CAHAYA IMAN KATOLIK

Mengenal Bunda Maria, Bagian 2: Peranan Maria (Part 2)

Mengenal Bunda Maria, 
Bagian 2: Peranan Maria (Part 2)

Mereka semua bertekun dengan sehati dalam doa bersama-sama, dengan beberapa perempuan serta Maria, ibu Yesus, dan dengan saudara-saudara Yesus. (Kisah Para Rasul 1:14)


MARIA, PENDOA ULUNG

Keunggulan Maria dalam berdoa berasal dari kesatuan kehendaknya dengan kehendak Tuhan. Semasa hidupnya di bumi, Maria telah menunjukkan bahwa segala hal yang dilakukannya adalah untuk melaksanakan kehendak Tuhan. Kehendak Maria adalah untuk melaksanakan kehendak Tuhan. Tidak ada satu pun kehendaknya yang tidak selaras dengan kehendak Tuhan. Itulah sebabnya Tuhan begitu memercayai Maria dan selalu mendengarkan permohonannya.

Sesudah anaknya naik ke surga, Maria "menyertai Gereja pada awal mula dengan doa-doanya". Bersama dengan para Rasul dan beberapa wanita, "kita melihat pula Maria memohon anugerah Roh dengan doa-doanya, Roh yang sudah menaunginya di saat ia menerima warta gembira". (Katekismus Gereja Katolik Nomor 965)

Pada akhir perutusan Roh, Maria menjadi "wanita"; Hawa baru, "bunda orang-orang hidup", bunda "Kristus paripurna". Dalam kedudukan itu ia bersama dengan keduabelasan "sehati bertekun dalam doa" (Kis 1:14), ketika Roh Kudus pada pagi hari Pentekosta menyatakan awal "zaman terakhir" dengan memunculkan Gereja. (Katekismus Gereja Katolik Nomor 726)

Sudah dari sejak kehidupannya di bumi, Maria selalu berdoa bersama-sama dengan para murid Yesus. Maria bertekun dengan sehati dalam doa bersama-sama (Kisah Para Rasul 1:14).

Umat berdoa melalui Bunda Maria bukan untuk menjadikan Bunda Maria sebagai pengganti Tuhan, melainkan umat hendak berdoa bersama-sama dengan Bunda Maria sang pendoa ulung, menyatukan doa sang umat dengan doa Bunda Maria.

Umat meminta perantaraan Bunda Maria untuk menyampaikan permohonan doa sang umat kepada Tuhan. Yang mengabulkan permohonan doa adalah Tuhan, bukan Bunda Maria. Tapi karena Bunda Maria adalah sosok yang paling mengerti tentang Tuhan, sangat mengetahui apa yang menjadi kehendak Tuhan, maka Bunda Marialah yang paling tahu bagaimana untuk menyampaikan permohonan doa umat supaya berkenan di hadapan-Nya. Jadi, Bunda Maria, sang pendoa ulung dan perantara terunggul, mendoakan umat dan menolong umat dalam permohonan doanya supaya dikabulkan oleh Tuhan.

Santa Maria, Bunda Allah, doakanlah kami... Bersama Elisabet kita merasa heran, "Siapakah aku ini, sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku?" (Luk 1:43). Karena Maria hendak memberi kita Puteranya Yesus, maka ia yang adalah Bunda Allah, juga menjadi Bunda kita. Kita dapat menyampaikan kepadanya segala kesusahan dan permohonan kita. Ia berdoa bagi kita, sebagaimana ia berdoa untuk dirinya sendiri: "Jadilah padaku menurut perkataanmu itu" (Luk 1:38). Kalau kita mempercayakan diri kepada doanya, kita menyerahkan diri bersama dia kepada kehendak Allah: "Jadilah kehendak-Mu". (Katekismus Gereja Katolik Nomor 2677)

Berdasarkan turut serta yang unik dari Perawan Maria dalam karya Roh Kudus, Gereja suka berdoa dalam persatuan dengannya, supaya bersama dia memuji hal-hal besar yang telah dikerjakan Allah baginya, dan untuk mempercayakan kepada Maria permohonan dan pujian. (Katekismus Gereja Katolik Nomor 2682)

