CAHAYA IMAN KATOLIK

Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apa pun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. (Filipi 4:6)

Roh Kudus: Guruku, Pembimbingku, Bagian 5: Hidup Yang Diubahkan

Roh Kudus: Guruku, Pembimbingku
Bagian 5: Hidup Yang Diubahkan

yaitu bahwa kamu, berhubung dengan kehidupan kamu yang dahulu, harus menanggalkan manusia lama, yang menemui kebinasaannya oleh nafsunya yang menyesatkan, supaya kamu dibaharui di dalam roh dan pikiranmu, dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya. (Efesus 4:22-24)


Kali ini adalah tulisan bagian terakhir saya mengenai seri ‘Roh Kudus: Guruku, Pembimbingku’.

Pada bagian pertama saya telah menceritakan perjumpaan pertama saya dengan Roh Kudus. Lalu pada bagian kedua mengenai kehadiran Roh Kudus dalam diri saya setelah saya bertobat. Bagian ketiga tentang rahmat dan karunia Roh Kudus yang telah dianugerahkan-Nya kepada saya. Bagian keempat tentang bagaimana Roh Kudus membimbing dan mengajarkan saya untuk berubah menjadi lebih baik dan bekerja sama dengan rahmat-Nya. Dan kali ini, saya ingin mengisahkan bagaimana Roh Kudus telah mengubahkan kehidupan saya semenjak pertobatan saya.

KEHIDUPAN SEBELUM PERTOBATAN SEJATI

Sebelum bertobat, saya gemar bermain games di ipad, seperti jenis RPG (Role Play Games) dimana saya bermain sebagai seorang ksatria yang mempunyai misi mengalahkan karakter yang jahat; Plants vs Zombie; Candy Crush; games membangun dan memperbaiki taman atau peternakan; games memecahkan misteri; games membangun kerajaan dan banyak lagi jenis games lainnya.

Ketika malam hari anak-anak saya telah tertidur, saya tidak tidur melainkan bermain games di ipad. Saat waktu di Singapura telah melewati tengah malam sedangkan di belahan bumi lainnya telah memasuki waktu pagi atau siang hari, saya berkomunikasi dengan para pemain games lainnya yang berasal dari berbagai negara, bersama-sama menyerang kerajaan milik pemain games lainnya yang kami anggap sebagai musuh. Terkadang saya merasa takjub bagaimana sekelompok orang asing yang tidak saling kenal dan tinggal di berbagai negara yang berjauhan namun bisa bersatu dalam games.

Saya juga hobi menonton film dan drama Korea. Terkadang saya bisa menghabiskan waktu berjam-jam tanpa henti untuk menonton drama Korea. Ketika ada aktor Korea yang menarik hati saya maka saya akan berusaha untuk mencari tahu mengenai kisah hidup sang aktor, menatap foto-foto sang aktor, mengikuti berita-berita tentang si aktor, dan menonton film-film sang aktor.

Saya ingat, belasan tahun yang lalu ketika pertama kali saya menonton drama komedi populer yang dibintangi oleh Hyun Bin, saya langsung terpesona oleh sang aktor tersebut. Hyun Bin yang masih baru berusia awal dua puluhan saat itu, terlihat sangat tampan di mata saya. Saya pun kerap mengulang menonton dramanya tersebut melalui VCD (Video Compact Disc) yang saya beli. Saat itu hanya bisa menonton melalui VCD, tidak bisa menonton secara online seperti sekarang ini.

Saya juga suka shopping barang-barang yang sedang diskon. Walaupun terkadang sebetulnya saya tidak membutuhkan barang tersebut namun kenyataan bahwa barang tersebut sedang dijual murah sudah memberikan cukup alasan bagi saya untuk membelinya.

Saya juga terobsesi untuk membeli rumah baru yang bisa saya desain sendiri, terutama bagian dapurnya. Rumah yang kami tempati saat ini kami beli dari pemilik sebelumnya tanpa kami renovasi apa pun, hanya mengecat dan mengganti lampu saja. Saya selalu merasa tidak suka dengan desain dapur rumah kami. Itulah sebabnya saya selalu ingin membeli rumah baru sesuai dengan desain yang saya inginkan. Namun, suami saya tidak menyetujui ide untuk membeli rumah baru. Saya merasa suami tidak mendukung saya sehingga membuat saya selalu merasa kesal dengan suami.

