CAHAYA IMAN KATOLIK

Mengenal Bunda Maria, Bagian 3: Doa Salam Maria

Mengenal Bunda Maria, 
Bagian 3: Doa Salam Maria

Salam Maria, penuh rahmat, Tuhan sertamu.
Terpujilah engkau di antara wanita,
dan terpujilah buah tubuhmu, Yesus.
Santa Maria, Bunda Allah,
doakanlah kami yang berdosa ini,
sekarang dan waktu kami mati.
Amin.



Doa Salam Maria, suatu doa yang sederhana namun berkuasa. Umat Non-Katolik mengatakan bahwa doa Salam Maria hanyalah doa karangan Gereja Katolik yang tidak berdasarkan Alkitab. Namun, bagi umat Katolik, doa Salam Maria juga merupakan salah satu doa penting selain daripada doa Bapa Kami. Apabila doa Bapa Kami adalah doa yang diajarkan oleh Tuhan Yesus sendiri maka doa Salam Maria adalah doa yang keseluruhannya didasarkan kepada Alkitab.

Untuk mengetahui tentang asal usul doa Salam Maria, silahkan lihat penjelasan dari Katolisitas:
Asal usul Doa Salam Maria, https://www.katolisitas.org/asal-usul-doa-salam-maria/

Untuk penjelasan mengenai doa Salam Maria adalah doa yang berdasarkan Alkitab, saya juga akan mengutip dari Katolisitas sebagai berikut:

Salam Maria penuh rahmat, Tuhan sertamu:
“Ketika malaikat itu masuk ke rumah Maria, ia berkata: “Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau.” (Lukas 1:28)
Dalam doa Salam Maria Bahasa Inggris: Hail Mary, full of grace, the Lord is with you. Bandingkan dengan RSV (Revised Standard Version) “And he came to her and said, “Hail full of Grace, the Lord is with you!“

Terpujilah engkau di antara wanita dan terpujilah buah tubuhmu, Yesus:
“lalu berseru dengan suara nyaring: “Diberkatilah engkau di antara semua perempuan dan diberkatilah buah rahimmu.” (Lukas 1:42)

Santa Maria Bunda Allah:
“Siapakah aku ini sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku?” (Lukas 1:43)

Doakanlah kami yang berdosa ini, sekarang dan waktu kami mati. Amin.:
“Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh. Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya.” (Yakobus 5:16).
“Dari pada-Nyalah seluruh tubuh, yang rapih tersusun dan diikat menjadi satu oleh pelayanan semua bagiannya, sesuai dengan kadar pekerjaan tiap-tiap anggota menerima pertumbuhannya dan membangun dirinya dalam kasih.” (Efesus 4:16).
Jadi, kalau semua umat Allah adalah hidup, walaupun tidak berada di dunia ini dan kita harus saling mendoakan, maka adalah sudah seharusnya kita memohon agar Bunda Maria (yang telah dibenarkan oleh Allah dan pasti telah berada di Sorga) mendoakan kita semua yang masih mengembara di dunia ini.

Dan penjabaran yang sangat indah dijabarkan di dalam Katekismus Gereja Katolik (KGK 2676-2677).

Gerakan ganda dari doa kepada Maria, terungkap secara bagus di dalam "Salam Maria":
Salam Maria. Secara harfiah: "Bergembiralah, Maria". Salam malaikat Gabriel membuka doa Ave. Allah sendiri memberi salam kepada Maria melalui malaikat-Nya. Doa kita berani mengambil alih salam kepada Maria, dengan memandang hamba yang hina, seakan-akan dengan mata Allah (Luk 1:48). dan mengambil bagian dalam kegembiraan, yang Allah alami karena Maria (Zef 3:17b).
Penuh rahmat, Tuhan sertamu. Kedua bagian dari salam malaikat saling menjelaskan. Maria penuh rahmat, karena Tuhan ada sertanya. Rahmat yang memenuhi dia seluruhnya adalah kehadiran Dia yang merupakan sumber segala rahmat. "Bersukacitalah dan beria-rialah dengan segenap hati, hai puteri Yerusalem!... Tuhan Allahmu ada di antaramu" (Zef 3:14.17a). Maria, yang didalamnya Tuhan sendiri tinggal, adalah puteri Sion secara pribadi, Tabut Perjanjian dan tempat di mana kemuliaan Tuhan bertakhta. Ia adalah "kemah Allah di tengah-tengah manusia" (Why 21:3). "Penuh rahmat", Maria menyerahkan diri sepenuhnya kepada Dia yang mengambil tempat tinggal di dalamnya dan hendak ia berikan kepada dunia.
Terpujilah engkau di antara wanita dan terpujilah buah tubuhmu, Yesus. Sesudah salam malaikat kita menggunakan sapaan Elisabet. "Dipenuhi oleh Roh Kudus" (Luk 1:41) Elisabet adalah orang pertama dari sederetan panjang angkatan-angkatan yang menyebut Maria bahagia Bdk. Luk 1:48.: "Berbahagialah ia yang telah percaya" (Luk 1:45). Maria "diberkati di antara semua perempuan" (1:42), karena ia telah percaya bahwa Sabda Allah akan dipenuhi. Atas dasar iman, "semua bangsa (telah) mendapat berkat" melalui Abraham (Kej 12:2-3). Atas dasar iman, Maria telah menjadi Bunda kaum beriman. Karena jasa Maria, semua bangsa di dunia dapat menerima Dia, yang adalah berkat Allah sendiri: "Yesus, buah tubuhmu yang terpuji". (Katekismus Gereja Katolik Nomor 2676)

