CAHAYA IMAN KATOLIK

Our Lady of Fatima

PESAN-PESAN ILAHI DALAM PENAMPAKAN BUNDA MARIA
OUR LADY OF FATIMA: PENAMPAKAN DI FATIMA

Nubuat-nubuat yang dahulu sekarang sudah menjadi kenyataan, hal-hal yang baru hendak Kuberitahukan. Sebelum hal-hal itu muncul, Aku mengabarkannya kepadamu. (Yesaya 42:9)


SEJARAH PENAMPAKAN BUNDA MARIA DI FATIMA

Tahun 1916, seorang Malaikat menampakkan diri kepada tiga orang penggembala cilik di Fatima, Portugal, yaitu Lucia Dos Santos (9 tahun), Jacinta (6 tahun) dan Francisco Marto (8 tahun). Sang Malaikat mengajak ketiga anak tersebut berdoa dan mengajarkan sebuah doa kepada mereka.

Di musim panas tahun 1916, Sang Malaikat tersebut menampakkan dirinya yang kedua kalinya kepada ketiga penggembala cilik tersebut dan berkata:
Jadikanlah segala sesuatu yang kalian bisa lakukan sebagai pengorbanan, dan persembahkanlah kepada Tuhan sebagai tindakan silih (reparasi) atas dosa-dosa yang membuat Dia terhina, dan sebagai permohonan bagi pertobatan orang-orang berdosa. Dengan cara ini, kalian akan menciptakan perdamaian di negara kalian. Aku adalah Malaikat Pelindungnya, Malaikat Portugal. Yang terpenting, terimalah dan tanggunglah dengan penuh kepasrahan penderitaan-penderitaan yang akan Tuhan kirimkan kepada kalian.

Di musim gugur tahun 1916, Sang Malaikat kembali menampakkan diri yang ketiga kalinya. Selesai mendaraskan doa yang diajarkan oleh Sang Malaikat, kemudian muncul cahaya di atas mereka. Sang Malaikat tampak memegang sebuah Piala dengan sebuah Hosti Kudus melayang di atas Piala tersebut di mana Hosti Kudus meneteskan tetesan-tetesan Darah ke dalam Piala. Sang Malaikat memberikan Hosti Kudus ke atas lidah Lucia serta Darah Berharga dari Piala kepada Francisco dan Jacinta sambil berkata:
Makanlah dan minumlah Tubuh dan Darah Yesus Kristus, yang disakiti dengan sangat mengerikan oleh orang-orang yang tidak tahu berterima kasih. Lakukanlah reparasi atas dosa-dosa mereka dan hiburlah Tuhan kalian.

Tanggal 13 Mei 1917, Bunda Maria menampakkan diri untuk pertama kalinya kepada ketiga penggembala cilik tersebut di Cova da Iria, Fatima. Bunda Maria meminta mereka untuk datang ke tempat itu pada jam yang sama setiap hari ketiga belas selama enam bulan berturut-turut. Bunda Maria berpesan:
Daraskan Rosario setiap hari untuk memperoleh perdamaian bagi dunia dan berakhirnya perang.

Tanggal 13 Juni 1917, ditemani oleh sekitar 50 orang di Cova da Iria, ketiga penggembala cilik tersebut sedang mendaraskan Rosario ketika Bunda Maria menampakkan dirinya. Kepada Lucia, Bunda Maria berkata:
Yesus ingin menggunakanmu untuk membuatku dikenal dan dicintai. Dia ingin menetapkan devosi kepada Hatiku Yang Tak Bernoda di dunia. Aku menjanjikan keselamatan bagi mereka yang menerimanya; dan jiwa-jiwa ini akan dikasihi Tuhan bagaikan bunga yang aku rangkai untuk menghiasi takhta-Nya.

Tanggal 13 Juli 1917, semakin banyak kerumunan orang yang berkumpul di Cova da Iria untuk menyaksikan penampakan Bunda Maria. Ketika Bunda Maria merentangkan kedua tangannya, sinar-sinar terang memancar dari kedua tangan Bunda Maria menembus bumi lalu permukaan tanah menghilang dan ketiga anak tersebut melihat Neraka dengan ketakutan.