HIDUP YANG DIUBAHKAN OLEH ROH KUDUS

Tetapi apa yang dahulu merupakan keuntungan bagiku, sekarang kuanggap rugi karena Kristus. Malahan segala sesuatu kuanggap rugi, karena pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhanku, lebih mulia dari pada semuanya. Oleh karena Dialah aku telah melepaskan semuanya itu dan menganggapnya sampah, supaya aku memperoleh Kristus (Filipi 3:7-8)

Setelah sungguh bertobat, apa yang sebelumnya saya sukai dan gemar lakukan, kini telah menjadi hal yang biasa saja bagi saya, sudah tidak menarik hati saya lagi.
Hobi saya berubah.
Cara pandang saya berubah.
Kebiasaan saya berubah.

Hobi saya bermain games dan menonton film dan drama Korea menjadi hilang. Saya sudah tidak tertarik lagi untuk bermain games dan menonton. Sekarang bagi saya, hobi bermain games dan menonton adalah suatu kesia-siaan. Saya lebih tertarik untuk menggunakan waktu saya, me time, untuk membaca buku rohani, mendengarkan video pengajaran rohani, merenung, berdoa, dan membaca Alkitab. Saya merasa ‘haus’ untuk semakin mengenal Allah dan Kerajaan-Nya.

Bahkan di sela-sela kesibukan harian saya mengurus keluarga dan rumah, saya selalu berusaha menyambi dengan mendengarkan video pengajaran rohani. Mata, kaki, dan tangan saya sibuk melakukan pekerjaan harian sementara telinga saya mendengarkan suara di video.

Bersamaan dengan hilangnya hobi saya menonton film dan drama Korea maka saya pun sudah tidak tertarik lagi dengan para aktor tampan yang sebelumnya begitu saya gandrungi. Hyun Bin yang sekarang semakin dewasa terlihat semakin tampan memesona dan semakin terkenal, sudah tidak menarik hati saya lagi. Ketika orang-orang sekeliling saya selalu membicarakan tentang Hyun Bin, mengirimkan foto dan berita tentang Hyun Bin, saya tidak merasa tertarik untuk mengetahui ataupun mengikuti berita tentang Hyun Bin lagi.

Terkadang saya merasa heran, telah hilang kemanakah segala perasaan ketertarikan saya terhadap para aktor tampan yang dulu begitu kuat mengikat diri saya?
Walaupun saya masih merasa para aktor tampan tersebut masih tetap memesona namun saya ada kesadaran bahwa saya tidak perlu mengidolakan mereka lagi.

Kesadaran saya mengatakan bahwa tidak seharusnya saya mengidolakan manusia melebihi Tuhan.
Kesadaran saya menyatakan bahwa daripada saya menghabiskan waktu untuk mencari tahu berita tentang sang idola, hanya untuk memenuhi rasa keingintahuan saya belaka supaya selalu merasa up to date (terkini) dan tidak merasa ketinggalan jaman maka lebih baik saya menggunakan waktu saya secara lebih bijaksana dan bermanfaat bagi jiwa saya, yaitu dengan berusaha untuk semakin mengenal Allah dan Kerajaan-Nya melalui material pengajaran rohani, memperdalam relasi saya dengan Tuhan melalui doa dan renungan.
Sekarang bagi saya, mengidolakan manusia adalah suatu kesia-siaan.

Saya juga sudah tidak sembarang shopping lagi. Walaupun saya masih tergoda untuk membeli barang yang sedang dijual murah karena sedang diskon besar namun ada kesadaran dalam diri saya yang membantu saya untuk menentukan, apakah saya sungguh membutuhkan barang tersebut atau tidak. Kesadaran inilah yang membuat saya mampu menahan dan mengatasi nafsu shopping yang tidak berguna. Jadi, setiap ada acara diskon barang, saya akan tetap mencoba melihat barang-barang yang sedang didiskon. Apabila ada barang yang kebetulan berguna bagi saya, barulah saya beli. Saat timbul keinginan untuk membeli barang yang didiskon namun tidak berguna bagi saya maka saya bisa mengatasi keinginan ini dan tidak menurutinya.

Saya juga sudah tidak ada keinginan untuk membeli rumah baru lagi. Sekarang bagi saya, rumah saya yang sekarang saya tempati ini sudah cukup baik. Walaupun masih ada rasa kurang suka terhadap desain dapur di rumah namun saya sudah bisa menerima perasaan kurang suka ini dan tidak terobsesi lagi untuk membeli rumah baru hanya karena saya kurang suka dengan dapur yang sekarang ini. Dengan hilangnya obsesi saya untuk membeli rumah baru maka saya pun sudah tidak berselisih paham dengan suami lagi, tidak merasa kesal dengan suami lagi. Sehingga relasi saya dengan suami pun membaik.

Saya menyadari sepenuhnya bahwa perubahan-perubahan dalam diri dan kehidupan saya itu adalah karena rahmat-rahmat Allah yang telah diberikan oleh Roh Kudus. Rahmat-rahmat Allah yang telah membebaskan saya dari belenggu-belenggu ikatan yang dapat merusak jiwa saya.

