Allah Bapa Berbicara Kepada Anak-Anak-Nya (Pengalaman Pribadi)
Mengapa harus ada berdoa Rosario sebagai ucapan syukur dalam Novena 54 Hari Rosario?
Berdoa Rosario Sebagai Kebiasaan Berdoa
Apa pun Yang Terjadi, Kamu Harus Tetap Selalu Berdoa
Kebenaran Iman: Allah Tritunggal Dalam Hidupku
Abba (Allah Bapa) Dalam Hidupku
Indulgensi Saat Pesta Kerahiman Ilahi
Rahmat Dalam Sakramen Rekonsiliasi
Kebiasaan Menerima Sakramen Rekonsiliasi
Persiapan Dalam Sakramen Rekonsiliasi
Mengenal Allah Bapa dalam Trinitas
Pertobatan dan Kepekaan Batin Akan Dosa
Jangan takut, Aku menyertaimu
janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau, janganlah bimbang, sebab Aku ini Allahmu; Aku akan meneguhkan, bahkan akan menolong engkau; Aku akan memegang engkau dengan tangan kanan-Ku yang membawa kemenangan. (Yesaya 41:10)
Kemudian aku mendengar kata-kata ini, “Jangan takut. Aku menyertaimu.” Ketika aku meninggalkan altar, suatu damai dan kekuatan yang luar biasa memenuhi jiwaku, dan badai yang menerpa jiwaku itu pun berantakan seolah-olah menerjang batu karang; dan puing-puing akibat badai itu menimpa mereka yang telah membangkitkannya. Oh, betapa baiknya Tuhan! ... (Buku Harian Santa Faustina Nomor 1150)
Sebelum bertobat, saya hanyalah seorang umat Katolik yang tidak sungguh mengenal Tuhan yang saya sembah. Walaupun saya sering mendengar tentang Tuhan Yesus, tetapi saya tidak mengenal Pribadi Tuhan Yesus.
Setelah bertobat, oleh karena kasih kebaikan Tuhan, Tuhan memberikan rahmat kepada saya untuk mengenal-Nya, mengenal Allah yang sesungguhnya, yaitu Allah Tritunggal. Tiga Pribadi Allah, yaitu Allah Bapa, Allah Putra, dan Allah Roh Kudus. Ketiga Pribadi yang berbeda, tetapi satu kesatuan yang tak terpisahkan. Ketiga Pribadi Allah yang selalu saya sapa setiap hari.
Sekitar awal Oktober 2019, pagi hari ketika saya sedang menyapa Allah Bapa dalam doa, tiba-tiba muncul kesadaran batin bahwa Allah Bapa menghendaki saya untuk bertempur melawan sang raja kegelapan, yaitu si iblis. Terkejut dengan kesadaran batin ini, saya pun menjadi sangat ketakutan.
Bagaimana saya tidak menjadi sangat ketakutan? Saya yang takut dengan tempat gelap, takut dengan setan, tetapi disuruh Allah Bapa untuk melawan bukan hanya setan saja, melainkan sang raja setan sendiri. Tentu saja saya menjadi sangat ketakutan hingga tubuh dan jiwa saya pun gemetaran hebat. Saya yang sedang dalam posisi berlutut dengan kedua tangan berada di atas tepi ranjang hampir terjatuh karena limbung akibat tubuh saya gemetaran hebat. Bahkan mulut saya pun berbicara dengan gemeletuk gemetaran. Itu pertama kalinya dalam semasa hidup saya gigi saya gemeletukan dengan keras dan tubuh terguncang gemetaran.
Lalu tiba-tiba saya merasakan ada sebuah tangan kanan yang besar yang turun dari atas dan menyentuh kepala saya. Tangan yang besar ini seakan membuat saya merasakan betapa kecilnya kepala saya dalam sentuhan telapak tangan tersebut. Bersamaan dengan sentuhan telapak tangan kanan ini, muncul suara dalam diri saya yang berkata, “Jangan takut! Aku menyertaimu.”
