Our Lady of Good Success: Penampakan di Quito-Ekuador
Our Lady of La Salette: Penampakan di La Salette
Our Lady of Lourdes: Penampakan di Lourdes
Our Lady of Good Guards: Penampakan di La Fraudais
Our Lady of Tilly: Penampakan di Tilly
Our Lady of Fatima: Penampakan di Fatima
Our Lady of Akita: Penampakan di Akita
PESAN-PESAN ILAHI DALAM PENAMPAKAN BUNDA MARIA
OUR LADY OF AKITA: PENAMPAKAN DI AKITA
Nubuat-nubuat yang dahulu sekarang sudah menjadi kenyataan, hal-hal yang baru hendak Kuberitahukan. Sebelum hal-hal itu muncul, Aku mengabarkannya kepadamu. (Yesaya 42:9)
AWAL PENAMPAKAN BUNDA MARIA
Tahun 1973, ketika Suster Agnes Sasagawa, seorang biarawati setengah tuli di Biara Sisters of the Eucharistic Handmaids of the Sacred Heart di Akita, Jepang, membuka Tabernakel untuk rutinitas doanya, sebuah sinar sangat terang keluar dari dalam Tabernakel dan memenuhi seluruh Biara dengan kilauan lembut yang tak terlukiskan. Kejadian luar biasa ini terjadi tiga kali termasuk saat Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus. Setiap kali kejadian ini terjadi, Suster Sasagawa menanyakan para biarawati lainnya yang hadir saat itu apakah mereka melihat hal yang tidak biasanya dan mereka semua menjawab tidak. Di kesempatan lain, Suster Sasagawa melihat dengan takjub sekelompok malaikat melingkari altar memuja Ekaristi Kudus.
Tanggal 6 Juni 1973, doa Handmaids of the Eucharist (Para Abdi Ekaristi), sebuah doa Ekaristi yang ditulis oleh Uskup Ito sedang didaraskan oleh para biarawati di Kapel Akita ketika Suster Sasagawa mendengar suara Bunda Maria menambahkan kata ”SUNGGUH” ke dalam doa yang sedang didaraskan tersebut, menekankan kebenaran Kehadiran Yesus Kristus secara fisik dan spiritual dalam Sakramen Ekaristi Kudus.
Doa Para Abdi Ekaristi:
Hati Yesus Yang Maha Kudus, ”SUNGGUH” hadir dalam Ekaristi Kudus, aku mengkonsekrasikan tubuh dan jiwaku untuk menyatu sepenuhnya dengan Hati-Mu, dikorbankan setiap saat di semua altar di dunia dan memuji Bapa memohon kedatangan Kerajaan-Nya. Mohon terimalah persembahan sederhana dari diriku ini. Pergunakanlah aku sesuai kehendak-Mu demi kemuliaan Bapa dan keselamatan jiwa-jiwa. Bunda Allah Yang Paling Suci, jangan biarkan aku terpisah dari Putra Ilahimu. Mohon pertahankan dan lindungi aku sebagai anak istimewamu. Amin.
Pada hari itu juga, di hadapan semua orang yang hadir, timbul luka berdarah di tangan kanan Patung Bunda Maria Segala Bangsa di kapel Biara. Tanggal 12 Juni, malam sebelum Hari Raya Hati Kudus Yesus, tangan kanan patung tersebut meneteskan darah. Pada hari itu juga Suster Sasagawa yang sedang sakit dirawat di Rumah Sakit untuk pertama kalinya melihat Malaikat Pelindungnya yang mengajarkannya doa Fatima (doa yang Bunda Maria ajarkan kepada tiga penggembala cilik di Fatima) untuk didaraskan setelah setiap perpuluhan doa Rosario, doa yang saat itu tidak dikenal di Jepang. Pada saat yang bersamaan, timbul luka berbentuk salib di tangan kiri Suster Sasagawa dan lukanya mulai berdarah. Semenjak itu, Malaikat Pelindungnya kerap menampakkan diri kepada Suster Sasagawa untuk menyampaikan pesan dan berdoa Rosario bersamanya.
Tanggal 23 September 1973, patung Bunda Maria Segala Bangsa mulai berkeringat dari wajah hingga kaki; air mata mulai mengalir dari wajah patung. Juga tercium wangi yang sangat harum dalam kapel. Hal ini terjadi banyak kali di hadapan banyak orang, termasuk Uskup Ito yang kemudian memerintahkan untuk mengumpulkan air mata dari patung untuk dikirim ke Fakultas Kedokteran Forensik di Universitas Akita untuk dianalisa. Penelitian teknis dan ilmiah yang dilakukan di bawah arahan Profesor Sagisaka membuktikan bahwa air mata tersebut memang benar air mata manusia.
