CAHAYA IMAN KATOLIK

Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apa pun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. (Filipi 4:6)

Sejarah Berkaitan Konsekrasi Kepada Hati Kudus Yesus dan Hati Tak Bernoda Maria

Sejarah Berkaitan Konsekrasi Kepada Hati Kudus Yesus dan Hati Tak Bernoda Maria

“Bertobatlah, sebab Kerajaan Sorga sudah dekat!” (Matius 3:2)


Konsekrasi (Bahasa Latin: consecratio dari con + sacre, kudus atau suci) adalah kata yang digunakan untuk menunjukkan sesuatu yang dikuduskan atau dikhususkan untuk suatu maksud tertentu, umumnya dalam hal religius. Konsekrasi sendiri berarti penyucian, pengudusan, penyerahan, pemisahan, pengkhususan, dan persembahan.
Dalam Gereja Katolik Roma, istilah "konsekrasi" digunakan dalam suatu penetapan pelayanan kepada Allah baik atas orang atau objek (benda). Namun, saat ini terutama di Indonesia, istilah "konsekrasi" biasa digunakan dalam konteks Ekaristi.

Pada tanggal 17 Juni 1689 Tuhan Yesus menyatakan kepada Santa Margaret Mary Alacoque akan perintah-Nya kepada Raja Perancis bahwa sang Raja harus mengkonsekrasikan Perancis kepada Hati Kudus. Tuhan Yesus memberi tahu Santa Margaret Mary Alacoque bahwa segala sesuatunya tidak akan berjalan baik bagi Perancis jika perintah-Nya tidak dipatuhi.

Saat itu yang sedang berkuasa adalah Raja Louis XIV. Walaupun sudah beberapa kali permintaan Tuhan Yesus untuk mengkonsekrasikan Perancis kepada Hati Kudus-Nya disampaikan kepada Raja Louis XIV, tetapi sang Raja tidak mematuhinya. Bahkan hingga 100 tahun kemudian ketika Raja Louis XVI berkuasa, tidak ada tindakan mengkonsekrasikan Perancis kepada Hati Kudus Yesus.

Pada tahun 1789 terjadi Revolusi Perancis yang menghancurkan Kerajaan Perancis. Mendekam di penjara menunggu eksekusi yang tak terhindarkan, Raja Louis XVI mencurahkan isi hatinya kepada Tuhan dalam bentuk surat perjanjian di mana sang Raja sungguh-sungguh bersumpah untuk akhirnya mengkonsekrasikan Perancis kepada Hati Kudus Yesus jika ia dikembalikan sebagai penguasa Perancis. Tapi itu sudah sangat terlambat. Raja Louis XVI akhirnya dipenggal dan Perancis tidak pernah dikonsekrasikan kepada Hati Kudus Yesus hingga saat ini.

Pada tahun 1898 Suster Maria dari Hati Ilahi menerima pesan dari Tuhan Yesus yaitu meminta Paus untuk mengkonsekrasikan seluruh dunia kepada Hati Kudus-Nya. Setelah Paus Leo XIII menerima banyak surat dari Suster Maria dari Hati Ilahi, Paus menugaskan sekelompok teolog untuk memeriksa petisi tersebut berdasarkan wahyu dan Tradisi Suci. Hasil penyelidikan ini positif sehingga dalam surat ensiklik Annum sacrum (pada tanggal 25 Mei 1899), Paus menetapkan bahwa konsekrasi seluruh umat manusia kepada Hati Kudus Yesus harus dilakukan pada tanggal 11 Juni 1899. Surat ensiklik tersebut juga mendorong seluruh keuskupan Katolik Roma untuk mempromosikan Devosi Jumat Pertama, yang menetapkan bulan Juni sebagai Bulan Hati Kudus, dan mencakup Doa Konsekrasi kepada Hati Kudus.

Dalam penampakannya di Fatima pada tanggal 13 Juli 1917, Bunda Maria berkata kepada Lucia Dos Santos yang saat itu berusia 10 tahun:
“Aku akan datang untuk meminta Konsekrasi Rusia kepada Hatiku Yang Tak Bernoda dan Komuni Reparasi pada hari Sabtu Pertama. Jika permintaan-permintaanku dikabulkan, Rusia akan bertobat dan akan ada perdamaian. Jika tidak, dia (Rusia) akan menyebarkan kekeliruannya ke seluruh dunia, memicu peperangan, dan penganiayaan terhadap Gereja. Orang-orang baik akan menjadi martir, Bapa Suci (Paus) akan sangat menderita, dan berbagai bangsa akan dihancurkan… Namun, pada akhirnya Hatiku Yang Tak Bernoda akan menang. Bapa Suci akan mengkonsekrasikan Rusia kepadaku, Rusia akan bertobat, dan suatu periode perdamaian tertentu akan diberikan kepada dunia.”

Pada tanggal 13 Juni 1929, Bunda Maria kembali mengulang permintaanya tersebut kepada Suster Lucia Dos Santos yang telah menjadi seorang biarawati:
“Saatnya telah tiba di mana Allah meminta kepada Bapa Suci, dalam persatuan dengan semua Uskup di dunia, untuk melakukan konsekrasi Rusia kepada Hatiku Yang Tak Bernoda, Allah berjanji untuk menyelamatkannya (Rusia) dengan cara ini. Ada begitu banyak jiwa yang dihukum oleh keadilan Tuhan atas dosa-dosa terhadapku, sehingga aku datang untuk meminta reparasi (penyilihan dosa): korbankanlah dirimu untuk intensi ini dan berdoalah.”