Bunda Maria berkata:
Kalian telah melihat neraka di mana jiwa-jiwa orang berdosa yang malang pergi. Untuk menyelamatkan mereka, Tuhan ingin menetapkan devosi kepada Hatiku Yang Tak Bernoda di dunia. Jika apa yang aku katakan kepada kalian dilaksanakan, banyak jiwa akan diselamatkan dan akan ada perdamaian.
Perang akan berakhir; tetapi jika manusia tidak berhenti menghina Tuhan, hal yang lebih buruk akan terjadi pada masa kepausan Pius XI. Ketika kalian melihat suatu malam diterangi oleh cahaya yang tidak diketahui, ketahuilah bahwa ini adalah tanda besar yang diberikan Tuhan kepada kalian bahwa Dia akan menghukum dunia atas kejahatannya, melalui perang, kelaparan dan penganiayaan terhadap Gereja dan Bapa Suci.
Aku akan datang untuk meminta konsekrasi Rusia kepada Hatiku Yang Tak Bernoda dan Komuni sebagai Reparasi pada hari Sabtu Pertama.
Jika permintaanku dipenuhi, Rusia akan bertobat dan akan ada perdamaian. Jika tidak, dia
(Rusia) akan menyebarkan kesalahan-kesalahannya ke seluruh dunia, memicu peperangan-peperangan dan penganiayaan terhadap Gereja. Orang-orang baik akan menjadi martir, Bapa Suci akan mengalami banyak penderitaan dan berbagai bangsa akan dihancurkan… Namun pada akhirnya, Hatiku Yang Tak Bernoda akan menang. Bapa Suci akan mengkonsekrasikan Rusia kepadaku, Rusia akan bertobat dan suatu periode perdamaian tertentu akan diberikan kepada dunia.

Bunda Maria juga mengajarkan suatu doa kepada mereka yang kemudian doa ini dikenal sebagai doa Fatima untuk didaraskan dalam doa Rosario:
Saat kalian mendaraskan Rosario, ucapkanlah di akhir setiap perpuluhan:
Ya Yesus yang baik, ampunilah dosa-dosa kami. Selamatkanlah kami dari api neraka, dan hantarlah jiwa-jiwa ke surga, terlebih jiwa-jiwa yang sangat membutuhkan kerahiman-Mu.


Tanggal 13 Agustus, ketiga anak tersebut diculik oleh Wali Kota Vila Nova de Ourem yang berusaha untuk memaksa mereka untuk memberitahukan rahasia yang Bunda Maria beritahukan dalam penampakan tanggal 13 Juli. Mereka ditahan supaya tidak bisa pergi ke tempat penampakan di mana saat itu telah berkumpul kerumunan yang sangat besar yang sedang menantikan penampakan Bunda Maria.
Lucia, Jacinta dan Francisco dikurung selama dua hari dan diancam dengan banyak siksaan untuk membuat mereka menyangkal Bunda Maria tetapi mereka tidak gentar, mereka siap mengorbankan nyawa demi tidak mengkhianati janji-janji mereka kepada Bunda Maria. Akhirnya pada tanggal 19 Agustus mereka dibebaskan lalu Bunda Maria menampakkan diri ketika mereka berada di Valinhos. Bunda Maria berpesan:
Berdoa, banyaklah berdoa dan persembahkan pengorbanan-pengorbanan bagi orang-orang berdosa. Kalian tahu bahwa banyak jiwa masuk neraka karena tidak ada seorang pun yang mendoakan mereka.

Tanggal 13 September 1917, kerumunan sekitar 30.000 orang menemani Lucia, Jacinta dan Francisco ke Cova da Iria untuk berdoa Rosario. Bunda Maria berpesan:
Aku ingin kalian datang ke sini pada tanggal 13 Oktober dan terus daraskanlah Rosario untuk mengakhiri perang. Pada bulan Oktober, Tuhan, Bunda yang berduka, Bunda Karmel dan Santo Yusuf dengan Kanak-kanak Yesus juga akan datang untuk memberkati dunia.

Tanggal 13 Oktober 1917, ketiga anak tersebut datang dengan orang tua mereka dikelilingi oleh kerumunan sekitar 70.000 orang di bawah hujan lebat. Bunda Maria berpesan:
Aku ingin memberitahukan kalian bahwa aku ingin sebuah kapel dibangun di sini untuk menghormatiku. Akulah Bunda Rosario. Teruslah berdoa Rosario setiap hari.

