Allah Bapa Berbicara Kepada Anak-Anak-Nya (Pengalaman Pribadi)
Mengapa harus ada berdoa Rosario sebagai ucapan syukur dalam Novena 54 Hari Rosario?
Berdoa Rosario Sebagai Kebiasaan Berdoa
Apa pun Yang Terjadi, Kamu Harus Tetap Selalu Berdoa
Kebenaran Iman: Allah Tritunggal Dalam Hidupku
Abba (Allah Bapa) Dalam Hidupku
Indulgensi Saat Pesta Kerahiman Ilahi
Rahmat Dalam Sakramen Rekonsiliasi
Kebiasaan Menerima Sakramen Rekonsiliasi
Persiapan Dalam Sakramen Rekonsiliasi
Mengenal Allah Bapa dalam Trinitas
Pertobatan dan Kepekaan Batin Akan Dosa
Doa Kepada Santo Mikhael
Maka timbullah peperangan di sorga. Mikhael dan malaikat-malaikatnya berperang melawan naga itu, dan naga itu dibantu oleh malaikat-malaikatnya (Wahyu 12:7)
Berbeda dengan Santo Santa pada umumnya, Santo Mikhael bukanlah seorang manusia yang pernah hidup di bumi. Sejak awal dia diciptakan oleh Tuhan, dia adalah Malaikat Surgawi, bahkan Malaikat Agung Pemimpin Bala Tentara Surgawi. Dia diberi gelar Santo sebagai tanda penghormatan atas peran pentingnya di bumi.
Nama Mikhael berarti "Who is like God?" (Siapakah yang seperti Tuhan?). Di dalam Alkitab, nama Mikhael muncul sebanyak lima kali, yaitu di Daniel 10:13, Daniel 10:21, Daniel 12:1, Yudas 1:9 dan Wahyu 12:7.
PERAN SANTO MIKHAEL
Dalam ajaran Gereja Katolik, Santo Mikhael mempunyai empat tugas penting, yaitu:
1) Leader of the Army of God (Pemimpin Pasukan Allah):
Santo Mikhael dipandang sebagai Panglima Pasukan Surgawi yang memimpin bala tentara malaikat dalam pertempuran melawan kekuatan kegelapan, terutama Iblis dan antek-anteknya. Ia menjadi teladan dalam peperangan rohani yang mencerminkan pergulatan tiada henti antara kebaikan dan kejahatan.
2) Angel of Death (Malaikat Maut):
Santo Mikhael dipandang sebagai Malaikat Maut yang mendampingi jiwa umat Kristiani yang telah meninggal menuju Surga. Khususnya pada saat kematian, Santo Mikhael berperan untuk melindungi dan, jika diperlukan, menawarkan upaya mendamaikan manusia dengan Allah sebelum mereka meninggal serta menggagalkan upaya Iblis untuk mengklaim jiwa mereka.
3) Guardian of the Church (Pelindung Gereja):
Santo Mikhael berperan sebagai Pelindung Gereja dan Umat Pilihan. Sepanjang sejarah, ia dihormati oleh berbagai Ordo ksatria militer dan dianggap sebagai Santo Pelindung bagi berbagai kota serta negara.
4) Weigher of Souls (Penimbang Jiwa-jiwa):
Santo Mikhael sering digambarkan sedang memegang timbangan yang seimbang, yang melambangkan perannya dalam menimbang jiwa-jiwa pada saat Penghakiman Terakhir. Santo Mikhael hadir dan mendampingi Tuhan saat penghakiman khusus umat manusia serta pada Penghakiman Terakhir (lihat Katekismus Gereja Katolik Nomor 1021-1022, 1038-1041).
DOA KEPADA SANTO MIKHAEL
Doa Kepada Santo Mikhael ditulis oleh Paus Leo XIII yang mendapat penglihatan mengenai roh-roh jahat yang berkumpul di Roma. Pada tahun 1886, Paus Leo XIII memasukkan Doa Kepada Santo Mikhael ini ke dalam Leonine Prayers untuk didaraskan saat perayaan misa selesai. Tradisi mengucapkan Doa Kepada Santo Mikhael ini dan Leonine Prayers lainnya dihilangkan berdasarkan Instruction Inter oecumenici pada tanggal 26 September 1964.
