Sakramentali: Medali Santo Benediktus
Sakramentali: Skapulir Cokelat
Sakramentali: Gambar Allah Bapa
Sakramentali: Green Scapular (Skapulir Hijau)
SEJARAH SKAPULIR HIJAU
Setelah Rosario, Skapulir Cokelat dan Medali Wasiat, masih ada lagi anugerah yang diberikan Bunda Maria kepada anak-anaknya, yang sebaiknya umat Katolik mengenalnya dan menggunakannya sesering mungkin. Umumnya dikenal sebagai Skapulir Hijau, Sakramentali ini diberikan kepada dunia melalui perantaraan Suster Justine Bisqueyburu.
Justine Bisqueyburu lahir pada tanggal 11 November 1817 di Mauleon, Hilir Pyrenees, Perancis, dari pasangan Clement dan Ursula Albine d'Anglade Bisqueyburu. Ayahnya adalah seorang pedagang. Menjadi yatim piatu di usia muda, ia dibesarkan oleh bibi dari pihak ibunya.
Pada tanggal 28 Januari 1840 Suster Justine berada di kapel di Rue du Bac di Paris untuk menjalani retret sebagai persiapan untuk masuk ke dalam Biara Daughters of Charity (Putri-Putri Kasih). Ketika Suster Justine sedang berdoa, Perawan Maria menampakkan diri kepadanya, mengenakan gaun putih panjang dan mantel biru muda; rambutnya tidak tertutup, dan ia tidak mengatakan apa pun. Di akhir retret, Perawan Maria menampakkan diri kepadanya lagi dan penglihatan itu berulang lima kali selama masa novisiatnya. Pada setiap kejadian, penglihatan itu identik dengan yang pertama; pada setiap kejadian, Bunda Maria tidak mengatakan apa pun.
Pada tanggal 8 September 1840 (Hari Raya Kelahiran Maria) ketika Suster Justine sedang berdoa, Perawan Maria menampakkan diri lagi. Bunda Allah tampak sangat cemerlang, mengenakan gaun putih; ujung gaunnya jatuh ke kakinya yang telanjang. Di atas gaun putihnya, Bunda Maria dihiasi mantel biru muda yang indah dan berkibar tanpa kerudung di kepalanya. Rambutnya terurai longgar, berjatuhan di sekelilingnya, sementara tangannya memancarkan sinar rahmat ilahi, seperti cahaya yang bening, ke ujung mantelnya. Di tangan kanannya Bunda Maria memegang Hatinya yang Tak Bernoda yang tertusuk oleh pedang. "Dan suatu pedang akan menembus jiwamu sendiri." (Lukas 2:35). Sementara hati keibuannya meneteskan banyak darahnya yang Tak Bernoda, nyala api yang melimpah menyembur ke atas, di atasnya terdapat Salib emas. Di tangan kirinya Bunda Maria memegang Skapulir Hijau berbentuk persegi panjang, yang lebih mirip medali kain, tergantung pada tali hijau.
DESKRIPSI SKAPULIR HIJAU
Skapulir yang dilihat Suster Justine di tangan Bunda Allah, terdiri dari dua gambar, yaitu:
Di satu sisi terdapat gambaran yang jelas tentang rupa Perawan Maria yang Terberkati saat ia menampakkan diri.
Di sisi sebaliknya terdapat gambar Hati Maria yang Tak Bernoda, yang dilingkari dan ditulisi dengan huruf putih, yaitu doa yang sangat khidmat ini: "Hati Maria yang Tak Bernoda, doakanlah kami, sekarang dan pada waktu kami mati."
Saat mata Suster Justine menatap Perawan Terberkati di hadapannya, ia mendengar Bunda Allah berbicara kepadanya melalui Suara batin dan mengerti.
"Buatlah dan bagikan Skapulir Hijauku sesegera mungkin, jika diberikan dengan keyakinan, akan ada banyak pendosa yang bertobat, terutama jiwa-jiwa yang tidak memiliki agama yang benar. Mereka akan menerima banyak rahmat untuk membantu mereka menemukan dan memelihara satu iman yang benar. Mereka yang meninggal dengan mengenakan pakaian Sakramental Hijauku akan diberikan kematian yang damai dan bahagia dan tidak akan menderita api neraka yang kekal.