Tanggal 15 Maret 1974 patung Bunda Maria Segala Bangsa berhenti menangis dan wangi harum di dalam kapel pun menghilang. Tanggal 4 Januari 1975 patung Bunda Maria Segala Bangsa kembali menangis. Dicatat total ada sebanyak 101 kali patung tersebut menangis hingga 15 September 1981. Darah, keringat dan air mata yang keluar dari patung dikirimkan ke Fakultas Kedokteran Forensik di Universitas Akita di mana Profesor Sagisaka melakukan penelitian ilmiah menyeluruh terhadap ketiga cairan yang dikumpulkan tersebut. Hasil penelitian menunjukkan darah tersebut merupakan darah manusia dengan golongan darah B; keringat dan air mata merupakan keringat dan air mata manusia bergolongan darah AB.
Tanggal 15 September 1981 Malaikat Pelindung Suster Sasagawa menampakkan diri dan berkata kepadanya:
Angka 101 mempunyai arti. Artinya, dosa masuk ke dunia melalui seorang perempuan dan melalui seorang perempuan pula keselamatan datang ke dunia. Angka nol di antara keduanya menandakan Tuhan yang kekal yang ada dari segala kekekalan hingga kekekalan. Angka “satu” yang pertama mewakili Hawa dan angka “satu” yang terakhir adalah Perawan Maria.
Bulan Mei dan September 1974, Malaikat Pelindung Suster Sasagawa menampakkan diri untuk memberitahukannya bahwa telinga Suster Sasagawa yang tuli akan bisa mendengar kembali. Tapi kesembuhannya hanya akan sementara saja karena Tuhan masih menghendaki penyakitnya tersebut sebagai persembahan. Kesembuhan ini ditujukan agar mereka yang masih ragu untuk menjadi percaya.
Tanggal 6 Maret 1975, seperti yang diprediksikan oleh Malaikat Pelindungnya, Suster Sasagawa mulai kehilangan pendengaran di kedua telinganya dan tidak lama kemudian menjadi sungguh tuli kembali. Namun pada tanggal 30 Mei 1982, Suster Sasagawa sembuh total dari tuli secara permanen.
RESPON GEREJA TERHADAP PESAN-PESAN BUNDA MARIA DI AKITA
Dalam surat pastoralnya, Uskup Ito menyatakan bahwa akan sangat sulit dipercayai hal yang sangat mengerikan dalam pesan Bunda Maria, kecuali ada begitu banyak bukti bahwa pesan ini sungguh dari Bunda Maria. Tapi Uskup Ito menunjukkan dengan benar bahwa hukuman mengerikan yang dibicarakan oleh Bunda Maria sangat jelas bersyarat:
Jika manusia tidak bertobat dan tidak memperbaiki diri.
Uskup Ito menambahkan bahwa pesan Bunda Maria merupakan sebuah peringatan serius, sementara pada waktu yang sama umat memersepsikan dalam pesan itu kasih keibuan dari seorang ibu. Dalam pesannya memperingatkan dunia akan pembinasaan sebagian besar manusia, Bunda Maria menyatakan:
Pikiran tentang hilangnya banyak jiwa membuatku sedih.
Kardinal Ratzinger yang berunding dengan Uskup Ito di Roma mengenai penampakan Bunda Maria di Akita, memberitahukan Howard Dee, seorang Duta Besar Filipina untuk Vatikan, bahwa Pesan di Fatima dan Pesan di Akita pada dasarnya adalah sama. Dalam hal ini umat dapat berharap untuk menemukan dalam pesan Fatima topik yang sama yang dicakup dalam pesan Akita tanggal 13 Oktober 1973, tepat pada hari peringatan penampakan terakhir Fatima dan Keajaiban Matahari. Kardinal Ratzinger mengatakan kepada Uskup Ito bahwa pesan di Akita adalah Pesan Rahasia Ketiga Fatima.
Setahun setelah pertemuannya dengan Kardinal Ratzinger, Uskup Ito secara resmi menyatakan peristiwa-peristiwa di Akita sebagai hal yang berasal dari supernatural dan layak dipercaya. Uskup Ito menerbitkan pernyataan resmi pada tanggal 22 April 1984, mendeklarasikan bahwa ia tidak menemukan elemen apa pun yang bertentangan dengan iman Katolik ataupun moral dalam kasus penampakan Bunda Maria di Biara Akita. Selanjutnya Uskup Ito mendeklarasikan dengan penuh Episcopal Authority bahwa ia:
- Mengakui sifat supernatural dari serangkaian peristiwa misterius mengenai patung di biara.
- Mengizinkan penghormatan Bunda Suci Akita di Keuskupan Niigata, sambil menunggu keputusan definitif mengenai masalah ini diumumkan oleh Tahta Suci.
- Membedakan bahwa peristiwa-peristiwa tersebut merupakan wahyu pribadi dan tidak diperlukan untuk keselamatan seperti wahyu umum.
SEBAGIAN PESAN DAN NUBUAT BUNDA MARIA
Banyak orang di dunia ini yang merundung Tuhan. Aku menginginkan jiwa-jiwa untuk menghibur-Nya, melunakkan murka Bapa Surgawi. Aku berharap, bersama Puteraku, agar jiwa-jiwa melakukan penyilihan dosa (reparasi) dengan penderitaan dan kemiskinan mereka, bagi mereka yang berdosa dan tidak tahu berterima kasih.
