Sakramentali: Medali Santo Benediktus
Sakramentali: Skapulir Cokelat
Sakramentali: Gambar Allah Bapa
Sakramentali: Garam Suci
APA ITU GARAM SUCI?
Garam Suci merupakan salah satu benda Sakramentali. Garam Suci adalah garam yang diberkati oleh seorang imam, untuk memberikan berkat Tuhan kepada mereka yang menggunakannya.
PENGGUNAAN GARAM SUCI DALAM SEJARAH
Untuk memahami penggunaan Garam Suci yang tepat dan kemanfaatannya, akan baik jika umat meninjau kembali simbolisme Kitab Suci dan sejarahnya, karena Konsili Vatikan II mendorong umat untuk berpartisipasi “secara cerdas dan aktif” dalam penggunaan Sakramentali-Sakramentali, sama seperti dalam penggunaan Sakramen-Sakramen.
Garam di dunia kuno merupakan komoditas yang berharga (bahkan dimonopoli oleh para bangsawan di Mesir dan Persia). Karena mahal, garam merupakan persembahan yang sesuai bagi Tuhan sebagai “perjanjian garam” (Imamat 2:13; 2 Tawarikh 13:5; Bilangan 18:19) yang digunakan dalam persembahan oleh orang Israel (Yehezkiel 43:24) dan untuk hidangan persembahan korban sembelihan yang menyertainya (Kejadian 31:54).
Kepercayaan pada khasiat pengawet dan penyembuhannya menyebabkan garam digunakan untuk mengeringkan dan mengeraskan kulit bayi yang baru lahir (Yehezkiel 16:4) dan untuk mencegah infeksi tali pusar. Digunakan selama 3500 tahun untuk mengawetkan daging dari kerusakan, garam menjadi simbol pengawetan dan spiritual incorruptibility (keadaan rohani yang tidak dapat rusak) menjadi ciri khas siapa pun yang mempersembahkan ibadah kurban. Garam yang dibagikan pada hidangan kurban menjadi simbol persahabatan dan keramahtamahan, simbol adat yang masih digunakan hingga saat ini dalam budaya Arab.
Yesus merujuk pada perjanjian persahabatan yang dilambangkan dengan garam ini dalam Markus 9:50: “Hendaklah kamu selalu mempunyai garam dalam dirimu dan selalu hidup berdamai seorang dengan yang lain” – yaitu, “peliharalah kualitas (rasa) yang membuat kamu menjadi berkat bagi satu sama lain.” (Perhatikan simbol ganda pengawetan dan penyedap.)
Beberapa atau semua simbol ini mungkin tersirat dalam perkataan Yesus kepada orang-orang pilihan-Nya, yang menggambarkan mereka sebagai "garam dunia" (Matius 5:13). Yesus secara khusus menunjukkan bahwa mereka harus melawan kerusakan dunia, dengan mengingatkan mereka bahwa, sebagaimana garam harus mempertahankan kualitas anti-kerusakannya sendiri, mereka juga harus mempertahankan pengaruh anti-kerusakannya di dunia yang rusak karena dosa. (Lihat Lukas 14:34).
Berkat yang dijanjikan Tuhan atas makanan dan air, serta pencegahan keguguran dan bencana pertanian (Keluaran 23:25-26) diberikan oleh Tuhan melalui Elisa di Yerikho (2 Raja-raja 2:20-21), ketika ia diilhami untuk menaruh garam ke dalam air yang tercemar. Menambahkan garam ke dalam air yang sudah payau untuk mendesinfeksinya, membuat mukjizat itu semakin mengesankan, karena orang akan mengharapkan efek yang sebaliknya. Mukjizat pertama Elisa ini adalah dasar utama Alkitabiah untuk penggunaan Sakramentali Garam Suci saat ini, seperti yang ditunjukkan oleh Ritus Romawi.
MACAM-MACAM GARAM SUCI
Garam Suci ada 2 macam, yaitu Blessed Salt dan Exorcised Salt.
Blessed Salt adalah garam yang hanya diberkati oleh imam dengan doa berkat tanpa doa eksorsisme.
Exorcised Salt adalah garam yang diberkati oleh imam dengan doa eksorsisme dan doa berkat.
Exorcised Salt mempunyai efektivitas yang lebih besar terhadap kuasa kegelapan dibandingkan Blessed Salt.
Untuk Ritus doa eksorsisme dan pemberkatan garam yang dapat diberikan kepada imam untuk memberkati garam, silahkan klik di sini (pemberkatan air dan garam dengan doa eksorsisme).
Umat bisa memberikan doa ini kepada imam agar imam memberkati garam dengan Ritus doa tersebut menjadi Exorcised Salt.
