Our Lady of Good Success: Penampakan di Quito-Ekuador
Our Lady of La Salette: Penampakan di La Salette
Our Lady of Lourdes: Penampakan di Lourdes
Our Lady of Good Guards: Penampakan di La Fraudais
Our Lady of Tilly: Penampakan di Tilly
Our Lady of Fatima: Penampakan di Fatima
Our Lady of Akita: Penampakan di Akita
PESAN-PESAN ILAHI DALAM PENAMPAKAN BUNDA MARIA
OUR LADY OF GARABANDAL: PENAMPAKAN DI GARABANDAL
Nubuat-nubuat yang dahulu sekarang sudah menjadi kenyataan, hal-hal yang baru hendak Kuberitahukan. Sebelum hal-hal itu muncul, Aku mengabarkannya kepadamu. (Yesaya 42:9)
SEJARAH PENAMPAKAN BUNDA MARIA
Antara tahun 1961 dan 1965, terjadi lebih dari 3000 penampakan Bunda Maria di hadapan publik di San Sebastian de Garabandal, sebuah desa kecil sederhana di Spanyol, kepada empat gadis remaja usia antara 11 dan 12 tahun: Conchita Gonzales, Mari Cruz Gonzales, Jacinta Gonzales dan Mari Loli Mazon.
Penampakan pertama terjadi pertama kali pada tanggal 18 Juni 1961 kepada keempat gadis remaja tersebut. Mendengar suara keras seperti halilintar di dataran hijau, keempat gadis remaja tersebut melihat sosok terang Malaikat Agung Mikhael yang tiba-tiba muncul. Malaikat Agung Mikhael hanya diam menatap tajam mereka dan segera menghilang. Malaikat Agung Mikhael menampakkan diri beberapa kali di tempat yang sama kepada keempat gadis remaja tersebut.
Pada tanggal 1 Juli, Santo Mikhael menampakkan diri tapi kali ini untuk pertama kalinya berbicara kepada keempat gadis remaja tersebut, mengumumkan bahwa Bunda Maria akan datang keesokan harinya sebagai Our Lady of Mount Carmel (Bunda Karmel). Keempat gadis remaja tersebut kembali ke desa mereka dan melaporkan tentang pengumuman Santo Mikhael kepada keluarga mereka.
Pada tanggal 2 Juli, kerumunan besar yang terdiri dari orang-orang luar kota, termasuk dokter-dokter dan para imam, mengikuti keempat gadis remaja tersebut ke tempat penampakan Santo Mikhael. Begitu tiba di tempat tersebut, keempat gadis remaja tersebut segera masuk dalam keadaan ekstase (keadaan di luar kesadaran diri, seperti keadaan orang yang sedang khusyuk bersemadi).
Bunda Maria menampakkan diri dengan didampingi oleh dua Malaikat, yaitu Santo Mikhael dan Malaikat satunya lagi yang tidak dikenali oleh keempat gadis remaja tersebut. Bunda Maria berpakaian jubah putih dengan mantel biru, bermahkotakan dua belas bintang emas dan menggendong Kanak-Kanak Yesus. Ada Brown Scapular (Skapulir Cokelat) di lengan kanannya. Bunda Maria mewujudkan dirinya sebagai Bunda Karmel.
KEAJAIBAN HOSTI KUDUS
Karena kurangnya imam, desa Garabandal berbagi seorang imam dengan kota Cosio di sebelahnya sehingga menjadi sulit bagi keempat gadis remaja tersebut untuk menerima Komuni Kudus seperti yang ditentukan oleh Sang Malaikat dan Bunda Maria. Maka Sang Malaikat datang dari waktu ke waktu untuk memberikan Komuni kepada mereka yang langsung jatuh berlutut membuka mulutnya untuk menerima Tuhan Yesus.
Pada tanggal 2 Mei 1962, Sang Malaikat memberitahukan Conchita bahwa Tuhan akan melakukan sebuah keajaiban sehingga semua orang akan percaya: mereka akan melihat Hosti Kudus di atas lidahnya pada saat Komuni Kudus. Sang Malaikat menjelaskan bahwa untuk pemberian keajaiban ini, Conchita harus mengumumkan kejadian ini 15 hari sebelumnya.
Pada tanggal 18 Juli 1962, Garabandal dipenuhi oleh para pengunjung. Saat tengah malam, Conchita yang sedang berada di rumahnya yang kemudian dikelilingi oleh para pengunjung, masuk ke dalam keadaan ekstase dan keluar ke jalanan. Dalam jarak dekat dari rumahnya, Conchita jatuh dengan sangat keras di atas kedua lututnya di hadapan kerumunan orang. Lentera-lentera dipusatkan menyinarinya. Setelah beberapa saat, di tengah banyaknya kilatan lampu kamera, Conchita mengeluarkan lidahnya di mana tidak ada sesuatu di atasnya. Beberapa detik kemudian, nampak sebuah Hosti Putih muncul begitu saja di atas lidahnya dan tetap di lidahnya selama beberapa menit untuk dilihat oleh setiap orang.
