CAHAYA IMAN KATOLIK

Sakramentali

Sakramentali

APA ITU SAKRAMENTALI?

Sacramental (Sakramentali) adalah salah satu kekayaan Gereja Katolik yang tidak banyak diketahui oleh umat Katolik, bahkan seringkali disalah mengerti oleh umat non-Katolik yang menganggap Sakramentali sebagai jimat. Sakramentali bukanlah jimat dan tidak boleh diperlakukan sebagai jimat.

Sakramentali adalah tanda-tanda khusus yang diadakan oleh Gereja, yang ditentukan untuk mempersiapkan manusia supaya menerima buah-buah Sakramen dan supaya menguduskan berbagai keadaan hidup. (Katekismus Gereja Katolik Nomor 1677)

Sakramentali adalah sesuatu yang dikhususkan dan diberkati oleh gereja untuk membangkitkan pikiran baik dan membantu devosi. Melalui doa-doa gereja yang dipanjatkan bagi mereka yang memanfaatkan Sakramentali ini, serta melalui devosi yang diilhamkannya, mereka menyampaikan dan memperoleh rahmat dan berkat Tuhan serta memuliakan Allah.

Sakramentali memiliki kemiripan dengan Sakramen-Sakramen. Sakramentali itu menandakan karunia-karunia, terutama yang bersifat Rohani, dan yang diperoleh berkat doa permohonan Gereja. Sakramentali merupakan saluran rahmat dan dapat memberikan manfaat-manfaat berikut bagi umat:

1. Actual graces (Rahmat-rahmat yang membantu)
2. Forgiveness of venial sins (Pengampunan dosa-dosa ringan)
3. Remission of temporal punishment (Pengurangan hukuman akibat dosa)
4. Health of body and material blessings (Kesehatan jasmani dan berkat-berkat materi)
5. Protection from evil spirits (Perlindungan dari roh-roh jahat)

Satu perbedaan antara Sakramen dan Sakramentali adalah bahwa Sakramentali tidak menghasilkan rahmat pengudusan, suatu kuasa yang hanya dimiliki oleh Sakramen. Perbedaan lainnya adalah bahwa Sakramen ditetapkan langsung oleh Kristus sedangkan Sakramentali ditetapkan oleh Kristus melalui gereja-Nya. Sakramentali tidak boleh menggantikan Sakramen. Sakramen diperlukan untuk keselamatan; Sakramentali tidak diperlukan untuk keselamatan. Meskipun demikian, doa-doa, benda-benda saleh, tanda-tanda suci, dan upacara-upacara Bunda Gereja merupakan sarana untuk keselamatan.

Karena Sakramentali adalah benda-benda yang diberkati, Sakramentali harus selalu diperlakukan dengan penuh rasa hormat dan devosi. Merupakan kebiasaan umat Katolik untuk mencium Rosario atau Skapulir yang tidak sengaja mereka jatuhkan ke tanah. Tanda Salib atau berlutut harus dilakukan dengan sadar dan penuh doa.

"Selain itu Bunda Gereja kudus telah mengadakan sakramentali, yakni tanda-tanda suci, yang memiliki kemiripan dengan Sakramen-sakramen. Sakramentali itu menandakan karunia-karunia, terutama yang bersifat rohani, dan yang diperoleh berkat doa permohonan Gereja. Melalui sakramentali hati manusia disiapkan untuk menerima buah utama Sakramen-sakramen, dan pelbagai situasi hidup disucikan" (Katekismus Gereja Katolik Nomor 1667)

Sakramentali memperoleh berkat dari Tuhan melalui doa-doa Gereja yang dipanjatkan bagi mereka yang menggunakannya, dan melalui devosi yang ditimbulkannya.
Sakramentali tidak boleh dianggap sebagai kontrak, investasi, atau jimat keberuntungan. Mengenakan Skapulir tidak memberi umat kebebasan untuk melakukan dosa berat dan tetap yakin akan masuk surga. Skapulir adalah simbol pengabdian kepada Bunda Maria dan doa hening kepada Bunda Maria di surga untuk keselamatan yang pasti tidak akan diabaikannya. Menggunakan Air Suci bukanlah mutlak penghapusan dosa-dosa ringan umat kecuali umat menyesali dosa-dosanya saat menggunakannya. Kuasa Sakramentali sangat bergantung pada devosi baik imam yang memberikan berkat maupun orang yang menerima Sakramentali. Sakramentali bergantung pada doa-doa gereja, doa-doa berkat yang ditanamkan kepada Sakramentali, dan jasa-jasa Yesus Kristus, Bunda Maria, dan para Orang Kudus. Sakramentali sendiri tidak menyelamatkan jiwa, tetapi merupakan sarana untuk memperoleh bantuan surgawi bagi mereka yang menggunakannya dengan benar.

Mengenai benda-benda devosi yang diberkati, ada baiknya untuk mengingat bahwa berkat yang diberikan imam pada suatu bendalah yang menjadikannya Sakramentali. Berkat tersebut memberikan Tuhan kepemilikan atas benda tersebut dan mendedikasikannya kepada-Nya dan kemudian Tuhan bekerja melalui benda tersebut. Inilah sebabnya mengapa Sakramentali sangat penting untuk diberkati oleh imam; tanpa berkat tersebut, Sakramentali tidak memiliki rahmat manfaat apa pun yang dijanjikan oleh Gereja, sebaliknya berarti merendahkan Sakramentali ke tingkat jimat keberuntungan. Adalah takhayul untuk menganggap bahwa rahmat dan manfaat rohani yang dapat diterima seseorang berasal dari Sakramentali itu sendiri; semua rahmat berasal dari Tuhan. Sakramentali hanyalah saluran yang telah dipilih-Nya untuk bekerja melaluinya.

