pengalaman Pribadi)
Mengapa harus ada berdoa Rosario sebagai ucapan syukur dalam Novena 54 Hari Rosario?
Berdoa Rosario Sebagai Kebiasaan Berdoa
Apa pun Yang Terjadi, Kamu Harus Tetap Selalu Berdoa
Kebenaran Iman: Allah Tritunggal Dalam Hidupku
Abba (Allah Bapa) Dalam Hidupku
Indulgensi Saat Pesta Kerahiman Ilahi
Rahmat Dalam Sakramen Rekonsiliasi
Kebiasaan Menerima Sakramen Rekonsiliasi
Persiapan Dalam Sakramen Rekonsiliasi
Mengenal Allah Bapa dalam Trinitas
Pertobatan dan Kepekaan Batin Akan Dosa
Kuduslah Nama Tuhan
Nyanyikanlah mazmur bagi Tuhan, hai orang-orang yang dikasihi-Nya, dan persembahkanlah syukur kepada nama-Nya yang kudus! (Mazmur 30:5)
2 Januari [1937]. Pesta Nama Yesus. Oh betapa agungnya nama-Mu, Tuhan! Nama-Mu adalah kekuatan jiwaku. Apabila kekuatanku surut, dan kegelapan menyelimuti jiwaku, Nama-Mu adalah surga yang sinarnya memberikan terang serta kehangatan; karena pengaruh Nama-Mu, dan dengan mengambil semaraknya dari Nama-Mu, jiwa menjadi lebih indah dan cemerlang. Apabila aku mendengar nama Yesus yang amat manis, denyut jantungku menjadi semakin keras, dan kadang-kadang terjadi, ketika mendengar Nama Yesus, aku jatuh pingsan. Dengan penuh gairah, rohku bergegas menuju Dia. (Buku Harian Santa Faustina Nomor 862)
Nama, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, artinya adalah kata untuk menyebut atau memanggil orang. Maka nama adalah kata identitas untuk mengenali dan membedakan antara manusia yang satu dengan yang lainnya. Tidak hanya manusia saja, bahkan seluruh mahluk ciptaan, benda, material pun mempunyai nama.
Begitu pentingnya nama sebagai identitas diri maka Tuhan membawa semua hewan ciptaan-Nya kepada Adam untuk diberikan nama (Kejadian 2:19-20).
Begitu pentingnya nama sehingga manusia pun tidak segan untuk melakukan apa saja demi memasyhurkan namanya supaya namanya dihormati dan disegani oleh orang banyak.
Begitu pentingnya nama sehingga saat namanya sudah terkenal maka namanya pun akan diingat oleh orang sepanjang masa.
Kalau saja nama manusia sangat penting, apalagi Nama Tuhan. Kalau saja manusia ingin namanya dihormati dan disegani, apalagi Tuhan. Nama Tuhan jauh lebih penting, wajib dihormati, dan dipuja oleh segala mahkluk ciptaan-Nya. Itulah sebabnya perintah kedua dalam sepuluh perintah Allah adalah Jangan menyebut Nama Tuhan Allahmu dengan tidak hormat. Namun, apakah manusia sudah sungguh menghormati Nama Tuhan?
Dalam penampakannya di La Salette, Bunda Maria mengatakan bahwa manusia telah menggunakan Nama Putranya, Yesus, dalam makian dan sumpah serapah. Manusia telah menggunakan Nama Yesus dengan sia-sia. Perkataan Bunda Maria ini memberikan pesan kepada manusia bahwa Nama Yesus adalah kudus maka manusia seharusnya menghormati Nama-Nya dan berhenti menggunakan Nama-Nya dengan sia-sia.