KETAATAN KEPADA PARA USKUP DAN IMAM
Ketika Bunda Maria meminta para imam datang dan menyaksikan kejadian-kejadian di Garabandal, para gadis remaja tersebut dengan sedih mengatakan bahwa Uskup Santander melarang para imam untuk datang. Bunda Maria kemudian berkata:
Jika Sang Uskup mengatakan para imam untuk tidak datang, maka biarkan keputusannya dipatuhi.
Kalimat ini menekankan pengajaran Bunda Maria tentang pentingnya para Uskup dan imam dan menjaga ketaatan terhadap Gereja Katolik. Bunda Maria juga berkata:
Seorang imam lebih penting daripada seorang Malaikat. Jika kamu bertemu seorang imam dan seorang Malaikat pada saat yang bersamaan, kamu harus menyapa sang imam terlebih dahulu.
Bunda Maria memberitahukan kepada para gadis remaja tersebut tentang The Warning, The Miracle dan The Chastisement.
THE WARNING (PERINGATAN)
The Warning (Peringatan) akan datang dari Tuhan langsung dan akan terlihat oleh seluruh dunia dan dari tempat mana pun di mana siapa pun mungkin sedang berada. Peringatan itu akan seperti pengungkapan dosa-dosa umat, akan bisa dilihat dan dirasakan oleh setiap orang, umat beriman maupun umat tidak beriman, terlepas dari agama apa pun yang dianutnya. Peringatan itu akan terjadi di langit, tidak ada satu pun yang akan bisa menghalanginya untuk terjadi.
Conchita menambahkan:
Peringatan itu tidak akan membunuh kita. Itu akan menjadi koreksi hati nurani kita. Itu akan menimbulkan ketakutan yang besar dan membuat kita merefleksikan dalam diri kita sendiri akan konsekuensi dari dosa-dosa pribadi kita. Itu akan menjadi seperti sebuah peringatan akan hukuman yang akan datang. Dengan cara ini dunia akan ditawarkan sarana pemurnian untuk mempersiapkan dunia terhadap rahmat yang luar biasa the Great Miracle (Keajaiban Besar).
Bunda Maria memberitahukan Conchita bahwa sebelum kejadian masa depan terjadi, akan ada sebuah Sinode. Conchita lalu menceritakannya kepada tantenya yang kemudian menanyakan Conchita apakah Sinode yang dimaksudnya adalah Konsili. Karena pada saat itu adalah masanya Konsili Vatikan II dan tidak dikenal tentang Sinode. Conchita lalu menjawab tantenya bahwa Bunda Maria tidak mengatakan Konsili melainkan Sinode. Conchita mendefinisikan Sinode sebagai konsili kecil.
Sebuah Sinode Tingkat Keuskupan yang digerakkan oleh Paus Fransiskus dijadwalkan di Roma pada Oktober 2022. Tahun 2022 menjadi tahun dimana berakhirnya Sinode Episkopal Jerman selama dua tahun yang paling kontroversial yang bertujuan untuk mereformasi Gereja Katolik Jerman.
Bunda Maria memberitahukan keempat gadis remaja tersebut bahwa The Warning (Peringatan) akan terjadi setelah sesuatu seperti perpecahan terjadi dalam Gereja.
THE MIRACLE (KEAJAIBAN)
Conchita menjelaskan:
Tentang Keajaiban, Bunda Maria memberitahukanku bahwa aku tidak boleh mengatakan tanggalnya hingga 8 hari sebelumnya. Suatu keajaiban besar akan terjadi di Garabandal agar semua orang percaya dengan penampakan-penampakan (di Garabandal) dan patuh kepada pesannya. Tentang hukuman, kita layak menerimanya karena dosa-dosa dunia sangat besar; Keajaiban juga haruslah yang sangat besar karena dunia membutuhkannya. Itu akan terjadi pada hari Kamis pada hari raya seorang Kudus yang setia kepada Ekaristi pada pukul 8.30 malam hari dan akan berlangsung sekitar seperempat jam.
