Allah Bapa Berbicara Kepada Anak-Anak-Nya (Pengalaman Pribadi)
Mengapa harus ada berdoa Rosario sebagai ucapan syukur dalam Novena 54 Hari Rosario?
Berdoa Rosario Sebagai Kebiasaan Berdoa
Apa pun Yang Terjadi, Kamu Harus Tetap Selalu Berdoa
Kebenaran Iman: Allah Tritunggal Dalam Hidupku
Abba (Allah Bapa) Dalam Hidupku
Indulgensi Saat Pesta Kerahiman Ilahi
Rahmat Dalam Sakramen Rekonsiliasi
Kebiasaan Menerima Sakramen Rekonsiliasi
Persiapan Dalam Sakramen Rekonsiliasi
Mengenal Allah Bapa dalam Trinitas
Pertobatan dan Kepekaan Batin Akan Dosa
Mengenali Suara Baik Dan Suara Jahat
Jika semua dombanya telah dibawanya ke luar, ia berjalan di depan mereka dan domba-domba itu mengikuti dia, karena mereka mengenal suaranya. Tetapi seorang asing pasti tidak mereka ikuti, malah mereka lari dari padanya, karena suara orang-orang asing tidak mereka kenal.” (Yohanes 10:4-5)
Disadari atau tidak, umat kerap mendengar suara-suara yang muncul dalam diri umat. Suara ini biasanya dalam bentuk pikiran-pikiran yang muncul dalam kepala umat.
Terkadang suara-suara itu terdengar sangat jelas dan bisa umat ketahui bukan berasal dari dalam diri umat. Atau terkadang suara-suara itu membingungkan umat karena satu suara menyuruh umat melakukan sesuatu hal lalu muncul suara lain yang seperti menentang umat untuk melakukan apa yang dikatakan oleh suara yang pertama.
PENGALAMAN PRIBADI MASA KECIL
Saat saya masih di Sekolah Dasar Kelas 6, di hari terakhir EBTANAS (Evaluasi Belajar Tahap Nasional), merasa lega karena sudah selesai menjalani EBTANAS, saya lalu duduk bengong di rumah. Merasa lelah karena selama beberapa hari EBTANAS itu saya banyak bergadang untuk belajar, saat itu saya duduk bengong dengan pikiran kosong. Lalu tiba-tiba saya mendengar suatu suara yang berkata, "Capek kan belajar melulu? Udah, daripada capek-capek harus belajar terus, mending ambil pisau terus potong nadimu. Pasti kamu ga akan capek lagi."
Mendengarkan suara ini, reflek mata saya lalu memandang pergelangan tangan kiri saya, mempertimbangkan bagian mana yang akan saya iris dengan pisau. Saat saya hendak bangkit berdiri untuk mencari pisau, tiba-tiba muncul suara lain yang segera melarang keras saya untuk mengambil pisau. Lalu suara ini seperti menentang melawan suara yang pertama muncul. Masih dengan posisi duduk terdiam bengong, saya bagaikan penonton yang menyaksikan dua buah kubu yang sedang berperang, suara kanan berperang melawan suara kiri. Saya tidak tahu jelas apa yang terjadi. Yang saya tahu adalah suara yang kedua itu sedang berperang melawan suara yang pertama. Lalu tiba-tiba saya tersadar dari bengong dan berpikir, "Eh, aku tadi ngapain ya? Bego amat kok mikir mau bunuh diri."
Itulah pengalaman aneh masa kecil yang tidak bisa saya lupakan. Setelah sungguh bertobat dan saya teringat kembali dengan peristiwa ini, saya sadari bahwa suara yang saat itu menyuruh saya untuk mengambil pisau dan mengiris nadi saya, itu adalah suara jahat yang menginginkan kematian saya. Sedangkan suara lainnya yang menentang suruhan suara jahat itu, kini saya yakini adalah suara Malaikat Pelindung saya. Sungguh saya sangat bersyukur bahwa Tuhan melindungi saya melalui Malaikat Pelindung saya sehingga saya tidak terpengaruh oleh suara jahat yang menginginkan kematian saya itu.
