CAHAYA IMAN KATOLIK

Sakramentali: Medali Santo Benediktus

Sakramentali: Medali Santo Benediktus

APA ITU MEDALI SUCI?

Medali suci, yang juga dikenal sebagai medali devosi atau medali keagamaan, adalah medali yang biasanya menyerupai koin, dibuat untuk tujuan devosi atau peringatan. Biasanya satu sisi, variasinya meliputi gambar Perawan Maria yang Terberkati, orang kudus lainnya, seorang Paus, atau ikonografi Kristiani lainnya. Biasanya, medali ini memiliki inskripsi (kata-kata). Banyak orang mengenakan medali di leher, tetapi dapat juga dilekatkan pada Salib atau berbagai medali lain pada gelang. Sakramentali-Sakramentali ini mengingatkan misteri iman Katolik dan beberapa di antaranya diperuntukkan sebagai lencana asosiasi keagamaan, seperti kongregasi religius, untuk menguduskan dan melindungi pemakainya. Oleh karena itu, banyak medali yang diberkati dan penggunaannya diperkaya dengan indulgensi bagi penggunanya.

SEJARAH MEDALI SANTO BENEDIKTUS

Medali Santo Benediktus adalah medali Sakramentali Kristiani yang berisi simbol dan teks yang terkait dengan kehidupan Santo Benediktus dari Nursia.

Santo Benediktus dilahirkan di Nursia pada tahun 480. Di usia muda, ia meninggalkan studinya di Roma untuk mengejar kehidupan rohani yang suci dan sempurna. Ia segera menetap di daerah terpencil Subiaco dan tinggal di sebuah gua selama tiga tahun di bawah bimbingan seorang pertapa bernama Romanus.

Setelah kematian Romanus, Benediktus menerima undangan beberapa biarawan di daerah sekitarnya untuk menjadi kepala biara mereka. Beberapa biarawan yang lebih malas dan tidak bermoral ingin menyingkirkannya, jadi mereka bersekongkol untuk meracuni roti dan anggurnya. Setelah diperingatkan secara mistis tentang pengkhianatan itu, Benediktus membuat Tanda Salib di atas makanan dan rencana itu pun digagalkan. Atas berkatnya, cawan anggur itu pecah dan ia memerintahkan dua burung gagak yang selalu menemaninya untuk membawa pergi roti beracun itu dan menaruhnya di tempat yang tidak akan membahayakan siapa pun. Ia kemudian kembali menyendiri untuk beberapa saat.

Pada usia 31 tahun, ia mulai mendirikan biara-biara dan pada usia 39 tahun, ia telah mendirikan dua belas biara, yang paling terkenal adalah Montecassino, tempat ia menulis aturan bagi para biarawannya. “Rule of Saint Benedict” (Aturan Santo Benediktus) menjadi norma bagi semua Monastisisme Barat dan masih dipraktikkan hingga kini oleh para Benediktin di seluruh dunia. Ordo Benediktin telah memberikan kepada Gereja lebih dari 57.000 orang kudus dan 35 Paus, yang 17 di antaranya adalah Santo atau Beato.

Saudari kembar Santo Benediktus, Santa Skolastika, mendirikan sebuah ordo biarawati yang didasarkan pada aturan hidup yang sama dengan Ordo Benediktin. Suatu hari ketika sedang berdoa, Santo Benediktus melihat dalam sebuah penglihatan kematian saudarinya dan jiwa saudarinya terangkat ke Surga dalam bentuk seekor merpati. Santa Skolastika meninggal pada tanggal 10 Februari 543 M, 40 hari sebelum kematian Santo Benediktus pada tanggal 21 Maret. Mereka berdua dimakamkan di Katedral Montecassino.

Santo Benediktus adalah Santo pelindung banyak hal, terutama dikenal karena perantaraannya melawan kejahatan, termasuk racun, godaan, dan ilmu sihir. Ia juga merupakan pelindung para biarawan, pelajar, petani, dan seluruh Eropa.