Keajaiban itu juga akan terjadi bertepatan dengan acara besar dalam Gereja. Yang sakit yang datang ke Garabandal pada hari tersebut akan disembuhkan, yang tidak beriman akan bertobat. Akan ada tanda permanen di The Pines (Pohon Pinus) sebagai sebuah bukti akan cinta Bunda Maria yang luar biasa terhadap anak-anaknya. Tanda yang tertinggal itu akan dapat dilihat, difoto dan disiarkan di televisi tapi tidak bisa disentuh. Tanda tersebut akan tampak dengan jelas bahwa itu adalah sesuatu yang bukan dari dunia ini melainkan dari Tuhan.
Dengan sarana komunikasi dan perjalanan yang ada saat ini, 8 hari cukup bagi orang-orang di sekeliling dunia untuk berkumpul. Hari terjadinya Keajaiban mungkin adalah kesempatan terakhir yang diberikan oleh Tuhan dan mungkin juga merupakan usaha terakhir Bunda Maria untuk menyelamatkan dunia dari hukuman yang sudah mengancam. Bunda Maria tidak mengijinkanku untuk mengungkapkan jenis keajaibannya walaupun aku sudah mengetahuinya. Akan tetapi sebelum Keajaiban terjadi, Bunda Maria sudah mengatakan bahwa seluruh umat manusia akan menerima sebuah peringatan dari Surga terlebih dahulu.
Tanggal terjadinya Keajaiban tidak diungkapkan kepada para visionaris, namun Mari-Loli mengetahui tahunnya dan menyatakan:
Keajaiban akan terjadi dalam waktu satu tahun setelah Peringatan.
THE CHASTISEMENT (HUKUMAN)
Conchita menuliskan tentang hukuman dunia yang telah diumumkan oleh Bunda Maria:
Aku tidak dapat mengungkapkan hukuman macam apa kecuali bahwa hukuman itu adalah akibat campur tangan langsung Tuhan, yang membuatnya lebih mengerikan dan menakutkan dari apapun yang bisa kita bayangkan. Akan lebih tidak menyakitkan bagi bayi-bayi yang tidak bersalah untuk meninggal secara wajar dibandingkan bayi-bayi yang meninggal karena hukuman. Seluruh umat Katolik harus pergi pengakuan dosa sebelum hukuman dan yang lainnya harus bertobat dari dosa-dosa mereka. Ketika aku melihatnya (hukuman), aku merasakan rasa takut yang luar biasa walaupun pada saat yang bersamaan aku melihat Bunda Maria. Hukumannya, jika datang, akan datang setelah Keajaiban.
Ketika Bunda Maria berbicara kepada kami, wajahnya tampak sangat sedih. Kami tidak pernah melihatnya terlihat begitu serius. Ketika Bunda Maria mengatakan kata-kata ‘Cawannya sudah terisi’, dia berbicara dengan suara yang sangat rendah.
Pada tanggal 13 November 1965, Bunda Maria yang menggendong Kanak-Kanak Yesus menampakkan diri untuk terakhir kalinya kepada Conchita. Conchita memberikan rinciannya dalam sebuah surat.
Bunda Maria memberitahukanku bahwa Yesus tidak menghendaki mengirimkan hukuman untuk menyusahkan kita akan tetapi untuk menolong kita dan menegur kita karena kita tidak memperhatikan-Nya. Dan Peringatan akan dikirim untuk memurnikan kita demi Keajaiban di mana Dia akan menunjukkan kepada kita kasih-Nya yang besar dan agar kita dapat memenuhi pesan tersebut.
Keajaiban akan terjadi agar kita akan memenuhi pesan tersebut dan juga untuk mengkonfirmasi penampakan-penampakan ini. Namun, jika kita memenuhi pesan tersebut, tidak masalah jika kita tidak memercayai penampakan-penampakan tersebut.
RESPON GEREJA DAN PARA KUDUS
Hingga tahun 2022, tidak ada pernyataan resmi yang dikeluarkan dari Roma ataupun Uskup Santander sehubungan dengan pendirian formal Gereja mengenai peristiwa-peristiwa di Garabandal. Gereja dengan bijaksana dan hati-hati menahan pendapatnya hingga semua yang telah dinubuatkan untuk terjadi. Jarang sekali penampakan-penampakan mendapat dukungan kuat dari Roma. Garabandal tidak terkecuali.
Walaupun Gereja tidak mengeluarkan pernyataan menyetujui ataupun menentang penampakan di Garabandal, namun ada beberapa orang Kudus yang mendukung penampakan di Garabandal.
