Sakramentali: Medali Santo Benediktus
Sakramentali: Skapulir Cokelat
Sakramentali: Gambar Allah Bapa
Sakramentali: Minyak Suci
APA ITU MINYAK SUCI?
Minyak Suci adalah minyak yang diberkati oleh imam, yang dapat digunakan sebagai Sakramen ataupun Sakramentali. Minyak Suci sebagai Sakramen hanya dapat digunakan oleh Uskup atau imam dalam Ritual Gereja Katolik, sedangkan Minyak Suci sebagai Sakramentali dapat digunakan oleh umat awam.
PENGGUNAAN MINYAK DALAM SEJARAH
Sudah semenjak Perjanjian Lama, minyak digunakan dalam berbagai hal seperti untuk memasak dan memanggang (Keluaran 29:2), sebagai campuran untuk parfum (Ruth 3:3), sebagai bahan bakar untuk penerang (Keluaran 27:20, Matius 25:3), sebagai tanda pengurapan Tuhan (Keluaran 30:22-29, Imamat 8:10-12, 1 Samuel 16:13). Khasiat penyembuhan minyak juga diakui (Yehezkiel 16:9; Lukas 10:34). Para Rasul menggunakannya untuk penyembuhan, tampaknya atas petunjuk Yesus Sendiri (Markus 6:13), dan praktik ini dilanjutkan di Gereja mula-mula (Yakobus 5:14).
Minyak secara istimewa merupakan tanda khusus berkat Tuhan. Di antara banyak penyediaan indah dari Sang Gembala Baik adalah pengurapan-Nya: “Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak.” (Mazmur 23:5). Minyak telah menjadi simbol yang kaya akan kehidupan umat di dalam Yesus, atau keikutsertaan umat dalam pengurapan-Nya dan dalam pencurahan Roh Kudus-Nya. Menggunakan minyak dapat menjadi cara yang indah dan ampuh untuk memperbarui kehidupan umat di dalam Yesus, terutama ketika minyak ini telah "dikuduskan oleh firman Allah dan oleh doa" (1 Timotius 4:5).
PENGGUNAAN MINYAK SUCI SEBAGAI SAKRAMEN
Ada tiga macam Minyak Suci yang khusus digunakan dalam ritual Gereja dan hanya boleh digunakan oleh Uskup ataupun imam, yaitu:
1) Oil Of Cathecuments (Minyak Katekumen) yaitu Minyak Suci dari minyak zaitun yang digunakan untuk mengurapi para katekumen, baik orang dewasa maupun bayi, sebelum menerima Sakramen Pembaptisan.
2) Holy Chrism Oil (Minyak Krisma) yaitu Minyak Suci dari campuran minyak zaitun dan balsam yang digunakan untuk mengkonsekrasikan seseorang atau sesuatu untuk pelayanan kepada Tuhan seperti dalam Sakramen Krisma, dalam Tahbisan seorang imam (Sakramen Imamat) dan pentahbisan Uskup, mengkonsekrasikan sebuah Gereja, pemberkatan sebuah altar dan benda-benda yang digunakan dalam Misa.
3) Oil Of The Sick (Minyak Orang Sakit) yaitu Minyak Suci dari minyak zaitun untuk mengurapi orang sakit yang digunakan dalam Sakramen Perminyakan.
Ketiga minyak tersebut diberkati oleh Uskup setiap tahun saat Pekan Suci. Ketiga minyak ini bersama-sama menyatakan dengan berbagai cara keikutsertaan umat sepenuhnya dalam pengurapan Yesus. Dengan menggunakan semua minyak ini, umat memberikan ekspresi lahiriah kepada iman umat terhadap Yesus sebagai yang diurapi Allah, dan dengan demikian ikut ambil bagian yang lebih mendalam dalam pengurapan-Nya.