Tidak diketahui kapan Medali Santo Benediktus berasal. Selama persidangan atas tuduhan sihir di Natternberg dekat Biara Metten di Bavaria pada tahun 1647, para wanita yang dituduh, bersaksi bahwa mereka tidak memiliki kekuasaan atas Metten yang berada di bawah perlindungan Salib. Setelah diselidiki, sejumlah Salib yang dicat, dikelilingi oleh huruf-huruf yang sekarang ditemukan pada medali Benediktin, ditemukan di dinding biara, tetapi maknanya telah dilupakan. Akhirnya, dalam sebuah manuskrip tua yang ditulis pada tahun 1415, ditemukan sebuah gambar yang menggambarkan Santo Benediktus memegang tongkat di satu tangan yang berakhir dengan Salib dan sebuah gulungan di tangan lainnya. Pada tongkat dan gulungan itu tertulis kata-kata lengkap yang huruf-huruf misteriusnya adalah inisial. Medali yang memuat gambar Santo Benediktus, sebuah Salib, dan huruf-huruf ini mulai dicetak di Jerman, dan segera menyebar ke seluruh Eropa. Medali-medali itu pertama kali disetujui oleh Paus Benediktus XIV dalam surat-suratnya tertanggal 23 Desember 1741, dan 12 Maret 1742.

Hal tersebut – dikombinasikan dengan banyak kisah tentang Santo Benediktus yang menang atas perangkap-perangkap yang dipasang Iblis terhadapnya semasa hidupnya – adalah bagaimana simbol-simbol pada Medali Santo Benediktus disebarkan sebagai bentuk perlindungan terhadap kejahatan dan eksorsisme (pengusiran setan).
Pastor Chad Ripperger, seorang imam Exorcist terkemuka di Amerika, mengatakan Medali Santo Benediktus didesain khusus untuk mengusir kuasa kegelapan di udara dan memberikan perlindungan spiritual. Semua simbol dan gambar yang tercantum dalam Medali Santo Benediktus didesain secara spesifik untuk mengusir Setan. Itulah alasan mengapa umat harus memiliki dan selalu membawa/memakai Medali Santo Benediktus.

DESKRIPSI MEDALI SANTO BENEDIKTUS

Deskripsi Medali Santo Benediktus adalah sebagai berikut:

Pada bagian depan medali adalah gambar Santo Benediktus dengan tangan kanannya memegang Salib dan tangan kirinya memegang Buku Aturan untuk biaranya. Di sisi kanan Santo Benediktus adalah cawan beracun dan sisi kirinya adalah seekor burung gagak yang hendak membawa pergi roti beracun sesuai kisah hidupnya yang hendak diracuni oleh sekelompok biarawan yang hendak melenyapkannya. Dari sini muncul tradisi bahwa medali ini melindungi terhadap keracunan.

Di atas cawan dan burung gagak adalah kata-kata Crux sancti patris Benedicti (Salib Bapa Suci Benediktus). Di sekeliling gambar Santo Benediktus adalah kata-kata Eius in obitu nostro praesentia muniamur (Semoga kita dikuatkan oleh kehadirannya di saat kematian kita) karena para Benediktin menganggapnya sebagai pelindung khusus kematian yang bahagia. Santo Benediktus dipandang meninggal dengan bahagia karena ia meninggal di kapel di Montecassino sambil berdiri dengan kedua tangannya terangkat ke surga, disokong oleh para biarawan, tak lama setelah Santo Benediktus menerima Komuni Kudus.

Di bawah gambar Santo Benediktus adalah EX SM Casino MDCCCLXXX (dari Monte Cassino yang suci, 1880). Ini adalah medali yang dibuat untuk memperingati hari ulang tahun ke-1400 kelahiran Santo Benediktus.