Tanggal 3 Maret 1962, Padre Pio menulis surat kepada keempat visioner Garabandal untuk memenuhi perintah Bunda Maria agar Padre Pio memberitahukan mereka tentang Rosario Suci Fatima. Pada Februari 1966, Conchita bertemu dengan Padre Pio. Bahkan Padre Pio kerap menyarankan umat untuk mengunjungi Garabandal. Kepada Joachim Boufflet, seorang dokter dan Profesor Filosofi di Universitas Sorbonne di Paris dan juga seorang Konsultan untuk Kongregasi untuk Causes of Saints di Roma, Padre Pio mengatakan bahwa penampakan di Garabandal adalah benar. Padre Pio juga berpesan untuk memberikan tudung yang menutupi wajahnya setelah kematiannya dan salah satu sarung tangannya kepada Conchita.
Bunda Teresa Kalkuta yang juga menunjukkan minatnya terhadap fenomena di Garabandal lalu menjadi ibu baptis anak-anak Conchita. Conchita saat ini sudah berusia 75 tahun dan tinggal di Amerika.
SEBAGIAN PESAN DAN NUBUAT BUNDA MARIA
Banyak pengorbanan yang harus dilakukan. Banyak penebusan dosa yang harus dilakukan. Kalian harus banyak mengunjungi Sakramen Maha Kudus, namun pertama-tama kalian harus menjadi orang yang sangat baik. Jika tidak, maka hukuman akan menimpa kalian. Cawan itu sudah terisi, dan jika kalian tidak berubah, maka hukuman yang sangat besar akan menimpa kalian.
Kalian tidak menunggu hukuman karena kalian mengabaikan pesan pertamaku melalui cara hidup kalian. Hukuman akan datang karena dunia belum berubah. Persiapkanlah diri kalian. Pergilah pengakuan dosa karena hukuman akan segera datang jika dunia tidak berubah.
Karena pesanku pada tanggal 18 Oktober belum dipenuhi dan tidak diberitahukan kepada dunia, aku beritahukan kepada kalian bahwa ini adalah pesanku yang terakhir. Sebelumnya, cawannya sedang terisi. Sekarang isi cawannya sudah meluap. Banyak Kardinal, banyak Uskup dan banyak Imam berada di jalan menuju kebinasaan dan membawa banyak jiwa bersama mereka. Ekaristi Kudus kurang diberi arti penting (penghormatan). Kalian harus menjauhkan Murka Tuhan dari kalian dengan upaya-upaya kalian untuk melakukan perubahan-perubahan.
Jika kalian memohon ampun dengan ketulusan jiwa, niscaya Dia akan mengampuni kalian. Aku, Bunda kalian, melalui perantaraan Santo Mikhael Sang Malaikat Agung, ingin memberitahu kalian untuk mengubah hidup kalian. Kalian sekarang menerima peringatan terakhir. Aku sangat mengasihi kalian dan tidak menginginkan penghukuman kalian. Mintalah dengan tulus dan kami akan mengabulkan permintaan kalian. Kalian harus banyak berkorban. Pikirkanlah tentang Sengsara Yesus.
Conchita, aku datang bukan hanya untukmu tetapi aku datang untuk semua anak-anakku, dengan keinginan untuk mendekatkan mereka pada Hati Kami (Hati Kudus Yesus dan Hati Tak Bernoda Maria).
Conchita, mengapa kamu tidak sering mengunjungi Putraku dalam Sakramen Maha Kudus? Mengapa kamu membiarkan dirimu terbawa kemalasan dan tidak pergi mengunjungi Dia yang menunggumu siang dan malam?
Sumber:
1) Buku: Revelations: The Hidden Secrets Messages and Prophecies of the Blessed Virgin Mary, Penulis Xavier Reyes-Ayral.
2) Garabandal: What the Church Has Said, https://www.youtube.com/watch?v=8OewOC50DzA
dan janganlah anggap rendah nubuat-nubuat. Ujilah segala sesuatu dan peganglah yang baik. (1 Tesalonika 5:20-21)
“Tulislah ini: sebelum Aku datang sebagai Hakim yang adil, Aku akan datang lebih dulu sebagai Raja Kerahiman. Sebelum hari penghakiman tiba, akan diberikan tanda kepada umat manusia di langit sebagai berikut: Semua penerang di langit akan padam, dan akan ada kegelapan yang pekat di seluruh bumi. Kemudian tanda salib akan terlihat di langit, dan dari Luka-luka di mana tangan dan kaki Juru Selamat dipaku [akan] memancar cahaya terang benderang yang akan menyinari bumi selama waktu tertentu. Ini akan terjadi tidak lama sebelum hari terakhir.” (Buku Harian Santa Faustina Nomor 83)
In the end, my Immaculate Heart will triumph.
Pada akhirnya, Hatiku Yang Tak Bernoda akan menang.
Abba, have mercy
Lord Jesus, have mercy
Holy Spirit, have mercy
Holy Trinity, have mercy
20 Juli 2024
HIS Little Servant
Yulianti Tay