PENGGUNAAN MINYAK SUCI SEBAGAI SAKRAMENTALI
Selain ketiga Minyak Suci Gereja tersebut, Gereja juga mengakui penggunaan Minyak Suci bagi seluruh umat Kristiani. Dalam penggunaan Minyak Suci sebagai Sakramentali, umat awam janganlah dibingungkan oleh antara Minyak Suci ini dengan Minyak Suci Gereja yang hanya bisa digunakan oleh imam dalam Sakramen Perminyakan. Tujuan dari Minyak Suci sebagai Sakramentali ini terutama adalah untuk penyembuhan dan perlindungan dari bahaya atau kuasa kegelapan; akan tetapi minyak ini juga dapat digunakan untuk mendoakan untuk seluruh berkat yang diwakili oleh minyak; yaitu semua kekayaan yang umat miliki di dalam Yesus. Minyak Suci ini bisa digunakan untuk mendoakan diri sendiri atau seseorang yang umat miliki otoritas terhadapnya (orang tua terhadap anak, suami terhadap istri). Umat awam tidak boleh memberkati umat awam lainnya karena mereka tidak memiliki otoritas atas umat awam lainnya. Cara memberkati yang paling sederhana adalah dengan membuat Tanda Salib di dahi. Namun, bagian tubuh lainnya juga dapat diberkati terutama ketika kebutuhan penyembuhan mungkin terlokalisasi pada satu atau beberapa bagian tubuh.
Penggunaan Minyak Suci oleh umat awam merupakan kebiasaan kuno Gereja Katolik. Minyak Suci, sebuah Sakramentali seperti Air Suci, membantu umat beriman untuk bertumbuh dalam kehidupan rohaninya dan meningkatkan devosinya kepada iman Katolik. Minyak Suci juga dapat digunakan saat berdoa bagi orang sakit asalkan ada perbedaan yang jelas antara Sakramen Perminyakan dan penggunaan Minyak Suci secara Sakramentali. Dalam penggunaan khusus ini, Minyak Suci sebagai Sakramentali tidak berbeda dengan penggunaan Garam Suci, palem, abu, dll.
Ketika menggunakan Minyak Suci sebagai Sakramentali, umat awam berkewajiban untuk menjelaskan kepada mereka yang hadir bahwa ia tidak sedang memberikan Sakramen yang terbatas pada Uskup atau imam. Hal ini untuk memastikan tidak akan terjadi kebingungan dalam penggunaan Minyak Suci sebagai Sakramentali dengan Sakramen Perminyakan.
Sakramentali Minyak Suci dapat digunakan:
- pada orang-orang dengan cara mengoleskan minyak tersebut pada area yang terkena pengaruh setan atau pada Tanda Salib di dahi,
- pada benda-benda dengan membuat Tanda Salib pada benda yang ditemukan dipengaruhi kuasa kegelapan (ini dapat mencakup hewan, meskipun Air Suci yang biasanya digunakan pada hewan),
- pada rumah-rumah, Tanda Salib dibuat pada pintu masuk dan jendela-jendela atau pada benda-benda dalam rumah yang terkena dampak kuasa kegelapan,
- dan cara-cara lainnya yang mirip dengan penggunaan Air Suci.
Minyak Suci tidak boleh dikaitkan dengan takhayul seperti Minyak Suci memiliki kekuatan magis tersendiri. Minyak Suci adalah simbol rahmat Tuhan yang bekerja melalui iman orang percaya. Iman seperti itu harus berpusat pada Yesus, seperti iman orang buta dalam Yohanes 9; ia beriman kepada Yesus, bukan kepada lumpur dan ludah yang digunakan Yesus untuk menyembuhkannya.
Sakramentali Minyak Suci ada 2 macam, yaitu:
- Blessed Oil yaitu Minyak Suci yang diberkati oleh imam dengan doa berkat biasa tanpa doa eksorsisme.
- Exorcised Oil yaitu Minyak Suci yang diberkati oleh imam dengan doa eksorsisme dan doa berkat.
Exorcised Oil mempunyai efektivitas yang lebih tinggi terhadap kuasa kegelapan dibandingkan Blessed Oil.
Bahan untuk jenis minyak yang digunakan sebagai Minyak Suci adalah minyak zaitun karena dalam Roman Ritual, setiap kata minyak yang disebut dalam doa pemberkatan adalah dimaksudkan sebagai minyak zaitun.
Umat bisa membawa minyak zaitun kepada imam untuk diberkati. Apabila imam menolak memberkatinya karena mengira umat akan menggunakannya sebagai Sakramen Perminyakan, maka cobalah jelaskan kepada sang imam bahwa minyak tersebut untuk digunakan sebagai Sakramentali sebagaimana Tradisi Gereja tentang penggunaan minyak oleh umat awam. Apabila imam tetap menolak untuk memberkatinya, tidak mengapa, tidak usah memaksa untuk minta memberkatinya. Cari saja imam lain yang bersedia untuk memberkati minyak tersebut. Perlu diperhatikan bahwa hanya benda yang diberkati oleh imam saja (sesuai kewenangannya) yang bisa menjadi Sakramentali, bukan diberkati oleh diri sendiri ataupun oleh orang lain yang bukan imam Gereja Katolik.