Lalu Bunda Maria membuka kedua tangannya dan mengirimkan sebuah sinar ke arah matahari. Pada saat itu, tanda yang dijanjikan pun terjadi: hujan tiba-tiba berhenti kemudian muncullah matahari yang sangat terang benderang; namun orang-orang dapat menatap matahari tersebut secara langsung tanpa terluka matanya. Lalu terjadilah hal yang mustahil. Sang matahari mulai menyala sendiri seperti memproyeksikan ke setiap arah garis-garis sinar setiap warna yang menyalakan awan-awan sekitarnya, langit, pohon-pohon dan kerumunan orang. Matahari tersebut kemudian tiba-tiba bertambah besar ukurannya, bertambah panasnya dan kilaunya, dan untuk sesaat seakan-akan jatuh menuju bumi. Orang-orang mulai berlari ke segala arah sambil menjerit ketakutan. Ada yang berlutut menangis dan memukuli dada mereka dan yang lainnya berlutut memohon pengampunan. Matahari yang terjatuh itu kemudian berhenti, tetap diam untuk sesaat dan kemudian perlahan-lahan kembali kepada posisi normalnya.

Sementara itu, Bunda Maria telah menghilang di hamparan cakrawala, tiga pemandangan berturut-turut muncul di hadapan Lucia, Jacinta dan Francisco, menggambarkan Peristiwa-Peristiwa Gembira dari Rosario, kemudian kepada Lucia sendiri Peristiwa-Peristiwa Sedih dan Mulia. Francisco dan Jacinta hanya menyaksikan pemandangan Peristiwa-Peristiwa Gembira.

Pemandangan Pertama:
Santo Yusuf muncul di samping matahari bersama Kanak-Kanak Yesus dan Bunda Rosario. Itulah Keluarga Kudus. Santo Yusuf memberkati para kerumunan, membuat Tanda Salib sebanyak tiga kali. Kanak-Kanak Yesus juga melakukan hal yang sama.

Pemandangan Kedua:
Penampakan Bunda Yang Berduka, tanpa pedang di dadanya dan Tuhan Yesus dipenuhi duka dalam jalan menuju ke Kalvari. Tuhan Yesus membuat Tanda Salib untuk memberkati orang-orang.

Pemandangan Ketiga:
Bunda Karmel dimahkotai Ratu Surga dan bumi, dalam penampakan yang mulia menggendong Kanak-Kanak Yesus dekat hatinya.

Sementara itu, setelah matahari kembali kepada posisi normalnya, kerumunan 70.000 orang yang hadir menjadi sadar bahwa pakaian mereka yang tadinya basah kuyup telah menjadi kering sama sekali dan permukaan tanah yang sebelumnya sangat berlumpur telah menjadi kering. Ditambah lagi, banyak orang buta, sakit dan lumpuh yang hadir di tempat penampakan itu telah sembuh seketika itu juga secara ajaib.

KETIGA VISIONER SETELAH PENAMPAKAN DI FATIMA

Francisco meninggal tanggal 4 April 1919 dan Jacinta meninggal 20 Februari 1920. Sebelum meninggal, Jacinta mengungkapkan pesan dari Bunda Maria:
Banyak jiwa masuk neraka karena dosa-dosa kedagingan daripada karena alasan lainnya. Akan ada model-model busana tertentu yang akan sangat menyinggung Tuhan kita. Banyak pernikahan yang tidak baik; tidak menyenangkan Tuhan kita dan tidak berasal dari Tuhan. Para imam haruslah murni, sangat murni. Mereka tidak boleh menyibukkan diri dengan apa pun kecuali apa yang menyangkut Gereja dan jiwa-jiwa. Ketidakpatuhan para imam kepada superior mereka dan kepada Bapa Suci sangat tidak menyenangkan Tuhan kita. Bunda Maria tidak dapat lagi menahan tangan Putra Ilahinya dari memukul dunia dengan hukuman yang adil atas banyak kejahatannya.
Beritahukan kepada semua orang bahwa Tuhan memberikan rahmat-rahmat melalui Hati Maria yang Tak Bernoda. Beritahukan mereka untuk memohon rahmat-rahmat darinya, dan bahwa Hati Yesus ingin dihormati bersama dengan Hati Maria yang Tak Bernoda.