Lebih-lebih lagi, aku akan memberkati di Bumi, setiap hati yang mengenakan Skapulir Hijauku atau menyebarkan devosi kepadanya, karena itu adalah Hatiku yang Tak Bernoda. Oleh karena itu, perlakukanlah dengan penghargaan dan rasa hormat yang mendalam. Selain itu, semua yang mengenakan atau menyimpan lencana Skapulir Hijauku adalah perantara-perantara Hatiku yang Tak Bernoda. Oleh karena itu, si jahat tidak berdaya untuk menyakiti jiwa-jiwa yang mengenakan cintaku."
Skapulir Hijau disebut skapulir karena asal usulnya, konstruksi materialnya dan penampilannya yang secara umum mirip dengan skapulir Katolik lainnya. Namun, Skapulir Hijau tidak berasal dari skapulir yang menjadi bagian dari jubah yang dikenakan oleh ordo-ordo religius. Skapulir ini berbeda dari skapulir lainnya karena hanya terdiri dari satu lembar kain persegi panjang, bukan dua lembar kain.
CARA PENGGUNAAN SKAPULIR HIJAU
Bunda Maria memberitahukan Suster Justine bahwa skapulir ini tidak seperti yang lain (tidak berdasarkan jubah keagamaan) tetapi hanya dua gambar suci pada selembar kain. Oleh karena itu, tidak diperlukan formula khusus untuk memberkatinya atau melantik seseorang untuk menggunakannya. Cukuplah Skapulir Hijau diberkati oleh seorang imam Katolik dan dikenakan oleh orang yang umat inginkan untuk memperoleh manfaat melalui perantaraan Bunda Maria. Sebaliknya, jika orang tersebut tidak mampu, atau bahkan tidak mau, untuk mengenakannya atau membawanya, Skapulir Hijau dapat diselipkan, tanpa sepengetahuan mereka, ke dalam pakaian, barang-barang, rumah atau lingkungan kerja mereka, dll.
Yang diperlukan hanyalah doa yang mengelilingi gambar Hati Tak Bernoda harus didaraskan setiap hari untuk orang yang kepadanya skapulir diberikan. Jika orang tersebut tidak bersedia mengucapkannya sendiri, umat yang memberikan Skapulir Hijau harus mengucapkannya sebagai gantinya. Akhirnya, Skapulir Hijau harus digunakan dengan keyakinan. Bunda Maria menekankan bahwa rahmat yang akan dianugerahkannya melalui Skapulir Hijau akan sebanding dengan keyakinan dalam penggunaannya.
Ketika dimohon dengan gelar Hati Maria Tak Bernoda dan melalui gambar suci ini, Bunda Maria akan memperoleh banyak rahmat dari Putra Ilahinya, khususnya dalam hal kesehatan fisik, ketenangan pikiran dan pertobatan rohani. Bunda Maria secara khusus akan memperoleh pertobatan bagi mereka yang telah meninggalkan Iman Sejati atau mereka yang belum pernah memiliki Iman Sejati.
Persetujuan untuk Sakramentali ini, Skapulir Hijau Hati Maria yang Tak Bernoda, diberikan oleh Paus Pius IX pada tahun 1863 dan sekali lagi pada tahun 1870. Paus Pius IX mengumumkan dogma pada tahun 1854 bahwa Maria, Bunda Allah, adalah Dikandung Tanpa Noda. Pastor Borgogno, Prokurator Jenderal Kongregasi Misi di Tahta Suci, adalah orang yang mengajukan Skapulir Hijau kepada Bapa Suci, Paus Pius IX. Setelah memeriksa dengan saksama, Paus Pius IX berkata; "Ini adalah gambar yang sangat indah dan saleh." Paus kemudian memberikan restu dan izin penuh untuk membuat dan mendistribusikan Skapulir Hijau tersebut. Selain itu, Paus Pius XI (1922-1939) selalu menyimpan Skapulir Hijau di mejanya berdampingan dengan Medali Wasiat Maria Dikandung Tanpa Noda.