Pengalaman pribadi masa kecil ini jugalah yang membuat saya bisa memahami mengapa banyak anak yang melakukan bunuh diri. Mungkin saja sebetulnya anak-anak itu tidak bermaksud untuk mati namun mereka terpengaruh oleh suara-suara jahat yang menyuruh mereka untuk melakukan tindakan bunuh diri. Maka para orang tua, doakanlah selalu anak-anak supaya dilindungi dari segala yang jahat.
MEMBEDAKAN SUARA BAIK DAN SUARA JAHAT
Pengalaman saya tersebut menunjukkan adanya suara-suara yang jelas berasal dari luar diri umat. Suara baik dan suara jahat.
Suara baik adalah suara yang berasal dari Tuhan yang menegur, memberi peringatan supaya umat tidak melakukan hal-hal yang tidak baik di mata Allah dan tidak jatuh tergoda oleh iblis; suara yang membimbing, memberitahukan supaya umat melakukan kebaikan dan hidup yang berkenan di hadapan Allah.
Suara jahat adalah suara yang berasal dari iblis yang selalu berusaha menggoda dan menyerang kelemahan umat supaya umat jatuh dalam dosa, membinasakan jiwa umat.
Terkadang umat tidak bisa atau sulit membedakan apakah suara yang muncul adalah suara yang baik atau jahat. Terkadang sepertinya ide atau pikiran yang diselipkan itu adalah baik.
Namun, mengapa lalu ada seperti bantahan atau keraguan untuk melakukan hal yang dikatakan oleh pikiran tersebut?
Umat pun menjadi bingung, apakah sebaiknya umat melakukan hal yang dikatakan oleh pikiran tersebut atau tidak?
Bagaimana supaya umat bisa membedakan mana suara yang baik dan suara yang jahat?
Berdasarkan pengalaman-pengalaman iman saya, suara baik, suara Tuhan itu lembut dan sabar, tidak memaksa. Saat muncul suatu pikiran yang berasal dari suara Tuhan maka pikiran itu berkata dengan lembut kepada saya, menyuruh saya untuk melakukan sesuatu. Pikiran ini menyuruh saya tapi tidak memaksa. Saat saya merasa tidak yakin dengan pikiran ini dan tidak menurutinya maka pikiran ini akan tetap dengan sabar terus muncul.
Sebaliknya, suara jahat, suara iblis itu bersifat memaksa. Awalnya suara dalam bentuk pikiran ini seperti mengajukan suatu hal yang baik untuk saya lakukan. Alasan dan tujuannya kelihatannya baik. Namun, saat saya merasa ragu dan mempertanyakan diri saya apa motivasi saya untuk melakukan hal yang dikatakan oleh pikiran itu maka pikiran itu akan terus muncul dengan agresif dan berusaha memaksa saya untuk mematuhi pikiran tersebut. Ketika saya tetap tidak mengikuti perkataan pikiran itu maka pikiran itu pun akan menghilang dengan sendirinya.
Jadi, bagi saya pribadi, cara untuk mengenali suara baik dan suara jahat adalah:
PERTAMA: Saya akan berusaha jujur menyelidiki apa motivasi saya yang sebenarnya untuk melakukan hal yang dianjurkan oleh pikiran yang muncul.
Terkadang motivasi dan tujuan yang diperlihatkan oleh pikiran tersebut terlihat sangat baik. Akan tetapi saat saya berusaha menyelidiki lebih lanjut isi hati saya akan pikiran tersebut maka saya terkadang melihat ternyata ada udang di balik batu. Ada motivasi tidak baik yang tersembunyi dalam motivasi yang diperlihatkan oleh pikiran tersebut. Saat saya menyadari hal ini maka saya pun akan menolak pikiran tersebut dan tidak mau menurutinya.