Sentuhan tangan yang kuat dan memberikan ketenangan beserta perkataan tersebut sontak membuat tubuh dan jiwa saya pun kembali tenang. Saya tidak gemetaran lagi. Bahkan saya pun berani berkata, “Ya, Abba. Aku siap! Apapun yang Engkau kehendaki, biarlah itu terjadi.”
Siapakah iblis itu? Saya tidak tahu.
Bagaimana saya bertempur melawan sang raja kegelapan? Saya tidak tahu.
Yang saya tahu hanyalah Allah Bapa meminta saya untuk bertempur. Jadi, saya percayakan saja kalau Tuhan meminta saya melakukan sesuatu maka Tuhan pun pasti akan membimbing dan menolong saya. Apalagi Tuhan sendiri sudah berkata kepada saya bahwa Dia menyertai saya. Janji penyertaan-Nya itu sudah cukup bagi saya.
Dalam Alkitab ada banyak Firman Allah yang mengatakan, “Jangan takut, Aku menyertaimu.” Bahkan Santa Faustina mencatat banyak peristiwa dalam Buku Harian-nya dimana saat Santa Faustina merasa takut, khawatir, maka Tuhan Yesus pun selalu berkata kepadanya, “Jangan takut, Aku menyertaimu.”
Tuhan itu sangat baik hati. Kebaikan dan kerahiman-Nya sungguh tak terbatas, tak terselami. Tuhan tidak akan pernah meninggalkan umat-Nya sendirian dalam perjalanan kehidupan umat di dunia ini. Walaupun terkadang umat tidak merasakan kehadiran Tuhan, sering umat merasa seperti ditinggalkan oleh Tuhan, tetapi sebetulnya Tuhan tetap selalu menyertai umat. Yang diperlukan hanyalah kepercayaan umat akan janji penyertaan-Nya ini terhadap umat.
Merasa takut dan khawatir itu adalah hal yang manusiawi. Namun, apabila umat dikuasai oleh perasaan takut dan khawatir terus menerus maka hal itu tidak akan membawa kehidupan dan jiwa umat kepada kedamaian. Saat umat merasa takut, merasa khawatir maka ingatlah selalu akan janji penyertaan Tuhan.
Jangan takut, Aku menyertaimu.
Percayalah, Tuhan selalu menyertai setiap umat-Nya.
Sebab Aku ini, Tuhan, Allahmu, memegang tangan kananmu dan berkata kepadamu: “Janganlah takut, Akulah yang menolong engkau.” (Yesaya 41:13)
Bukankah telah Kuperintahkan kepadamu: kuatkan dan teguhkanlah hatimu? Janganlah kecut dan tawar hati, sebab Tuhan, Allahmu, menyertai engkau, ke mana pun engkau pergi.” (Yosua 1:9)
Pada suatu hari, aku melihat suatu kapel kecil dan di dalamnya enam suster sedang menyambut komuni kudus dari bapak pengakuan kami, yang mengenakan superpli dan stola. Di kapel itu, tidak ada hiasan dan tidak ada bangku tempat berlutut. Sesudah komuni kudus, aku melihat Tuhan Yesus sebagaimana Ia tampak dalam Gambar [Kerahiman Ilahi] itu. Yesus berjalan pergi dan aku memanggil-Nya, “Bagaimana Engkau dapat melewati aku dan tidak mengatakan suatu pun kepadaku, Tuhan? Tanpa Engkau, aku tidak akan berbuat suatu pun; Engkau harus tinggal bersamaku dan memberkati aku, dan juga Kongregasi ini serta Tanah Airku.” Yesus membuat tanda salib dan berkata, “Jangan takut akan suatu pun; Aku senantiasa menyertai engkau.” (Buku Harian Santa Faustina Nomor 613)
Abba, have mercy
Lord Jesus, have mercy
Holy Spirit, have mercy
Holy Trinity, have mercy
8 Agustus 2022
HIS Little Servant
Yulianti Tay