Pada bagian belakang medali adalah gambar Salib dengan inisial huruf-huruf dari doa eksorsisme dalam Bahasa Latin:
CSSML = Crux Sacra Sit Mihi Lux (Semoga Salib Suci menjadi terangku)
NDSMD = Non Draco Sit Mihi Dux (Jangan biarkan si naga/iblis menjadi pembimbingku)
VRS = Vade Retro Satana! (Enyahlah Setan!)
NSMV = Nunquam Suade Mihi Vana (Jangan pernah goda aku dengan kesia-siaanmu)
SMQL = Sunt Mala Quae Libas (Cawan yang engkau tawarkan adalah kejahatan)
IVB = Ipse Venena Bibas! (Minumlah sendiri racunmu!)

Huruf inisial besar CSPB merupakan singkatan dari Crux Sancti Patris Benedicti (Salib Bapa Suci Benediktus). Di paling atas adalah kata PAX (damai).

PENGGUNAAN MEDALI SANTO BENEDIKTUS

Medali Santo Benediktus melambangkan doa dari pemakainya untuk memohon berkat dan perlindungan Tuhan melalui perantaraan Santo Benediktus. Tidak ada aturan khusus yang ditetapkan untuk penggunaannya. Meskipun orang awam dan sebagian besar imam dilarang melakukan eksorsisme, mereka diizinkan menggunakan Medali Santo Benediktus untuk menangkal kejahatan.
Seseorang diizinkan untuk:
1) memakai medali di leher;
2) menggabungkannya pada rosario;
3) disimpan di saku atau tas;
4) menempelkannya pada gantungan kunci;
5) ditempelkan pada mobil atau rumah atau tempat bisnis, di dinding lumbung dan gudang;
6) diletakkan di fondasi rumah dan bangunan;
7) ditempelkan di tengah Salib untuk menciptakan Salib Santo Benediktus, biasanya dengan sisi belakang medali sebagai lingkaran cahaya di Korpus.

Menurut Dom Gueranger, seorang imam Benediktin, medali Santo Benediktus dianggap efektif dalam:
1) memohon kedamaian batin/penyembuhan rohani;
2) memohon perdamaian antar individu atau antar bangsa di dunia;
3) menyembuhkan penyakit fisik terutama sebagai perlindungan terhadap penyakit menular;
4) menghancurkan pengaruh ilmu sihir dan semua pengaruh jahat dan menghantui lainnya;
5) menyembuhkan mereka yang menderita luka atau penyakit;
6) memperoleh pertobatan orang berdosa, terutama ketika mereka dalam bahaya kematian;
7) memberikan perlindungan terhadap badai dan petir;
8) melindungi anak-anak dari mimpi buruk;
9) melindungi ibu dan anak-anaknya saat melahirkan;
10) melindungi hewan yang terinfeksi wabah atau penyakit lainnya;
11) melindungi ladang yang dipenuhi serangga berbahaya;
12) melindungi atau menangkal pengaruh racun;
13) melindungi orang-orang yang tergoda, tertipu atau tersiksa oleh roh-roh jahat.

Tujuan penggunaan medali dengan cara apa pun di atas adalah untuk memohon berkat dan perlindungan Tuhan atas umat, di mana pun umat berada, dan atas rumah serta harta benda umat, khususnya melalui perantaraan Santo Benediktus. Dengan penggunaan medali secara sadar dan khusyuk, medali menjadi doa hening yang terus-menerus dan pengingat bagi umat akan martabat umat sebagai pengikut Kristus. Perlu umat perhatikan bahwa umat tidak boleh menjadi percaya takhayul dalam menggunakan medali. Medali hanyalah sarana penyaluran rahmat dan berkat Tuhan. Jadi dalam penggunaan medali, umat haruslah memandang Tuhan-lah yang berkarya melalui medali dan bukan memandang medalinya sebagai sumber kuasa.

