Sakramentali: Medali Santo Benediktus
Sakramentali: Skapulir Cokelat
Sakramentali: Gambar Allah Bapa
Sakramentali: Brown Scapular (Skapulir Cokelat)
APA ITU SKAPULIR?
Skapulir (dari Bahasa Latin scapula: bahu) merupakan bagian dari pakaian biarawan ordo tertentu. Beberapa ordo lain dan kongregasi religius (baik laki-laki maupun perempuan) juga meniru pemakaian skapulir. Skapulir biasanya dipakai di bagian luar pakaian atau jubah.
Skapulir pakaian keagamaan dikenakan di bahu selama bekerja untuk melindungi pakaian keagamaan. Dengan analogi skapulir pakaian keagamaan tersebut, ada skapulir-skapulir kecil yang berasal dari skapulir pakaian keagaaman tersebut yang melambangkan devosi atau spiritualitas tertentu, yang biasanya dikaitkan dengan komunitas keagamaan tertentu atau asosiasi religius.
Pada dasarnya skapulir kecil terbuat dari dua potong kain wol berbentuk persegi empat (umumnya berukuran sekitar satu inci persegi) yang dihubungkan satu sama lain oleh dua benang atau pita sedemikian rupa sehingga ketika pita bertumpu pada kedua bahu maka potongan kain bagian depan tergantung di dada sedangkan potongan kain bagian belakang tergantung di punggung pada jarak yang sama. Bahan kedua bagian penting skapulir ini harus terbuat dari tenunan wol, sedangkan benang atau pitanya boleh terbuat dari bahan apapun dan warna apapun. Warna potongan kain wol tergantung pada warna pakaian biara yang terwakili sampai batas warna tertentu atau tergantung pada devosi tertentu yang berhubungan. Pada salah satu atau kedua potongan kain bisa saja dijahit atau disulamkan gambar tertentu atau hiasan tertentu (lambang, nama, dsb) dengan benang berbahan lain. Hanya Skapulir Merah yang melambangkan Sengsara Tuhan, yang gambarnya dengan tegas ditentukan.
APA ITU SKAPULIR COKELAT?
Skapulir Cokelat dari Gunung Karmel adalah salah satu benda Sakramentali berupa skapulir. Skapulir ini memiliki nama Scapularis Beatae Mariae Virginis de Monte Carmelo (Skapulir Perawan Maria yang Terberkati dari Gunung Karmel). Karena warna dasarnya adalah cokelat maka skapulir ini sering kali disebut dengan nama Skapulir Colekat. Skapulir Cokelat merupakan bagian dari pakaian Ordo Karmelit (O.Carm.) dan Ordo Karmelit Tidak Berkasut (O.C.D.). Kedua ordo tersebut berlindung kepada Bunda Maria dari Gunung Karmel.
Skapulir Cokelat merupakan konsekrasi khusus kepada Bunda Maria di bawah gelar Bunda Maria dari Gunung Karmel. Menurut Kongregasi Penyembahan Ilahi, Skapulir Cokelat adalah "tanda lahiriah hubungan bakti yang terjalin antara Perawan Maria yang Terberkati, Bunda dan Ratu Gunung Karmel, dan umat beriman yang mempercayakan diri mereka sepenuhnya kepada perlindungannya, yang meminta bantuan perantaraan keibuannya, yang sadar akan pentingnya kehidupan rohani dan perlunya doa."
SEJARAH SKAPULIR COKELAT
Sejarah Skapulir Cokelat bermula dari tahun 1251 ketika Bunda Maria menampakkan diri kepada Santo Simon Stock, seorang biarawan Karmelit di Aylesford, Inggris, yang selalu dalam doanya meminta kepada Sang Perawan Maria untuk mendukung ordonya dengan suatu hak istimewa yang luar biasa. Bunda Maria memberikan kepadanya Skapulir Cokelat dari bahan wol dan berkata, “Ini akan menjadi hadiah istimewa bagimu dan semua Karmelit: bahwa siapa pun yang meninggal dengan mengenakan ini tidak akan menderita api yang kekal [neraka].” Seiring dengan berjalannya waktu, Gereja meluaskan hadiah istimewa ini kepada kaum awam yang ingin berdevosi Skapulir Cokelat dari Karmelit dan yang secara terus menerus memakainya.