Instruksi untuk menghilangkan kewajiban mengucapkan doa-doa ini setelah perayaan misa tidak berarti merupakan larangan untuk mengucapkan secara pribadi atau secara umum. Tiga puluh tahun kemudian, Paus Yohanes Paulus II merekomendasikan kembali pengucapan Doa Kepada Santo Mikhael:
"Walaupun doa ini sudah tidak lagi didaraskan pada akhir misa, saya minta kepada setiap orang untuk tidak melupakannya dan mendaraskannya kembali untuk mendapatkan pertolongan dalam pertempuran melawan kuasa-kuasa kegelapan dan melawan roh-roh dunia ini." (Yohanes Paulus II, Regina Caeli, 24 April 1994)
Jelas dorongan kuat dari Paus Yohanes Paulus II adalah tanggapan atas kejahatan-kejahatan besar yang bisa umat lihat saat ini, dosa-dosa aborsi, eutanasia (praktik pencabutan nyawa yang dianggap tidak menimbulkan rasa sakit), LGBT, teroris, genosida (pembunuhan besar-besaran secara berencana terhadap suatu bangsa atau ras), dan semacamnya.
Pada 29 September 2018, Paus Fransiskus meminta semua umat Katolik untuk berdoa Rosario setiap hari selama bulan Oktober dan mengakhiri doa Rosario dengan doa kuno "Subtuum praesidium" dan Doa Kepada Santo Mikhael.
"karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara." (Efesus 6:12)
Melihat sejarah dan dorongan dari para Paus, marilah para umat sekalian mendaraskan Doa Kepada Santo Mikhael setiap hari untuk meminta pertolongan Sang Penghulu Malaikat, Panglima Perang Tertinggi Bala Tentara Surgawi untuk memerangi kuasa-kuasa kegelapan yang semakin marak di dunia ini.
Doa Kepada Santo Mikhael
Santo Mikhael, Malaikat Agung,
belalah kami pada hari pertempuran,
jadilah pelindung kami
melawan kejahatan dan jebakan si jahat.
Dengan rendah hati kami mohon,
kiranya Allah menghardiknya,
dan semoga engkau,
hai Panglima Pasukan Surgawi,
dengan kuasa Allah,
mencampakkan ke dalam neraka
Setan dan semua roh jahat lain
yang berkeliaran di dunia
hendak membinasakan jiwa-jiwa.
Amin.
Pemimpin kerajaan orang Persia berdiri dua puluh satu hari lamanya menentang aku; tetapi kemudian Mikhael, salah seorang dari pemimpin-pemimpin terkemuka, datang menolong aku, dan aku meninggalkan dia di sana berhadapan dengan raja-raja orang Persia. (Daniel 10:13)
Namun demikian, aku akan memberitahukan kepadamu apa yang tercantum dalam Kitab Kebenaran. Tidak ada satu pun yang berdiri di pihakku dengan tetap hati melawan mereka, kecuali Mikhael, pemimpinmu itu (Daniel 10:21)
“Pada waktu itu juga akan muncul Mikhael, pemimpin besar itu, yang akan mendampingi anak-anak bangsamu; dan akan ada suatu waktu kesesakan yang besar, seperti yang belum pernah terjadi sejak ada bangsa-bangsa sampai pada waktu itu. Tetapi pada waktu itu bangsamu akan terluput, yakni barangsiapa yang didapati namanya tertulis dalam Kitab itu. (Daniel 12:1)
Tetapi penghulu malaikat, Mikhael, ketika dalam suatu perselisihan bertengkar dengan Iblis mengenai mayat Musa, tidak berani menghakimi Iblis itu dengan kata-kata hujatan, tetapi berkata: “Kiranya Tuhan menghardik engkau!” (Yudas 1:9)
Abba, have mercy
Lord Jesus, have mercy
Holy Spirit, have mercy
Holy Trinity, have mercy
18 Oktober 2019
HIS Little Servant
Yulianti Tay