Di dalam doa, Roh Kudus mempersatukan kita dengan pribadi Putera yang tunggal dalam kodrat manusia-Nya yang dimuliakan. Melalui Dia dan di dalam Dia doa kita, sebagai putera-puteri Allah di dalam Gereja, disatukan dengan Bunda Yesus. (Katekismus Gereja Katolik Nomor 2673)

Maria adalah pendoa sempurna dan citra Gereja. Kalau kita berdoa kepadanya, kita menyetujui bersama dia keputusan Bapa, yang mengutus Putera-Nya untuk menyelamatkan semua manusia. Sebagaimana murid yang dicintai Yesus, kita juga menerima Bunda Yesus yang telah menjadi Bunda semua orang hidup, ke dalam rumah kita. Kita dapat berdoa dan memohon bersama dia. Doa Gereja seakan-akan didukung oleh doa Maria; ia disatukan dengan Maria dalam harapan. (Katekismus Gereja Katolik Nomor 2679)

Maria adalah pendoa sempurna. Banyak dari penampakan Bunda Maria di bumi, dilaporkan oleh para saksi bahwa Bunda Maria terlihat dalam posisi sedang berdoa. Kerap juga Bunda Maria mengajak anak-anak atau umat yang menyaksikan penampakannya itu untuk berdoa bersama. Itulah sebabnya media yang digunakan untuk mengingatkan umat tentang Bunda Maria, seperti patung atau pun gambar, menggambarkan Bunda Maria yang sedang berdoa, dengan kedua tangan terkatup atau pun terangkat dalam posisi doa dengan mata yang terarah ke surga.

Salah satu penampakan Bunda Maria di Knock, Irlandia, pada tahun 1879 menunjukkan Bunda Maria sang pendoa. Menurut laporan para saksi, penampakan yang berlangsung sekitar hampir dua jam tersebut, Bunda Maria terlihat sedang tenggelam dalam doa. Kedua tangan Bunda Maria terangkat dalam posisi doa dengan mata terarah ke surga. Selama penampakan berlangsung, Bunda Maria tidak mengatakan sepatah kata pun, tetap dalam keadaan posisi berdoa yang khusyuk.

Sejak saat itu, aku tidak pernah mengalami suatu serangan pun melawan keutamaan ini, baik dalam hati maupun dalam budiku. Belakangan aku mengerti bahwa ini adalah salah satu rahmat yang paling besar yang telah diperoleh Santa Perawan Maria yang tersuci bagiku karena sudah bertahun-tahun aku meminta rahmat ini dari dia. Sejak saat itu aku telah mengalami perkembangan devosiku kepada Bunda Allah. Ia telah mengajar aku bagaimana mencintai Allah secara batin dan juga bagaimana melaksanakan kehendak-Nya yang kudus dalam segala hal. O, Maria, engkau adalah sukacitaku sebab lewat engkau Allah turun ke bumi, [dan] ke dalam hatiku. (Buku Harian Santa Faustina Nomor 40)

1 September 1937. Aku melihat Tuhan Yesus seperti seorang raja dalam keagungan besar; Ia memandang bumi dengan murka. Tetapi, karena permohonan Bunda-Nya, Ia memperpanjang saat kerahiman-Nya. (Buku Harian Santa Faustina Nomor 1261)

Novena itu harus kulaksanakan dengan ujud untuk tanah airku. Pada hari ketujuh novena itu, aku melihat Bunda Allah mengenakan pakaian yang cemerlang di antara surga dan bumi. Ia sedang berdoa dengan tangan terkatup di dada dan matanya menatap ke surga. Dari hatinya, terpancar sinar yang berapi-api, sebagian terpancar menuju ke surga, sedangkan sebagian yang lain menyelubungi negara kami. (Buku Harian Santa Faustina Nomor 33)