Seorang peneliti Ordo Karmelit yaitu Kieran Kavanaugh merangkum ajaran resmi Gereja Katolik mengenai Skapulir Cokelat:
Sehubungan dengan skapulir sebagai tanda kekudusan yang dikenal luas, Gereja telah melakukan intervensi di berbagai masa dalam sejarah untuk memperjelas maknanya, mempertahankannya, dan menegaskan keistimewaannya. Dari dokumen- dokumen Gereja ini muncul dengan cukup jelas sifat dan makna Skapulir Karmelit:
1. Skapulir adalah pakaian atau busana orang yang secara khusus menghormati Maria yang merupakan tanda sekaligus janji. Tanda bahwa pemakainya adalah milik Maria dan janji Maria akan perlindungan keibuannya tidak hanya dalam kehidupan ini tetapi juga setelah kematian.
2. Sebagai sebuah tanda, skapulir merupakan suatu tanda yang umum melambangkan tiga unsur yang secara erat berpadu, yaitu:
- pertama, menjadi bagian dari keluarga religius yang secara khusus mengabdi kepada Maria, khususnya yang disayangi Maria yaitu Ordo Karmelit;
- kedua, penyerahan diri kepada Maria serta pengabdian dan kepercayaan kepada Hati Kudus Maria yang Tidak Bernoda;
- ketiga, dorongan untuk menjadi seperti Santa Perawan Maria dengan meneladani kebijaksanaannya, terutama kerendahan hatinya, kesucian, dan semangat doanya.
Inilah hubungan yang ditetapkan secara resmi oleh Gereja, antara tanda dan yang dimaknai oleh tanda itu.
JANJI BUNDA MARIA DALAM DEVOSI SKAPULIR COKELAT
Bunda Perawan Maria berjanji untuk menghindarkan mereka yang memakai Skapulir Cokelat dari api neraka. Ia pun akan memperpendek masa pemurnian mereka di Api Penyucian (Purgatorium), jika saat mereka beralih dari dunia ini masih memiliki semacam hutang hukuman temporal.
Janji ini tertulis dalam Bulla yang dikeluarkan oleh Paus Yohanes XXII. Bunda Maria menampakkan diri kepada Paus dan berkata tentang mereka yang memakai Skapulir Cokelat, “Aku, Sang Bunda Rahmat, akan turun pada hari Sabtu setelah kematian mereka dan siapa pun yang kutemukan di Api Penyucian akan kulepaskan sehingga aku dapat memimpin mereka kepada gunung kudus kehidupan kekal.”
Perawan Maria yang Terberkati menetapkan beberapa syarat yang harus dipenuhi:
1. Memakai Skapulir Cokelat secara terus-menerus.
2. Menjaga kesucian sesuai dengan status hidup (menikah/lajang).
3. Mendaraskan Little Office of the Blessed Virgin setiap hari ATAU Menjalankan puasa bersamaan dengan berpantang daging pada hari Rabu dan Sabtu ATAU Dengan izin imam, berdoa lima dekade Rosario Suci Bunda Maria ATAU Dengan izin imam, menggantinya dengan perbuatan baik lainnya.
Little Office of the Blessed Virgin juga dikenal sebagai Hours of the Virgin (Jam-jam Bunda Maria), adalah devosi liturgis kepada Bunda Maria yang Terberkati, sebagai tiruan, dan biasanya sebagai tambahan, Ibadat Harian di Gereja Katolik. Little Office of the Blessed Virgin adalah siklus Mazmur, himne, Kitab Suci, dan bacaan-bacaan lainnya.
Kadang-kadang skapulir dikritik sebagai jalan mudah menuju surga atau suatu bentuk takhayul. Namun, Katekismus Gereja Katolik menyatakan bahwa benda-benda Sakramentali seperti Skapulir Cokelat "tidak menganugerahkan rahmat Roh Kudus seperti yang dilakukan Sakramen-Sakramen, tetapi melalui doa Gereja benda-benda Sakramentali mempersiapkan diri kita menerima rahmat dan membuat kita bekerja sama dengan rahmat tersebut." Meskipun mendorong devosi kepada Bunda Maria, saat ini Ordo Karmelit secara tersurat menyatakan dalam literatur resmi mereka bahwa mereka tidak mengumumkan keistimewaan hari Sabtu dan bahwa mereka selaras dengan ajaran resmi Gereja mengenai hal tersebut.