PENGGUNAAN GARAM SUCI SEBAGAI SAKRAMENTALI
Seperti halnya semua Sakramentali, kekuatannya tidak berasal dari tanda itu sendiri, tetapi melalui doa berkat resmi Gereja (liturgis, bukan pribadi) – kekuatan yang diperoleh Gereja dari Kristus sendiri (lihat Matius 16:19 dan 18:18). Seperti yang dinyatakan dalam dokumen konsili Vatikan II tentang Liturgi (art. 61), baik Sakramen maupun Sakramentali menguduskan umat, bukan dari diri mereka sendiri, tetapi melalui kekuatan yang mengalir dari tindakan penebusan Yesus, yang ditimbulkan dengan perantaraan Gereja untuk diarahkan melalui tanda-tanda dan elemen-elemen eksternal tersebut. Oleh karena itu, Sakramentali seperti Garam Suci, Air Suci, medali, dan lain-lain, tidak boleh digunakan secara takhayul karena memiliki kekuatan yang berdiri sendiri, tetapi sebagai "titik-titik fokus" yang menyalurkan iman seseorang kepada Yesus, seperti halnya bendera digunakan sebagai "titik fokus" patriotisme, atau seperti sapu tangan yang digunakan untuk memfokuskan iman untuk penyembuhan dan pelepasan oleh Paulus (Kisah Para Rasul 19:12).
Dengan demikian, bila digunakan tanpa rasa takhayul, Garam Suci dalam jumlah secukupnya dapat ditaburkan di kamar tidur, atau di ambang pintu untuk mencegah pencurian, di mobil demi keselamatan, dan sebagainya. Beberapa butir Garam Suci dalam air minum atau digunakan dalam memasak atau sebagai bumbu makanan sering kali mendatangkan manfaat rohani dan jasmani yang mencengangkan. Seperti halnya penggunaan Sakramen, maka menggunakan Sakramentali banyak bergantung kepada iman dan devosi orang yang menggunakan Garam Suci atau Sakramentali apa pun. Iman ini haruslah berpusat pada Yesus, sebagaimana iman orang buta dalam Yohanes 9; ia beriman kepada Yesus, bukan kepada lumpur dan ludah yang digunakan Yesus untuk menyembuhkannya.
Ritus Romawi Gereja Katolik juga menyebutkan tentang penggunaan Garam Suci sebagai komponen dalam tiga ritus berikut:
1. Pembaptisan: Sejumput garam yang diberkati dengan doa eksorsisme ditaburkan di dalam mulut (atas lidah) orang yang akan dibaptis. Akan tetapi, dalam praktek modern ritus ini dapat dilewati (tidak dilakukan).
2. Mengkonsekrasikan kembali sebuah altar: Dalam satu ritus untuk mengkonsekrasikan kembali sebuah altar yang telah diganggu, garam diberkati dengan doa eksorsisme, diberkati, dan dicampur dengan abu, air dan anggur, campuran yang dihasilkan digunakan untuk membuat adukan semen yang digunakan untuk menyegel kembali altar.
3. Memberkati Air Suci: Garam ditambahkan ke dalam air dalam keheningan setelah doa, mohon berkat Tuhan untuk garam tersebut, seperti garam yang diberkati "yang ditaburkan di atas air oleh Nabi Elisa" dan memohon kekuatan pelindung dari garam dan air, agar mereka dapat "mengusir kekuatan jahat".
Sakramentali yang tepat, seperti Exorcised Water (air yang diberkati imam dengan doa eksorsime dan doa berkat), Exorcised Oil (minyak yang diberkati imam dengan doa eksorsisme dan doa berkat) dan Exorcised Salt, bila digunakan bersama dengan tujuan yang dinyatakan oleh doa pelepasan, sangatlah bermanfaat. Setiap imam dapat mendaraskan doa-doa Ritus eksorsisme atas ketiga benda tersebut (air, garam, minyak); imam tidak memerlukan izin khusus untuk melakukannya. Namun, perlu bagi imam untuk percaya dan memahami berkat-berkat khusus ini dalam Ritus. Sangatlah bermanfaat untuk mengetahui penggunaan khusus dari ketiga benda Sakramentali ini, yang jika digunakan dengan iman, akan sangat berfaedah.