Agar dunia mengetahui kemarahan-Nya, Bapa Surgawi bersiap untuk memberikan hukuman yang besar kepada seluruh umat manusia. Bersama Putraku, aku telah melakukan intervensi berkali-kali untuk meredakan murka Bapa. Aku telah mencegah datangnya malapetaka dengan mempersembahkan kepada-Nya penderitaan-penderitaan Sang Putra di kayu Salib, Darah-Nya yang Berharga, dan jiwa-jiwa terkasih yang menghibur Dia membentuk kelompok jiwa-jiwa korban. Doa, penebusan dosa, dan pengorbanan-pengorbanan yang berani dapat melunakkan kemarahan Bapa. Aku juga menginginkan hal ini dari komunitasmu… agar mereka mencintai kemiskinan, agar mereka menyucikan dirinya sendiri dan berdoa sebagai silih atas rasa tidak berterima kasih dan penghinaan oleh banyak orang.
Daraskanlah doa Para Abdi Ekaristi dengan kesadaran akan maknanya; mempraktikkannya; mempersembahkannya sebagai silih atas apa pun yang Tuhan mungkin kirimkan untuk dosa-dosa. Hendaknya setiap orang berusaha keras, sesuai dengan kesanggupan dan kedudukannya, untuk mempersembahkan dirinya sepenuhnya kepada Tuhan.
Bahkan di lembaga sekuler, doa diperlukan. Jiwa-jiwa yang ingin berdoa sedang dalam perjalanan untuk dikumpulkan bersama. Tanpa terlalu memperhatikan bentuk, setialah dan tekunlah berdoa untuk menghibur Sang Tuan.
Pesan Bunda Maria pada tanggal 13 Oktober 1973 (56 tahun peringatan penampakan terakhir Bunda Maria di Fatima) kepada Suster Sasagawa:
Seperti yang telah aku katakan sebelumnya, jika manusia tidak bertobat dan memperbaiki diri, Allah Bapa akan memberikan hukuman yang mengerikan kepada seluruh umat manusia. Ini akan menjadi hukuman yang lebih besar daripada air bah, seperti yang belum pernah terjadi sebelumnya… Api akan turun dari langit dan akan melenyapkan sebagian besar umat manusia, yang baik maupun yang jahat, tidak terkecuali para imam maupun umat beriman. Orang-orang yang selamat akan mendapati diri mereka begitu menyedihkan sehingga mereka iri pada orang mati. Satu-satunya senjata yang tersisa untuk kalian hanyalah Rosario dan Tanda yang ditinggalkan oleh Putraku. Setiap hari daraskanlah doa Rosario. Dengan Rosario, berdoalah untuk Paus, para Uskup dan imam.
Karya iblis akan menyusup bahkan ke dalam Gereja sedemikian rupa sehingga umat akan melihat para Kardinal menentang para Kardinal, para Uskup menentang para Uskup. Para imam yang menghormatiku akan dicemooh dan ditentang oleh para rekan mereka… Gereja-gereja dan altar-altar akan dijarah; Gereja akan penuh dengan orang-orang yang menerima kompromi-kompromi dan setan akan menekan banyak imam dan jiwa-jiwa yang dikuduskan untuk meninggalkan pelayanan kepada Tuhan.
Iblis akan sangat keras kepala terhadap jiwa-jiwa yang dikuduskan kepada Allah. Pikiran tentang hilangnya begitu banyak jiwa adalah penyebab kesedihanku… Jika dosa-dosa bertambah jumlah dan keseriusannya, tidak akan ada lagi pengampunan bagi mereka.
Banyaklah berdoa doa Rosario. Aku sendiri masih bisa menyelamatkan kalian dari malapetaka-malapetaka yang mendekat… Mereka yang menaruh kepercayaannya padaku akan diselamatkan!
Sumber:
1) Buku: Revelations: The Hidden Secrets Messages and Prophecies of the Blessed Virgin Mary, Penulis Xavier Reyes-Ayral.
2) AKITA: The Dire Prophecy – Can it Change? Explaining the Faith, https://www.youtube.com/watch?v=n7xVo0ev3Bo&pp=ygUTZnIgY2hyaXMgYWxhciBha2l0YQ%3D%3D
maka Aku memberitahukannya kepadamu dari sejak dahulu; sebelum hal itu menjadi kenyataan, Aku mengabarkannya kepadamu, supaya jangan engkau berkata: Berhalaku yang melakukannya, patung pahatanku dan patung tuanganku yang memerintahkannya. (Yesaya 48:5)
In the end, my Immaculate Heart will triumph.
Pada akhirnya, Hatiku Yang Tak Bernoda akan menang.
Abba, have mercy
Lord Jesus, have mercy
Holy Spirit, have mercy
Holy Trinity, have mercy
13 Juli 2024
HIS Little Servant
Yulianti Tay