Penghormatan atas Nama Tuhan bukan hanya dalam bentuk lisan saja, tetapi juga seharusnya dalam tulisan. Di jaman digital yang serba instan saat ini membuat manusia ingin segala sesuatunya menjadi cepat. Bahkan gaya tulisan dalam komunikasi di media sosial pun sudah sangat terpengaruh oleh sistem instan tersebut. Banyak sekali penggunaan kata-kata singkatan dalam tulisan, termasuk penyingkatan nama, baik nama orang maupun Nama Tuhan. Sebagai contoh: TY untuk singkatan Tuhan Yesus, RK sebagai singkatan Roh Kudus, BM untuk singkatan Bunda Maria, JBU untuk singkatan Jesus bless you, dsb.
Mungkin hal penulisan penyingkatan nama terlihat sebagai masalah sepele. Namun, menurut saya penulisan penyingkatan Nama Tuhan bukanlah masalah sepele.
Pertama, Nama Tuhan adalah kudus. Dengan mengucapkan dan menuliskan Nama Tuhan dengan baik dan benar maka hal itu menunjukkan rasa penghormatan yang manusia miliki terhadap Nama Tuhan, sesuai dengan perintah kedua dalam Sepuluh Perintah Allah.
Kedua, dengan menuliskan Nama Tuhan dengan baik dan benar maka akan memberikan kejelasan atas percakapan dalam media tulisan tanpa harus menduga-duga apa makna singkatan kata yang dipergunakan. Terkadang tidak semua orang bisa memahami apa makna dari singkatan kata yang digunakan dalam tulisan tersebut.
Pastor Chris Alar dalam pengajarannya tentang La Salette: What Heaven is Telling Us - Explaining The Faith mengatakan bahwa pengucapan OMG (Oh My God) sebagai komentar sembarangan juga merupakan suatu bentuk tidak menghormati Nama Tuhan, menggunakan Nama Tuhan dengan sia-sia. Memang sudah menjadi tren masa kini untuk menggunakan kata OMG sebagai kata celetuk untuk mengomentari hal-hal yang terjadi. Bahkan tidak jarang dalam guyonan pun kata OMG ini kerap diucapkan. Seakan manusia merasa sah-sah saja menyebutkan Nama Tuhan sesukanya tanpa ada rasa penghormatan.
Manusia cenderung menganggap remeh masalah sepele. Namun, Tuhan tidaklah demikian. Tuhan yang Maha Kuasa dan Maha Rahim selalu melihat dan menghargai hal-hal kecil yang manusia lakukan demi menghormati-Nya, mengasihi-Nya. Manusia tidak perlu berambisi untuk melakukan hal-hal besar untuk menyenangkan Hati Tuhan. Bahkan hal kecil seperti menuliskan Nama-Nya dengan baik dan benar, itu pun sudah sangat menyenangkan Hati-Nya. Bersyukurlah umat manusia yang mempunyai Tuhan yang bisa menghargai hal-hal kecil yang dilakukan oleh umat-Nya.
Nama Tuhan adalah kudus.
Hormatilah Nama Tuhan.
Janganlah umat sembarangan menyebut dan menuliskan Nama Tuhan tanpa penghormatan.
Tuliskanlah Nama Tuhan dengan baik dan benar tanpa singkatan.
Nama Tuhan adalah menara yang kuat, ke sanalah orang benar berlari dan ia menjadi selamat. (Amsal 18:10)
Ya Tuhan, Allah kami, tuan-tuan lain pernah berkuasa atas kami, tetapi hanya nama-Mu saja kami masyhurkan. (Yesaya 26:13)
Jangan menyebut nama Tuhan, Allahmu, dengan sembarangan, sebab Tuhan akan memandang bersalah orang yang menyebut nama-Nya dengan sembarangan. (Keluaran 20:7, Ulangan 5:11)
Janganlah kamu bersumpah dusta demi nama-Ku, supaya engkau jangan melanggar kekudusan nama Allahmu; Akulah Tuhan. (Imamat 19:12)
Biarlah mereka menyanyikan syukur bagi nama-Mu yang besar dan dahsyat; Kuduslah Ia! (Mazmur 99:3)
Abba, have mercy
Lord Jesus, have mercy
Holy Spirit, have mercy
Holy Trinity, have mercy
3 Desember 2022
HIS Little Servant
Yulianti Tay