PENGGUNAAN SAKRAMENTALI GARAM SUCI DI RUMAH
Garam Suci adalah salah satu Sakramentali yang bisa digunakan di rumah untuk perlindungan dan penyembuhan. Ada banyak cara untuk menggunakan Garam Suci di rumah, di antaranya:
1. Menciptakan penghalang spiritual, sebagai perlindungan di rumah untuk menangkal roh jahat.
Fungsi spesifik Garam Suci adalah untuk melindungi suatu tempat dari kehadiran atau pengaruh jahat. Bila ada dugaan adanya gangguan setan, letakkan Garam Suci dalam wadah kecil di ambang pintu dan di ke empat sudut ruangan atau kamar yang terpengaruh gangguan setan.
Umat bisa menaburkan Garam Suci di ambang pintu, pintu-pintu masuk, di bawah ranjang, lemari, cermin, ambang jendela dan sudut-sudut ruangan. Umat juga bisa menaruh Garam Suci dalam sebuah wadah kecil dan meletakkan dalam tas atau kantong.
2. Memberkati mereka yang berada di bawah tanggung jawab umat.
Ayah adalah kepala keluarga. Dalam ajaran Gereja Katolik, ayah juga adalah seorang imam rumah tangga. Artinya ayah mempunyai kuasa untuk memberkati dan mengutuki orang-orang yang berada di bawah rumah tangganya. Office of Exorcism Keuskupan Agung Manila membagikan sebuah doa sederhana untuk didaraskan ketika menggunakan Garam Suci untuk memberkati rumah. Kepala keluarga akan menjalankan otoritas spiritual atas keluarga, rumah dan harta bendanya dalam menggunakan Garam Suci dengan doa ini:
Aku menyegel ruangan/rumah ini dalam Darah Yesus Kristus Yang Berharga, Juru Selamat kami, dalam Nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Amin
3. Saat membangun rumah baru, taburkan Garam Suci dalam pondasi rumah.
Umat bisa menaburkan Garam Suci dalam pondasi rumah sebelum pekerjaan konstruksi membangun rumah dimulai. Sebuah cara yang kreatif untuk menciptakan penghalang spiritual yang tidak akan pernah bisa hilang terbawa oleh angin atau lalu lalang kaki.
4. Sebagai bumbu makanan, Garam Suci bisa digunakan dalam memasak atau memanggang.
Sebagai pengganti garam biasa, gunakanlah Garam Suci saat memasak atau memanggang. Bahkan jika tidak digunakan dengan makanan, umat bisa mengkonsumsi Garam Suci sebelum keluar rumah untuk meminta perlindungan dan berkat Tuhan.
Pastor Chad Ripperger, salah seorang imam Exorcist terkemuka di Amerika, mengatakan untuk mengetes apakah ada kehadiran roh jahat dalam diri seseorang bisa dengan mencampurkan Exorcised Salt ke dalam makanan atau minuman orang tersebut. Apabila orang tersebut bereaksi terhadap makanan atau minuman yang mengandung Exorcised Salt maka itu menunjukkan ada kehadiran roh jahat dalam diri orang tersebut.
Pastor Chad Ripperger menyarankan untuk menggunakan Garam Suci dalam masakan, terutama untuk anak-anak remaja supaya terhindar dari pengaruh kuasa kegelapan. Garam Suci untuk dikonsumsi bukan untuk fungsi lainnya seperti mengasinkan makanan, dan sebagainya. Garam Suci yang dicampur ke dalam makanan adalah untuk dikonsumsi bersama makanan tersebut dan bukan untuk fungsi lainnya, yang membuat Garam Suci menjadi tidak dikonsumsi.
5. Sebagai perlindungan spiritual saat bepergian.
Garam Suci bisa digunakan di mobil dan hotel di mana umat akan tinggal saat bepergian.
PENGALAMAN PRIBADI AKAN GARAM SUCI
Saya pribadi menggunakan Garam Suci untuk:
- dicampurkan ke dalam Air Suci
- digunakan dalam memasak atau membumbui makanan
- diletakkan dalam wadah kecil di pintu masuk rumah dan setiap sudut ruangan di rumah saat mengalami gangguan setan di rumah
Sakramentali bukanlah jimat dan jangan perlakukan Sakramentali sebagai jimat.
Sumber:
1) Blessed Salt, https://www.catholicsacramentals.org/blessed-salt
2) Blessed Salt, https://en.wikipedia.org/wiki/Blessed_salt
3) 5 ways to use Blessed Salt for Powerful Protection, https://raisinghearts.com/how-to-use-blessed-salt-at-home/
4) An Exorcist Tells His Story, Father Gabrielle Amorth, Ignatius Press San Fransisco.
5) Sacramentals – Fr Ripperger, https://www.youtube.com/watch?v=gMJhN-onNzg
Abba, have mercy
Lord Jesus, have mercy
Holy Spirit, have mercy
Holy Trinity, have mercy
5 Oktober 2024
HIS Little Servant
Yulianti Tay