Tanggal 24 Oktober 1925 Lucia kemudian masuk Institut Suster-Suster Santa Dorothy di Biara di Tui, Spanyol. Suster Lucia kerap melihat penampakan Tuhan Yesus dan Bunda Maria. Setelah 13 tahun meninjau secara cermat dan metodis, akhirnya pada Oktober 1930, Uskup Leiria-Fatima mengumumkan pengakuan akan penampakan Bunda Maria di Fatima. Tanggal 13 Mei 1931, seluruh Uskup Portugis mengkonsekrasikan Portugal kepada Hati Tak Bernoda Maria. Konsekrasi ini kemudian diperbarui lagi pada tanggal 13 Mei 1938.

Tanggal 26 Desember 1957, Suster Lucia diwawancara oleh Pastor Augustin Fuentes, wawancara terakhir di mana Suster Lucia diijinkan untuk berbicara dengan bebas berkaitan dengan Pesan Rahasia Ketiga. Wawancara ini dipublikasikan dengan Imprimatur dari Uskup Fatima.

Berikut adalah sebagian dari perkataan Suster Lucia dalam wawancara tersebut:
Bapak, beritahukanlah kepada setiap orang: Bunda Maria telah memberitahukanku banyak kali bahwa sejumlah besar negara akan lenyap dari permukaan bumi. Negara-negara tak ber-Tuhan akan menjadi cambuk pilihan Tuhan untuk menghukum umat manusia jika kita, melalui sarana doa dan Sakramen-Sakramen Kudus, tidak mendapatkan rahmat pertobatan mereka.
Bunda Maria mendapati dirinya berada di antara dua pedang: di satu sisi dia melihat umat manusia keras kepala dan acuh tak acuh terhadap hukuman-hukuman yang diumumkan; dan di sisi lain dia melihat kita menginjak-injak Sakramen-Sakramen Kudus dan meremehkan hukuman-hukuman yang mendekat, namun tetap tidak percaya, sensual, dan materialistis.
Bunda Maria menegaskan bahwa Iblis telah melakukan perlawanan yang menentukan, yaitu (pertempuran) terakhir, dimana salah satunya akan keluar sebagai pemenang atau kalah sepenuhnya. Kita bersama Tuhan atau bersama Iblis. Untuk kedua kalinya, Bunda Maria mengulangi kepadaku bahwa solusi terakhir yang diberikan kepada dunia adalah Rosario Suci dan Devosi kepada Hati Maria yang Tak Bernoda.
Hal ini sangat mendesak, Bapak, bahwa orang-orang menyadari kenyataan yang mengerikan ini. Hal ini tidak seharusnya menakutkan jiwa-jiwa, akan tetapi hal ini mendesak karena semenjak Perawan Paling Suci telah memberikan efisiensi yang luar biasa terhadap Rosario Suci, tidak ada masalah material atau spiritual, nasional atau internasional yang tidak dapat diselesaikan dengan Rosario Suci dan pengorbanan-pengorbanan kita. Daraskan Rosario dengan cinta dan devosi, itu akan menghibur Bunda Maria, menyeka begitu banyak air mata dari Hatinya yang Tak Bernoda.
Dalam rencana Penyelenggaraan Ilahi, dimana Tuhan akan menghukum dunia, Dia selalu menghabiskan semua solusi lainnya terlebih dahulu. Ketika Dia melihat bahwa dunia tidak memberikan perhatian apa pun, maka, seperti yang kita katakan dalam cara kita berbicara yang tidak sempurna, dengan rasa takut tertentu Dia memberikan kepada kita sarana keselamatan terakhir: Bunda-Nya yang Terberkati. Jika kita meremehkan dan menolak cara terakhir ini, Surga tidak akan mengampuni kita lagi karena kita telah melakukan dosa yang disebut Injil sebagai dosa melawan Roh Kudus. Dosa ini terdiri dari penolakan secara terbuka – dengan penuh pengetahuan dan kehendak – terhadap keselamatan yang ada di tangan kita.
Juga, karena Tuhan kita adalah Putra yang sangat baik, Dia tidak akan mengizinkan kita menghina dan meremehkan Bunda-Nya yang Terberkati. Kita mempunyai kesaksian yang jelas sejarah dari berbagai abad dimana Tuhan kita telah menunjukkan kepada kita dengan contoh-contoh yang buruk bagaimana Dia selalu membela kehormatan Bunda-Nya yang Terberkati.