Contoh:
Suatu kali ada pikiran kuat yang muncul yang menyuruh saya untuk pergi ke suatu Rumah Sakit untuk mendoakan seorang anak yang sudah lama menderita sakit kanker dan saat itu telah mengalami brain dead (mati otak). Pikiran itu berkata bahwa kalau saya pergi untuk mendoakan dan menumpangkan tangan saya ke atas anak itu maka anak itu tidak akan mati. Begitu kuatnya pikiran ini mendorong saya untk mendoakan sang anak hingga saya merasa tidak nyaman dan ragu. Saya lalu berusaha menyelidiki diri saya lebih lanjut, motivasi apa yang sebenarnya dari pikiran ini. Akhirnya saya menyadari bahwa tujuan yang sebenarnya adalah supaya saya bisa menyombongkan diri di hadapan keluarga si anak ini karena karunia Roh Kudus yang saya terima, bukan demi anak ini tidak mati. Saya pun tidak menuruti pikiran ini. Akan tetapi pikiran ini terus muncul merongrong dengan berkata kalau saya tidak pergi maka anak ini akan mati. Lalu saya pun menjawab pikiran ini dengan membatin, "Kalau memang ini kehendak Tuhan, maka bagaimanapun caranya maka saya tidak akan bisa lari menghindar untuk pergi ke Rumah Sakit dan mendoakannya." Setelah saya menjawab seperti itu lalu pikiran itu pun menghilang. Malamnya saya terima kabar bahwa anak itu telah meninggal.
KEDUA: Saat saya ragu dan tidak bisa memastikan apakah pikiran yang muncul adalah suara baik atau suara jahat maka saya akan mendiamkan dulu pikiran tersebut, tidak langsung menurutinya.
Apabila suara tersebut berasal dari Tuhan maka suara itu akan tetap dengan sabar dan lembut terus muncul walaupun saya diamkan. Sebaliknya, apabila suara itu berasal dari si jahat, setelah berkali-kali muncul dengan agresif seakan memaksa tapi tetap saya diamkan maka suara itu pun akhirnya akan berhenti bicara. Pikiran tersebut pun akan menghilang dengan sendirinya.
Beginilah menurut saya perbedaan suara baik dan suara jahat itu:
- Suara baik itu lembut dan sabar. Dorongan yang diberikan tidak memaksa.
- Suara jahat itu agresif. Dorongan yang diberikan bersifat memaksa dengan menampilkan konsekuensi yang akan terjadi kalau tidak dituruti.
Marilah umat semakin mendekatkan diri kepada Tuhan, semakin mengenal Tuhan dengan lebih baik sehingga umat lebih bisa dengan mudah membedakan suara-Nya dari suara yang lain. Istilahnya 'Tidak Kenal Maka Tidak Sayang' maka kalau umat tidak kenal Tuhan, bagaimana umat bisa mengenal dan membedakan suara Tuhan? Dengan tekun berdoa, membaca Kitab Suci, dan menghadiri perayaan Ekaristi, niscaya umat bisa mengenal Tuhan lebih baik lagi.
Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua mana pun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita. (Ibrani 4:12)
Tetapi makanan keras adalah untuk orang-orang dewasa, yang karena mempunyai pancaindera yang terlatih untuk membedakan yang baik dari pada yang jahat. (Ibrani 5:14)
Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah percaya akan setiap roh, tetapi ujilah roh-roh itu, apakah mereka berasal dari Allah; sebab banyak nabi-nabi palsu yang telah muncul dan pergi ke seluruh dunia. (1 Yohanes 4:1)
Abba, have mercy
Lord Jesus, have mercy
Holy Spirit, have mercy
Holy Trinity, have mercy
8 Desember 2020
HIS Little Servant
Yulianti Tay