Rumusan Ritus doa eksorsisme dan pemberkatan minyak zaitun yang dapat diberikan kepada imam untuk memberkati minyak zaitun, silahkan klik di sini (pemberkatan minyak dengan doa eksorsisme). Umat bisa memberikan doa itu kepada imam agar imam memberkati minyak zaitun dengan Ritus doa tersebut menjadi Exorcised Oil.
Mendiang Pastor Gabriele Amorth, seorang imam Exorcist (pengusir setan) di Vatikan yang terkemuka di dunia dan salah satu pendiri International Association of Exorcists, dalam bukunya yang berjudul An Exorcist Tells His Story selalu menyarankan penggunaan tiga Sakramentali, yaitu Exorcised Water, Exorcised Salt dan Exorcised Oil, yang sangat bermanfaat dalam menghadapi kuasa kegelapan. Pastor Gabriele Amorth mengatakan bahwa Exorcised Oil membantu menghilangkan kekuatan setan, serangan-serangan setan, dan setan-setan yang ditimbulkannya, juga bermanfaat bagi kesehatan pikiran dan tubuh. Ada satu sifat khusus dari Exorcised Oil yaitu memisahkan impurities (kotoran) dari tubuh, kotoran akibat meminum atau memakan sesuatu yang mengandung kutukan. Meminum Air Suci juga dapat digunakan untuk memisahkan kotoran tersebut. Penyakit yang disebabkan oleh kuasa kegelapan akan hilang saat Pastor Gabriele Amorth membuat Tanda Salib dengan Exorcised Oil di bagian tubuh yang terpengaruh kuasa kegelapan.
Pastor Chad Ripperger mengatakan bahwa banyak umat dan imam yang kerap salah paham dengan Sakramentali Minyak Suci yang boleh digunakan oleh umat. Mereka mengira bahwa Sakramentali Minyak Suci yang digunakan oleh umat adalah minyak yang digunakan dalam Sakramen Perminyakan. Padahal itu adalah dua jenis Minyak Suci yang berbeda. Pastor Chad Ripperger mengatakan padahal hanya perlu memberikan penjelasan katekese selama 5 menit untuk menjelaskan perbedaan kedua minyak ini sehingga tidak menjadi rancu.
PENGALAMAN PRIBADI AKAN SAKRAMENTALI MINYAK SUCI
Saya pribadi menggunakan Sakramentali Minyak Suci sebagai berikut:
- beberapa bulan sekali saya mendoakan rumah saya dengan membuat Tanda Salib dengan Minyak Suci di setiap pintu (pintu masuk, pintu kamar, pintu gudang, pintu toilet) dan jendela di rumah saya,
- apabila diperlukan, membuat Tanda Salib di bagian tubuh saya maupun anak-anak saya yang sedang terasa sakit,
- membuat Tanda Salib dengan Minyak Suci di dahi saya saat saya hendak khusus berdoa sesuatu.
Saya terkadang menyarankan teman untuk membuat Tanda Salib dengan Minyak Suci di dahi mereka atau anggota keluarga mereka apabila sedang diserang anxiety (kecemasan berlebihan) atau sedang stress atau sedang diserang oleh pikiran-pikiran negatif.
Sakramentali bukanlah jimat dan jangan perlakukan Sakramentali sebagai jimat.
Sumber:
1) Blessed Oil, https://www.catholicsacramentals.org/blessed-oil
2) Frequently Asked Questions regarding Blessed Oil, https://www.catholicdoors.com/faq/qu332.htm
3) Auxilium Christianorum, Frequently Asked Questions, https://auxiliumchristianorum.org/faq/#1534789914114-38782823-132d
4) Buku An Exorcist Tells His Story, Father Gabrielle Amorth, Penerbit: Ignatius Press San Fransisco.
5) Sacramentals – Fr Ripperger, https://www.youtube.com/watch?v=gMJhN-onNzg
6) What are the Three Holy Oils?, https://www.simplycatholic.com/what-are-holy-oils/
Abba, have mercy
Lord Jesus, have mercy
Holy Spirit, have mercy
Holy Trinity, have mercy
12 Oktober 2024
HIS Little Servant
Yulianti Tay