SEBAGIAN PESAN-PESAN TUHAN YESUS

Berdoalah untuk Bapa Suci; korbankan dirimu agar hatinya tidak menyerah pada kepahitan yang menindasnya. Penganiayaan-penganiayaan akan meningkat; Aku akan menghukum bangsa-bangsa dengan perang dan kelaparan: penganiayaan terhadap Gereja-Ku akan sangat membebani Vikaris-Ku di Bumi. Kekudusannya akan dapat mempersingkat masa-masa kesengsaraan ini jika ia memenuhi keinginan-Ku untuk mengkonsekrasikan seluruh dunia, dengan penyebutan khusus Rusia, kepada Hati Maria yang Tak Bernoda.

Aku amat menginginkan penyebaran kultus devosi kepada Hati Maria yang Tak Bernoda, sebab cinta dari Hati ini menarik jiwa-jiwa kepada-Ku; hati ini adalah pusat dari mana sinar-sinar cahaya-Ku dan cinta-Ku menembus seluruh bumi, dan sumber yang tak terpadamkan dari mana air hidup kerahiman-Ku mengalir ke bumi.

SEBAGIAN PESAN RAHASIA KETIGA BUNDA MARIA

Jangan khawatir, anakku, aku adalah Bunda Allah yang berbicara kepadamu dan memohonmu untuk mengumumkan dalam namaku pesan berikut ini kepada seluruh dunia.
Umat manusia belum berkembang seperti yang diharapkan Tuhan. Umat manusia telah tersesat dan menginjak-injak anugerah yang telah diberikan kepadanya. Ketertiban tidak lagi berkuasa di mana pun. Dan Setan akan berkuasa di tempat tertinggi dan mengarahkan rangkaian peristiwa. Dia
(Setan) akan berhasil menyusup ke puncak Gereja. Dia akan berhasil menebarkan kebingungan di benak para ilmuwan besar yang menciptakan senjata, yang dengannya separuh umat manusia dapat dihancurkan dalam beberapa menit.

Juga bagi Gereja, saat pencobaan terbesarnya akan tiba. Para Kardinal akan menentang para Kardinal, para Uskup akan menentang para Uskup, dan Setan akan berbaris di antara peringkat mereka, dan di Roma, akan terjadi perubahan-perubahan. Yang busuk akan jatuh, dan yang jatuh tidak akan bangkit kembali. Gereja akan digelapkan dan dunia akan dirusak oleh teror.


Perang besar akan pecah pada paruh kedua abad ke-20. Api dan asap akan turun dari langit. Air laut akan berubah menjadi uap, mengeluarkan buihnya ke langit; menenggelamkan segalanya… Jutaan orang akan kehilangan nyawa mereka dari satu jam ke jam berikutnya, dan mereka yang masih hidup akan iri pada mereka yang sudah mati. Sejauh mata memandang akan ada penderitaan, kesengsaraan, kehancuran.


Sumber:
1) Buku: Revelations: The Hidden Secrets Messages and Prophecies of the Blessed Virgin Mary, Penulis Xavier Reyes-Ayral.
2) Understanding Fatima – Explaining the Faith, https://www.youtube.com/watch?v=Pmh3IMccpQc


Engkau telah mendengar semuanya itu dan sekarang engkau harus melihatnya; tidakkah kamu sendiri mau mengakuinya? Aku mengabarkan kepadamu hal-hal yang baru dari sejak sekarang, dan hal-hal yang tersimpan yang belum kauketahui. (Yesaya 48:6)

16 Desember [1936]. Aku mempersembahkan hari ini untuk Rusia. Aku mempersembahkan semua penderitaan dan doa-doaku untuk negara yang malang itu. Sesudah komuni kudus, Yesus berkata kepadaku, “Aku tidak dapat menanggung negeri itu lebih lama lagi. Jangan membelenggu tangan-Ku, hai Putri-Ku!” Aku menyadari bahwa kalau bukan karena doa-doa yang dipanjatkan oleh jiwa-jiwa yang berkenan di Hati Allah, seluruh bangsa itu tentulah sudah terjerumus ke dalam kehampaan. Oh, betapa beratnya penderitaanku demi bangsa yang telah membuang Allah ke luar dari perbatasan negaranya! (Buku Harian Santa Faustina Nomor 818)

In the end, my Immaculate Heart will triumph.
Pada akhirnya, Hatiku Yang Tak Bernoda akan menang.

Abba, have mercy
Lord Jesus, have mercy
Holy Spirit, have mercy
Holy Trinity, have mercy

6 Juli 2024
HIS Little Servant
Yulianti Tay

Our Lady of Fatima