RITUS PEMBERKATAN DAN PELANTIKAN SKAPULIR COKELAT
Agar dapat menerima pemenuhan janji devosi Skapulir Cokelat, seseorang harus terdaftar dalam Konfraternitas Skapulir Cokelat. Anggota Konfraternitas memperoleh manfaat tambahan dengan mengambil bagian dalam semua manfaat rohani Ordo Karmelit. Caranya adalah dengan umat melakukan upacara sederhana yang dapat dilakukan oleh imam Gereja Katolik mana pun, tidak harus oleh imam Karmelit. Upacara yang dilakukan adalah Ritus Pemberkatan dan Pelantikan oleh imam di mana imam memberkati Skapulir Cokelat yang akan dikenakan oleh umat lalu mengenakan Skapulir Cokelat yang telah diberkati tersebut kepada umat.
Menurut pernyataan yang dibuat oleh para Imam Karmelit di National Scapular Center, setiap imam Gereja Katolik sekarang memiliki hak untuk mengenakan Skapulir Cokelat kepada umat beriman dan mengganti Little Office of the Blessed Virgin dengan Rosario.
Skapulir Cokelat yang dikenakan haruslah skapulir dari bahan wol, tanpa plastik dan tidak dilekatkan/dipenitikan ke baju. Skapulir Cokelat dikenakan melalui kepala, di dalam pakaian, dengan satu sisinya tergantung di dada dan sisi lainnya di belakang.
Pemberkatan dan pelantikan oleh imam yang berwenang hanya diperlukan pada saat umat pertama kali menerima Skapulir Cokelat. Ketika umat membutuhkan Skapulir Cokelat pengganti yang baru, karena Skapulir Cokelat sebelumnya telah rusak, umat bisa memakai Skapulir Cokelat tanpa diberkati.
Setelah menerima Skapulir Cokelat melalui Ritus Pemberkatan dan Pelantikan oleh imam, umat secara otomatis menjadi anggota Konfraternitas Skapulir Cokelat. Dengan menjadi anggota Konfraternitas Skapulir Cokelat maka umat menjadi bagian dari keluarga rohani yang dengannya umat memiliki hak istimewa untuk berafiliasi dengan Ordo Karmelit. Selain itu, umat dapat berpartisipasi dalam jasa-jasa para Bapa Karmelit dan para Religius dalam hidup dan mati, serta menerima janji-janji Bunda Maria melalui Skapulir.
Sebelumnya ada kebiasaan untuk menuliskan nama seseorang dalam Daftar Konfraternitas, di mana imam paroki akan mendaftarkan semua umat yang melakukan Ritus Pemberkatan dan Pelantikan dengan mengirimkan nama-nama tersebut ke biara Karmelit tempat Konfraternitas didirikan secara kanonik. Namun, kebiasaan itu sudah tidak lagi menjadi praktik yang dilakukan saat ini. Salah satu alasannya adalah karena Skapulir Cokelat telah menjadi Sakramentali dan devosi yang universal sehingga Gereja telah mengambil alih kewajiban ini dari umat awam. Umat awam sudah cukup dengan menerima Skapulir Cokelat untuk menjadi anggota Konfraternitas tanpa perlu didaftarkan ke biara Karmelit tempat Konfraternitas didirikan secara kanonik.
Rumusan Ritus Pemberkatan dan Pelantikan Skapulir Cokelat yang dapat diberikan kepada imam untuk memberkati Skapulir Cokelat dan melantik umat untuk mengenakan Skapulir Cokelat, silahkan klik di sini (doa pemberkatan dan pelantikan Skapulir Cokelat).
MEDALI SKAPULIR
Pengecualian untuk beberapa orang yang memiliki alergi bahan wol, maka dapat menggunakan Medali Skapulir yang dapat dikenakan sebagai gantinya, yaitu Medali Skapulir dengan gambar Hati Kudus di satu sisi dan gambar Bunda Maria di sisi yang lain. Namun, medali bukanlah pilihan, melainkan sebuah akomodasi bagi mereka yang memiliki alergi wol. Jika Medali Skapulir dikenakan tanpa alasan yang benar, apalagi untuk kesombongan atau kenyamanan, maka pemakainya berisiko tidak menerima manfaat dari janji Skapulir. Penting untuk diingat bahwa Skapulir kecil yang dikenakan oleh umat awam dimaksudkan sebagai versi miniatur dari apa yang dikenakan oleh para Karmelit sebagai bagian dari Busana Religius mereka, yang tidak pernah dapat digantikan dengan apa pun.