Santa Maria, Bunda Allah, doakanlah kami... Bersama Elisabet kita merasa heran, "Siapakah aku ini, sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku?" (Luk 1:43). Karena Maria hendak memberi kita Puteranya Yesus, maka ia yang adalah Bunda Allah, juga menjadi Bunda kita. Kita dapat menyampaikan kepadanya segala kesusahan dan permohonan kita. Ia berdoa bagi kita, sebagaimana ia berdoa untuk dirinya sendiri: "Jadilah padaku menurut perkataanmu itu" (Luk 1:38). Kalau kita mempercayakan diri kepada doanya, kita menyerahkan diri bersama dia kepada kehendak Allah: "Jadilah kehendak-Mu".
Doakanlah kami yang berdosa ini, sekarang dan pada waktu kami mati. Kalau kita memohon kepada Maria supaya mendoakan kita, kita mengakui diri sebagai orang berdosa dan berpaling kepada “Bunda kerahiman”, yang kudus seutuhnya. Kita mempercayakan diri kepadanya “sekarang”, dalam kehidupan kita hari ini. Dan kepercayaan kita itu meluas lagi, sehingga kita sekarang ini sudah mempercayakan “waktu kematian kita” kepadanya. Semoga ia sungguh hadir, seperti pada waktu kematian Puteranya di salib, dan semoga ia menerima kita pada waktu kematian kita sebagai ibu Bdk. Yoh 19:27, agar mengiringi kita menuju Puteranya Yesus, masuk ke dalam Firdaus. (Katekismus Gereja Katolik Nomor 2677)

Sumber: Doa Rosario, doa yang sungguh Alkitabiah, https://www.katolisitas.org/doa-rosario-doa-yang-sungguh-alkitabiah/

Sebuah doa yang berdasarkan Alkitab, apakah salah bagi umat untuk mendaraskan doa tersebut? Tentu saja tidak. Doa Salam Maria adalah doa yang sungguh Alkitabiah, sungguh sangat baik apabila umat mau mendaraskan doa tersebut.

Hari ini aku tiba-tiba terjaga pada pukul sebelas malam, dan dengan jelas aku merasakan di dekatku kehadiran beberapa roh yang minta kudoakan. Suatu kekuatan mendorong aku untuk berdoa. Penglihatanku murni rohani, lewat suatu penerangan yang mendadak yang diberikan Allah kepadaku seketika itu juga. Aku terus berdoa sampai aku merasakan damai dalam jiwaku, dan tidak selalu untuk waktu yang sama panjangnya; sebab kadang-kadang terjadi bahwa dengan satu “Salam Maria” aku sudah merasakan damai; kemudian, aku mendaras De Profundis dan selesaikan doaku. (Buku Harian Santa Faustina Nomor 835)

Santo Yosef mendesak aku untuk memiliki devosi yang tetap kepadanya. Ia sendiri menyuruh aku mendaras tiga doa [Bapa Kami, Salam Maria, dan Kemuliaan] dan Memorare sekali setiap hari. Ia memandangku dengan sangat ramah dan membuat aku tahu betapa banyaknya ia mendukung karya [kerahiman] ini. Ia telah menjanjikan kepadaku bantuan dan perlindungan istimewa. Setiap hari, aku mendaras doa-doa yang ia minta, dan aku merasakan perlindungan istimewa darinya. (Buku Harian Santa Faustina Nomor 1203)

Saat Santa Faustina dikunjungi oleh roh-roh yang meminta bantuan doanya, Santa Faustina terkadang mendoakan para roh tersebut dengan doa Salam Maria. Bahkan Santo Yosef secara khusus meminta Santa Faustina untuk setiap hari mendaraskan doa Salam Maria sebagai bentuk devosi kepada Santo Yosef untuk memperoleh bantuan dan perlindungan istimewa dari Santo Yosef.

Marilah para umat sekalian jangan ragu lagi untuk mendaraskan doa Salam Maria.
Bunda Maria, doakanlah kami yang berdosa ini, sekarang dan waktu kami mati, Amin.

Abba, have mercy
Lord Jesus, have mercy
Holy Spirit, have mercy
Holy Trinity, have mercy

10 Juni 2023
HIS Little Servant
Yulianti Tay

Baca juga tulisan:
- Bunda Maria Dalam Hidupku
- Mengenal Bunda Maria, Bagian 1: Bunda Maria, Karunia Kerahiman Allah
- Mengenal Bunda Maria, Bagian 2: Peranan Maria (Part 1)
- Mengenal Bunda Maria, Bagian 2: Peranan Maria (Part 2)