Pastor Chad Ripperger mengatakan bahwa berdasarkan pengalamannya dan pengalaman para imam Exorcist dalam melakukan eksorsisme, mereka ketahui bahwa setan masuk ke dalam rumah atau suatu tempat melalui pintu atau jendela. Suatu hal yang sebetulnya agak sulit dimengerti karena mengingat bentuk alami setan adalah roh yang tidak dibatasi oleh ruang, artinya seharusnya mereka bisa menembus ruang, namun ternyata untuk akses masuk ke dalam rumah atau tempat, mereka dibatasi Tuhan hanya bisa masuk melalui pintu atau jendela. Itu sebabnya para imam Exorcist menyarankan untuk menempelkan Medali Santo Benediktus di atas pintu masuk rumah dan jendela rumah.

PENGALAMAN PRIBADI AKAN MEDALI SANTO BENEDIKTUS

Saya pribadi menggunakan Medali Santo Benediktus dalam rosario, Salib Santo Benediktus di meja altar tempat saya berdoa di rumah dan menggantung Salib Santo Benediktus di atas pintu masuk rumah dan setiap jendela rumah saya. Suatu hari ada dorongan kuat dalam diri saya yang menyuruh saya untuk memiliki rosario dengan Medali Santo Benediktus. Tidak mengerti mengapa saya harus memiliki rosario tersebut, lalu saya membatin bertanya kepada Tuhan Yesus, “Yesus, buat apa rosario dengan Medali Santo Benediktus itu?” Setelah saya membatin seperti itu lalu muncul perkataan dalam diri saya, “Itu senjatamu!”. Rosario dengan Medali Santo Benediktus itulah yang selalu saya pakai berdoa dan selalu saya bawa dalam saku baju saya saat saya berada di luar rumah.

PEMBERKATAN MEDALI SANTO BENEDIKTUS

Medali Santo Benediktus bisa diberkati oleh imam Gereja Katolik mana saja, tidak harus Benediktin. Hanya Medali Santo Benediktus yang diberkati oleh imam saja, bukan diberkati oleh diri sendiri, yang bisa menjadi Sakramentali. Hanya Medali Santo Benediktus satu-satunya medali yang ada rumusan doa pemberkatannya di Roman Ritual.

Rumusan Ritus doa eksorsisme dan pemberkatan Medali Santo Benediktus versi singkat yang dapat diberikan kepada imam untuk memberkati Medali Santo Benediktus, silahkan klik di sini (pemberkatan Medali Santo Benediktus dengan doa eksorsisme). Umat bisa memberikan doa ini kepada imam agar imam memberkati Medali Santo Benediktus dengan Ritus doa tersebut.

Mintalah sang imam untuk memberkati medalinya dengan memerciki medalinya dengan Air Suci. Namun, apabila imam menolak untuk memberkati dengan memerciki Air Suci, maka setelah imam memberkati medali tersebut, umat kemudian bisa memerciki sendiri medalinya dengan Air Suci dalam bentuk Tanda Salib sambil mengucap, “Dalam Nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus, Amin.”

Sakramentali bukanlah jimat dan jangan perlakukan Sakramentali sebagai jimat.

Sumber:
1) The Hidden Powers of St. Benedict’s Medal, https://www.catholic.com/magazine/online-edition/the-hidden-powers-of-st-benedicts-medal
2) Saint Benedict Medal, https://www.saintbenedict.com/catholic-resources/st-benedict-medal/
3) What You Need To Know About St. Benedict And His Medal, https://ewtn.co.uk/article-what-you-need-to-know-about-st-benedict-and-his-medal/
4) Medal of Saint Benedict, https://www.newadvent.org/cathen/13338a.htm
5) Saint Benedict Medal, https://en.wikipedia.org/wiki/Saint_Benedict_Medal
6) The Exorcism Formula & Blessing Ritual of the St. Benedict Medal, https://www.catholiccompany.com/magazine/exorcism-formula-st-benedict-medal-6093
7) Sacramentals – Fr Ripperger, https://www.youtube.com/watch?v=gMJhN-onNzg

Abba, have mercy
Lord Jesus, have mercy
Holy Spirit, have mercy
Holy Trinity, have mercy

26 Oktober 2024
HIS Little Servant
Yulianti Tay

Medali Santo Benediktus Tampak Belakang dan Tampak Depan

Salib dengan Medali Santo Benediktus