Pada tahun 1931 Tuhan Yesus menyatakan kepada Suster Lucia akan ketidaksenangan-Nya terhadap ketidakpatuhan Paus dan para Uskup untuk mematuhi perintah-Nya untuk mengkonsekrasikan Rusia kepada Hati Tak Bernoda Maria.
Tuhan Yesus berkata:
”Beritahukanlah kepada para imam-Ku, jika mereka mencontoh Raja Perancis yang menunda pelaksanaan permintaan-Ku maka mereka akan mengikutinya ke dalam malapetaka. Seperti Raja Perancis, mereka akan menyesalinya dan mereka akan melakukannya seperti yang telah Ku-minta, tetapi hal itu akan sangat terlambat: Rusia akan sudah menyebarkan kekeliruannya di seluruh dunia, memprovokasi perang, dan penganiayaan terhadap Gereja. Bapa Suci akan sangat menderita! Tapi tidak ada kata terlambat untuk meminta bantuan Yesus dan Maria.”

Pada bulan Mei 1936, sebagai jawaban atas pertanyaan Suster Lucia mengapa Tuhan Yesus tidak mau mempertobatkan Rusia tanpa Bapa Suci mengkonsekrasikan bangsa itu kepada Hati Maria Yang Tak Bernoda, Tuhan Yesus berkata:
“Karena Aku ingin seluruh Gereja-Ku mengakui Konsekrasi tersebut sebagai sebuah kemenangan Hati Tak Bernoda Maria sehingga hal itu akan dapat memperluas penghormatannya dan menempatkan Devosi kepada Hati Bunda-Ku Yang Tak Bernoda di samping Devosi kepada Hati Kudus-Ku… Banyaklah berdoa untuk Bapa Suci. Dia (Bapa Suci) akan melakukan Konsekrasi itu, tapi akan sangat terlambat! Meskipun demikian, Hati Maria Yang Tak Bernoda akan menyelamatkan Rusia yang telah dipercayakan kepadanya.”

Paus Pius XII, Paus Paulus VI, dan Paus Yohanes Paulus II semuanya mengkonsekrasikan Rusia kepada Hati Maria Yang Tak Bernoda meskipun tanpa secara khusus menyebut Rusia ataupun Uni Soviet. Pada tanggal 25 Maret 2022 Paus Fransiskus mengkonsekrasikan Rusia kepada Hati Maria Tak Bernoda bersama dengan Ukraina, dengan kedua negara tersebut disebutkan untuk pertama kalinya. Hal ini terjadi saat invasi Rusia ke Ukraina.

Sumber:
1) Buku Revelations: The Hidden Secret Messages and Prophecies of the Blessed Virgin Mary, penulis: Xavier Reyes-Ayral.
2) Third Secret of Fatima and the failure to consecrate France to the Sacred Heart, https://veneremurcernui.wordpress.com/2015/03/02/third-secret-of-fatima-and-the-failure-to-consecrate-france-to-the-sacred-heart/
3) THE SACRED HEART OF JESUS: THE FIRST 100 YEAR WARNING, https://usgraceforce.com/the-sacred-heart-of-jesus-the-first-100-year-warning/
4) The Consecration of Russia, https://fatima.org/the-consecration-of-russia/

Tuhan menetapkan Konsekrasi kepada Hati Kudus Yesus dan Hati Tak Bernoda Maria sebagai cara untuk mempertobatkan (Negara, dunia) seperti sejarah tersebut di atas. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya Konsekrasi kepada kedua Hati tersebut. Maka marilah umat pun mengkonsekrasikan diri umat kepada Hati Kudus Yesus dan Hati Tak Bernoda Maria sehingga umat akan bisa memperoleh pertobatan sejati.

Karena itu ingatlah, bagaimana engkau telah menerima dan mendengarnya; turutilah itu dan bertobatlah! Karena jikalau engkau tidak berjaga-jaga, Aku akan datang seperti pencuri dan engkau tidak tahu pada waktu manakah Aku tiba-tiba datang kepadamu. (Wahyu 3:3)

4 Juni. Hari ini adalah Pesta Hati Yesus yang Mahakudus. Dalam misa kudus, aku dianugerahi pengenalan tentang Hati Yesus, tentang hakikat api cinta yang mengobarkan Hati Yesus, dan tentang Hati Yesus sebagai suatu Lautan Kerahiman. (Buku Harian Santa Faustina Nomor 1142)

Yesus: Kerahiman-Ku lebih besar daripada dosa-dosamu dan dosa-dosa seluruh dunia. Siapa dapat mengukur jangkauan kebaikan-Ku? Demi engkau, Aku turun dari surga ke bumi; demi engkau, Aku membiarkan diri-Ku dipaku pada kayu salib; demi engkau, Aku membiarkan Hati Kudus-Ku ditikam dengan tombak, dan dengan demikian membuka lebar mata air kerahiman bagimu. (Buku Harian Santa Faustina Nomor 1485)

Bunda Allah Dikandung Tanpa Noda…. Ia mendekapkan aku ke hatinya dan berkata, “Aku senantiasa menaruh belas kasihan kepadamu.” Aku merasakan kekuatan Hatinya yang tak bercela menyatukan diri dengan jiwaku. (Buku Harian Santa Faustina Nomor 805)

Abba, have mercy
Lord Jesus, have mercy
Holy Spirit, have mercy
Holy Trinity, have mercy

9 Maret 2024
HIS Little Servant
Yulianti Tay