Tujuh puluh tujuh tahun setelah Bunda Maria menampakkan diri kepada Suster Justine Bisqueyburu dengan Skapulir Hijau Hati Tak Bernodanya, Bunda Maria Rosario di Fatima pada tanggal 13 Juni 1917, sekali lagi memohon devosi kepada Hati Tak Bernodanya dengan jaminan yang sama. "Untuk menyelamatkan jiwa-jiwa dari neraka, Tuhan ingin menegakkan di dunia devosi kepada Hatiku yang Tak Bernoda. Kepada siapa pun yang menganut devosi ini, aku menjanjikan Keselamatan. Jiwa-jiwa itu akan disayangi oleh Tuhan, seperti bunga-bunga yang aku taruh untuk menghiasi takhta-Nya." Maka, jelaslah bahwa Sakramentali ini dapat menjadi sarana untuk mengimplementasikan pesan Fatima dengan mempraktikkan devosi kepada Hati Maria yang Tak Bernoda dengan penuh keyakinan, khususnya dengan berdoa dan berusaha untuk pertobatan para pendosa. “Begitu banyak jiwa pergi ke neraka karena tidak ada seorang pun yang berdoa dan berkorban bagi mereka.” Mengenakan atau membawa Skapulir Hijau Hati Tak Bernoda Maria dan mendaraskan doanya adalah salah satu Sakramentali yang paling kuat untuk keselamatan jiwa-jiwa dan menghormati Ratu Surga.
Selama hampir dua abad, Bunda Maria telah memberikan rahmat yang luar biasa melalui lencana hijau kecil ini. Tidak diragukan lagi bahwa kebaikannya tidak berhenti dalam beberapa tahun terakhir ketika kebutuhan untuk bertobat lebih besar dari sebelumnya. Orang-orang yang hampir bunuh diri telah menemukan harapan dan kekuatan untuk mengubah hidup mereka. Umat Katolik yang telah meninggalkan agama telah kembali kepada Sakramen-Sakramen. Para ateis telah menemukan jalan mereka menuju Iman. Orang-orang yang terlibat dalam hubungan yang tidak bermoral telah meninggalkan pasangan mereka dan memperbaiki hidup mereka. Ada juga rahmat-rahmat yang tak kentara, contohnya tempat kerja yang berubah menjadi lebih baik dalam hal-hal seperti amal, kesantunan dan kemurnian dalam ucapan dan perilaku. Bahkan ada sejumlah penyembuhan dari penyakit fisik. Dalam semua kasus ini, keyakinan kepada Bunda Maria-lah yang memungkinkannya untuk begitu murah hati dengan rahmat-rahmatnya. Oleh karena itu, marilah umat memastikan untuk selalu membawa beberapa Skapulir Hijau setiap saat dan selalu siap terhadap kesempatan untuk memberikannya kepada jiwa-jiwa yang membutuhkan pertobatan atau rahmat-rahmat khusus lainnya. Oleh karena Bunda Maria berjanji bahwa sejumlah besar pertobatan akan terjadi jika saja Skapulir Hijau digunakan dengan keyakinan, dapatkah umat mengabaikan kesempatan apa pun untuk menggunakan Sakramentali yang penuh kuasa ini demi pertobatan dan keselamatan jiwa-jiwa?
Sakramentali bukanlah jimat dan jangan perlakukan Sakramentali sebagai jimat.
Sumber:
1) Green Scapular, https://en.wikipedia.org/wiki/Green_Scapular
2) The Green Scapular of the Immaculate Heart, https://www.mygreenscapular.com/blogs/news/how-to-green-scapular
3) The Green Scapular (Our Lady’s Sacramental Especially for Conversion),
https://cmri.org/articles-on-the-traditional-catholic-faith/the-green-scapular/
4) Guide to the Green Scapular: A Powerful (and Surprisingly Simple) Devotion, https://www.catholiccompany.com/magazine/green-scapular-devotion-6141
5) The Miraculous Power of The Green Scapular and Healing - Fr. Jim Blount S.O.L.T., https://www.youtube.com/watch?v=ShxC44kGF6M
6) Statues, Medals, Images, Scapulars. Are Sacramentals Grace of Idolatry? – Explaining the Faith, https://www.youtube.com/watch?v=06mgry1cPf4
7) Sacramentals – Fr Ripperger, https://www.youtube.com/watch?v=gMJhN-onNzg
Abba, have mercy
Lord Jesus, have mercy
Holy Spirit, have mercy
Holy Trinity, have mercy
14 Desember 2024
HIS Little Servant
Yulianti Tay