PENGGUNAAN SKAPULIR COKELAT
Dengan mengenakan Skapulir Cokelat maka umat mengatakan kepada Bunda Maria bahwa umat menghormatinya, mencintainya dan percaya kepadanya setiap saat sepanjang hari. Santo Alfonsus berkata: “Maria yang Paling Suci senang ketika para pelayannya mengenakan Skapulirnya sebagai tanda bahwa mereka telah membaktikan diri kepada pelayanannya, dan merupakan anggota Keluarga Bunda Allah.” Setiap Paus sejak tahun 1280 M telah mengenakan Skapulir Cokelat Bunda Maria dari Gunung Karmel.
“Suatu hari nanti melalui Rosario dan Skapulir (Cokelat), aku akan menyelamatkan dunia,” kata Perawan Maria Yang Terberkati kepada Santo Dominikus. Bunda Maria dari Fatima, pada saat Keajaiban Matahari pada tanggal 13 Oktober 1917, mengulurkan Skapulir Cokelat. Bunda Maria ingin semua umat selalu memakainya dan berdoa sedikitnya lima dekade Rosario Suci setiap hari.
Jika umat hanya mengenakan Skapulir Cokelat tanpa menjaga kesucian sesuai status hidup (menikah/lajang) maka janji Bunda Maria yang terkandung dalam Skapulir ini tidak akan bisa diterima. Pastor Chris Alar pernah bercerita bahwa seorang staff Gereja mempunyai seorang teman yang mengenakan Skapulir Cokelat dengan kepercayaan bahwa saat dia meninggal maka dia tidak akan masuk neraka sesuai dengan janji Bunda Maria, yang mengatakan bahwa siapa pun yang meninggal dengan mengenakan Skapulir Cokelat tidak akan menderita api yang kekal [neraka]. Merasa yakin dirinya tidak akan masuk neraka hanya karena mengenakan Skapulir Cokelat maka sang umat (temannya staff Gereja) tersebut pun hidup dengan seenak hatinya. Bermabuk-mabukan, berzina, dan sebagainya. Suatu hari sang umat tersebut mengalami serangan jantung dan langsung meninggal. Ketika jenazahnya ditemukan, ternyata Skapulir Cokelatnya berada beberapa meter jauhnya dari jenazah. Sang umat tersebut meninggal tanpa Skapulir Cokelat di tubuhnya. Ada juga kisah lainnya yang menunjukkan orang yang dalam kesadarannya memilih tetap hidup berdosa atau melawan Tuhan namun mengenakan Skapulir Cokelat, tetapi saat meninggal tidak ditemukan Skapulir Cokelat dalam jenazahnya melainkan Skapulir Cokelat berada terpisah dari jenazahnya.
Ada banyak kisah keajaiban berkaitan dengan Skapulir Cokelat seperti rahmat pertobatan bagi orang yang mengenakannya, perlindungan dari berbagai macam bencana, bahaya dan setan, dan sebagainya. Untuk sebagian kisah keajaiban tersebut bisa dibaca di https://fatima.org/wp-content/uploads/2017/03/bt023_our_ladys_garment_the_brown_scapular.pdf.
Ada ratusan mukjizat yang mendukung penggunaan Skapulir kain, tetapi tidak ada satu pun mukjizat yang mendukung penggunaan Medali Skapulir. Medali Skapulir dimulai sebagai bentuk indulgensi oleh Santo Pius X bagi orang-orang yang tinggal di tempat-tempat seperti Amazon, di mana kelembaban dan panas membuat kain Skapulir cepat rusak, dan juga bagi mereka yang tidak dapat mengenakan Skapulir karena alasan kesehatan (alergi terhadap wol). Namun, tidak ada satu pun mukjizat yang mendukung penggunaan Medali Skapulir. Lebih baik mengenakan Medali Skapulir daripada tidak mengenakannya sama sekali, tetapi Bunda Maria ingin umat mengenakan kain Skapulir Cokelat, bukan Medali Skapulir, jika memungkinkan.