Tanpa rahmat Allah, tidak mungkin saya bisa bebas dari belenggu keterikatan terhadap games dan menonton film.
Tanpa rahmat Allah, tidak mungkin saya bisa bebas dari belenggu keterikatan menyukai dan mengidolakan para aktor Korea.
Tanpa rahmat Allah, tidak mungkin saya bisa bebas dari belenggu nafsu shopping yang tidak berguna.
Tanpa rahmat Allah, tidak mungkin saya bisa memperoleh ketenteraman dan pemulihan kembali dalam kehidupan berkeluarga saya.

Semuanya semata adalah belas kasih Allah yang begitu besar yang telah dicurahkan-Nya terhadap saya. Tidak henti rasa syukur saya mengalir setiap saya mengingat kasih kebaikan Allah yang saya puja ini.

Bersama dengan Roh Kudus, saya telah menjalani kehidupan yang baru. Diri saya yang lama telah diubahkan oleh Roh Kudus sehingga kehidupan saya yang lama yang tidak baik pun otomatis berubah. Kehidupan baru yang lebih bebas di dalam Tuhan, bebas dari belenggu-belenggu yang sebelumnya banyak mengikat jiwa saya, merusak jiwa dan kehidupan saya, menghilangkan kedamaian dalam keluarga saya, dan banyak hal buruk lainnya.

Seiring dengan perjalanan saya untuk semakin mendekati Tuhan maka iblis pun semakin gencar berusaha menggoda dan menyerang supaya saya tidak mendekat kepada Tuhan. Iblis selalu berusaha menggoda dan menghasut supaya saya kembali kepada kehidupan yang lama.

Walaupun Tuhan telah memberikan begitu banyak rahmat terhadap saya, tetap saya harus berjuang untuk tetap taat dan setia kepada Tuhan. Dalam ketekunan dan kehendak yang kuat untuk tetap selalu menatap Wajah Allah, mendengarkan-Nya, dan menuruti kehendak-Nya.

Dengan hanya rahmat Tuhan saja tanpa disertai kehendak saya untuk tetap bertekun, taat, dan setia kepada Tuhan maka dengan mudah saya akan jatuh kembali kepada kehidupan yang lama, kehidupan yang penuh dengan belenggu jiwa dan ketidakdamaian.
Dengan kehendak saya saja untuk tetap setia mengikuti Tuhan tanpa disertai rahmat Tuhan maka saya tidak akan kuat menghadapi segala serangan dan godaan dari si iblis yang begitu menginginkan kebinasaan jiwa saya.
Itulah sebabnya saya sangat membutuhkan rahmat-rahmat Tuhan untuk menopang kehidupan saya yang baru dan saya juga harus menanggapi rahmat-rahmat Tuhan ini, bekerja sama dengan Roh Kudus supaya kehidupan baru yang saya jalani dapat terus bertumbuh di dalam Tuhan, semakin dekat dengan-Nya.

Kemerdekaan dan rahmat. Rahmat Kristus sama sekali tidak membatasi kemerdekaan kita, jikalau kemerdekaan ini sesuai dengan cita rasa kebenaran dan kebaikan, yang Allah telah letakkan di dalam hati manusia. Pengalaman Kristen membuktikan yang sebaliknya terutama dalam doa: semakin kita mengikuti dorongan rahmat, maka kemerdekaan batin kita dan ketabahan kita dalam percobaan serta dalam menghadapi tekanan dan paksaan dari dunia luar akan semakin bertambah. Melalui karya rahmat, Roh Kudus mendidik kita menuju kemerdekaan rohani, supaya menjadikan kita rekan kerja yang bebas dari karya-Nya dalam Gereja dan dunia... (Katekismus Gereja Katolik Nomor 1742)

Aku akan memberikan mereka hati yang lain dan roh yang baru di dalam batin mereka; juga Aku akan menjauhkan dari tubuh mereka hati yang keras dan memberikan mereka hati yang taat, supaya mereka hidup menurut segala ketetapan-Ku dan peraturan-peraturan-Ku dengan setia; maka mereka akan menjadi umat-Ku dan Aku akan menjadi Allah mereka. (Yehezkiel 11:19-20)

Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang. (2 Korintus 5:17)

Jangan lagi kamu saling mendustai, karena kamu telah menanggalkan manusia lama serta kelakuannya, dan telah mengenakan manusia baru yang terus-menerus diperbaharui untuk memperoleh pengetahuan yang benar menurut gambar Khaliknya. (Kolose 3:9-10)

Abba, have mercy
Lord Jesus, have mercy
Holy Spirit, have mercy
Holy Trinity, have mercy

30 Maret 2022
HIS Little Servant
Yulianti Tay