Penampakan Bunda Allah. Di tengah cahaya yang terang benderang, aku melihat Bunda Allah… Kemudian, ia memandang aku dengan ramah dan berkata, "Aku adalah Bunda dari Allah para Imam." Sambil berkata demikian, ia menurunkan Yesus dari pelukannya ke tanah, mengangkat tangannya ke surga dan berkata, "Ya Allah, berkatilah Polandia, berkatilah para imam." (Buku Harian Santa Faustina Nomor 1585)

Berdasarkan catatan Buku Harian Santa Faustina tersebut, terlihat jelas peranan Bunda Maria sebagai Bunda Allah, Bunda Gereja, pendoa, penolong, dan perantara bagi umat. Bunda Maria yang terlihat mendoakan umat, memohonkan berkat, dan kerahiman Tuhan atas dunia. Santa Faustina yang memohonkan rahmat tertentu kepada Tuhan melalui perantaraan Bunda Maria yang kemudian berhasil diperoleh Bunda Maria dari Tuhan bagi Santa Faustina. Juga oleh karena doa permohonan Bunda Maria bagi dunia maka Tuhan Yesus memperpanjang masa kerahiman-Nya bagi bumi yang telah menimbulkan murka-Nya.

Pada waktu yang lain, aku mendengar kata-kata ini, "Pergilah kepada Muder Superior dan mintalah kepadanya untuk mengizinkan engkau setiap hari melakukan adorasi selama sembilan hari. Selama adorasi ini cobalah menyatukan dirimu dalam doa dengan Bunda-Ku. Berdoalah dengan segenap hatimu dalam kesatuan dengan Maria, dan berusahalah juga dalam waktu ini melaksanakan Jalan Salib!" (Buku Harian Santa Faustina Nomor 32)

[3 Februari 1938]. Hari ini, sesudah komuni kudus, Yesus sekali lagi memberikan beberapa petunjuk kepadaku, "… Kedua, dalam pertempuran ini, jangan sampai engkau kehilangan damai; hiduplah di hadirat-Ku; mintalah pertolongan kepada Bunda-Ku dan kepada para kudus..." (Buku Harian Santa Faustina Nomor 1560)

Tuhan Yesus sendiri bahkan kerap menyuruh Santa Faustina untuk berdoa dalam kesatuan dengan Maria, meminta pertolongan kepada Bunda-Nya tersebut. Kalau saja Tuhan Yesus terus menggunakan Bunda Maria sebagai alat-Nya untuk menolong umat-Nya, menjadikan Bunda Maria sebagai perantara kepada umat-Nya, lalu mengapa masih ada banyak umat yang berkeras hati menolak Bunda Maria sebagai bundanya juga, sebagai perantara, dan penunjuk jalan kepada Tuhan Yesus?

Sejarah membuktikan bahwa orang-orang kudus besar selalu mempunyai devosi istimewa kepada Bunda Maria. Mengapa? Karena seperti perkataan Santo Louis de Montfort, satu-satunya jalan yang paling cepat dan pasti menuju kekudusan adalah melalui Bunda Maria. Melalui Bunda Maria maka umat akan lebih cepat sampai kepada Tuhan Yesus. Dengan peranan Bunda Maria yang begitu besar dan penting, apakah umat masih hendak menolak Bunda Maria?

Dalam salah satu doa, aku tahu betapa jiwa Pastor Andrasz menyenangkan Hati Allah. Ia adalah anak Allah yang sejati. Jarang sekali keputraan ilahi terpancar sedemikian cemerlang dalam suatu jiwa seperti dalam jiwa imam ini, dan hal ini terjadi karena ia memiliki devosi istimewa kepada Bunda Allah. (Buku Harian Santa Faustina Nomor 1388)

Abba, have mercy
Lord Jesus, have mercy
Holy Spirit, have mercy
Holy Trinity, have mercy

23 Mei 2023
HIS Little Servant
Yulianti Tay

Baca juga tulisan:
- Bunda Maria Dalam Hidupku
- Mengenal Bunda Maria, Bagian 1: Bunda Maria, Karunia Kerahiman Allah
- Mengenal Bunda Maria, Bagian 2: Peranan Maria (Part 1)