PENGALAMAN PRIBADI AKAN SKAPULIR COKELAT
Saya pribadi mengenakan Skapulir Cokelat. Saya mempunyai beberapa Skapulir Cokelat yang telah diberkati oleh imam tapi saya hanya menyimpannya saja, tidak mengenakannya. Lalu muncul dorongan hati yang terus menerus menyuruh saya untuk mengenakan Skapulir Cokelat. Awalnya saya merasa enggan untuk mengenakannya karena saya khawatir akan menimbulkan alergi terhadap kulit saya yang sensitif. Lagipula saya merasa akan merepotkan dan terasa janggal apabila mengenakan Skapulir. Namun, karena dorongan tersebut terus menerus muncul menyuruh saya untuk mengenakan Skapulir Cokelat, akhirnya saya turuti. Ternyata kulit saya baik-baik saja, tidak merasa gatal terhadap kain wol dari Skapulir tersebut.
Selama beberapa bulan saya mengenakan Skapulir Cokelat tanpa saya mengetahui bahwa harus melakukan Ritus Pemberkatan dan Pelantikan. Ketika akhirnya saya baru mengetahui bahwa ternyata harus melakukan Ritus Pemberkatan dan Pelantikan oleh seorang imam untuk mengenakan Skapulir Cokelat kepada saya, barulah kemudian saya meminta imam pembimbing saya untuk melakukan Ritus tersebut.
Saat imam pembimbing saya mengenakan Skapulir Cokelat sesuai Ritus tersebut kepada saya, saya merasakan sesuatu hal yang tidak bisa saya jabarkan, mengalir ke dalam diri saya bersamaan dengan Skapulir Cokelat itu menggantung di tubuh saya. Saya sadari, saya menerima rahmat Tuhan melalui Skapulir Cokelat yang imam kenakan kepada saya tersebut. Semenjak itu, saya selalu mengenakan Skapulir Cokelat. Saya hanya melepaskan Skapulir Cokelat saat hendak mandi supaya Skapulirnya tidak menjadi basah. Selesai mandi maka saya akan mengenakan kembali Skapulir Cokelat.
Selain itu, setiap pagi setelah bangun dari tidur, saya akan mendaraskan doa Persembahan Pagi Skapulir Cokelat.
Rumusan doa persembahan pagi Skapulir Cokelat, silahkan klik di sini (doa persembahan pagi Skapulir Cokelat).
Sakramentali bukanlah jimat dan jangan perlakukan Sakramentali sebagai jimat.
Sumber:
1) Skapulir, https://id.wikipedia.org/wiki/Skapulir
2) Skapulir Cokelat dari Gunung Karmel, https://id.wikipedia.org/wiki/Skapulir_Cokelat_dari_Gunung_Karmel
3) Apakah Devosi Skapular, https://www.katolisitas.org/unit/apakah-devosi-skapular/
4) The Brown Scapular, https://www.sistersofcarmel.com/brown-scapular-information.php
5) FAQs: The Brown Scapular, https://www.sistersofcarmel.com/faqs-the-brown-scapular/
6) Brown Scapular of Our Lady of Mt Carmel, https://www.ewtn.com/catholicism/answers/brown-scapular-26171
7) Our Lady’s Garment, The Brown Scapular: A Sign of Salvation and Protection, https://fatima.org/wp-content/uploads/2017/03/bt023_our_ladys_garment_the_brown_scapular.pdf
8) Statues, Medals, Images, Scapulars. Are Sacramentals Grace of Idolatry? – Explaining the Faith, https://www.youtube.com/watch?v=06mgry1cPf4
9) Brown Scapular: Mt Carmel & Fatima – Explaining the Faith w/Fr. Chris Alar, https://www.youtube.com/watch?v=RaC4gp05FhM
10) Sacramentals – Fr Ripperger, https://www.youtube.com/watch?v=gMJhN-onNzg
Abba, have mercy
Lord Jesus, have mercy
Holy Spirit, have mercy
Holy Trinity, have mercy
9 November 2024
HIS Little Servant
Yulianti Tay