TIPE SAKRAMENTALI

Tipe Sakramentali adalah sebagai berikut:

1. Pemberkatan oleh imam dan Uskup.
Semua pemberkatan dianggap sebagai Sakramentali. Pemberkatan oleh imam dan Uskup, seperti konsekrasi gereja, pengampunan dosa yang terkandung dalam Confiteor (doa tobat) pada waktu Misa, Asperges, juga pemberkatan yang diberikan pada daun palma, lilin, atau abu, semuanya merupakan tindakan Sakramentali.
Umat Katolik awam dapat memberkati benda-benda dengan cara tertentu, dan umat sering melakukannya saat memberkati anak-anaknya, memberkati makanan, memberkati karangan bunga Adven, dll. Namun, berkat-berkat umat hanya merupakan permohonan kepada Tuhan. Dan hanya para imam yang diberi kuasa untuk memberkati dengan jaminan dan hanya merekalah yang dapat mengambil Salib atau Rosario baru dan mengubahnya menjadi Sakramentali dengan kuasa dan doa-doa seluruh gereja di belakang mereka.

2. Eksorsisme (Pengusiran setan).
Salah satu efek Sakramentali yang paling luar biasa adalah kemampuannya untuk mengusir roh jahat. Eksorsisme merupakan kategori kedua dari Sakramentali. Eksorsisme dapat ditemukan dalam doa-doa atau bahkan diletakkan pada Sakramentali-Sakramentali lain seperti medali Santo Benediktus.

3. Benda-benda yang diberkati untuk devosi.
Gereja memberkati berbagai macam benda yang tak terhitung jumlahnya yang digunakan umat beriman untuk mengilhami devosi. Mustahil untuk mencantumkan semuanya, tetapi beberapa yang utama adalah Air Suci, Lilin, Abu, Daun Palma, Salib, Medali, Rosario, Skapulir dan Gambar Tuhan Yesus, Perawan Maria yang Terberkati, dan para orang kudus. Beberapa benda yang diberkati ini, seperti Lilin, Abu, dan Daun Palma, diberikan kepada umat secara langsung melalui liturgi. Yang lainnya, seperti Skapulir, Rosario, dan Miraculous Medal (Medali Wasiat) telah ditetapkan atau disebarkan secara langsung oleh Bunda Maria yang Terberkati. Sakramentali seperti ini memainkan peran penting dalam devosi dan kehidupan spiritual setiap umat Katolik dan harus diperlakukan dengan rasa hormat dan martabat yang layak.

4. Rubrik dan doa.
Umat mudah lupa bahwa Rubrik dan doa adalah Sakramentali, seperti menundukkan kepala saat menyebut Nama Kudus Yesus atau membuat Tanda Salib. Banyak dari tindakan ini dilakukan begitu sering sehingga dilakukan dengan sembrono dan tanpa berpikir. Betapa mudahnya untuk melupakan bahwa Confiteor (doa tobat) yang tulus sebelum komuni dan absolusi dari imam setelahnya dapat menghapus dosa ringan dan dapat digunakan sebagai cara untuk memurnikan jiwa sebelum menerima Komuni Kudus. Seberapa sering dalam sehari umat membuat Tanda Salib, melupakan bahwa itu adalah kesaksian iman kepada Tritunggal kepada Siapa umat menjadi milik-Nya dan dalam tindakan Penebusan. Semua hal ini harus dilakukan dengan sadar dan tulus hati karena semuanya sengaja ditetapkan oleh gereja untuk membantu umat mencapai cinta yang mendalam kepada Tuhan.

SAKRAMENTALI DALAM KITAB SUCI

Ada beberapa ayat di Alkitab yang mendukung penggunaan Sakramentali, di antaranya adalah:
- Yesus menyembuhkan orang buta dengan lumpur (Yohanes 9:6-12)
- seorang wanita yang mengalami pendarahan disembuhkan dengan menyentuh jubah Yesus (Lukas 8:44)

Ada beberapa Sakramentali yang direferensikan secara langsung dalam Alkitab, di antaranya:
- Air Suci
Lalu imam harus membawa air kudus dalam suatu tempayan tanah, kemudian harus memungut debu yang ada di lantai Kemah Suci dan membubuhnya ke dalam air itu. (Bilangan 5:17)

- Garam Yang Diberkati
Engkau harus membawanya ke hadapan Tuhan dan imam-imam harus menaburkan garam ke atasnya dan mempersembahkannya sebagai korban bakaran bagi Tuhan. (Yehezkiel 43:24)

Karena setiap orang akan digarami dengan api. Garam memang baik, tetapi jika garam menjadi hambar, dengan apakah kamu mengasinkannya? Hendaklah kamu selalu mempunyai garam dalam dirimu dan selalu hidup berdamai yang seorang dengan yang lain.” (Markus 9:49-50)

CARA PENANGANAN SAKRAMENTALI

Ketika sebuah material Sakramentali menjadi sangat usang sehingga tidak dapat lagi digunakan sebagai Sakramentali, umat hendaknya tidak membuangnya begitu saja ke tempat sampah. Untuk mencegah penodaan, Sakramentali tersebut hendaknya dikembalikan ke tanah. Misalnya, Air Suci hendaknya dituangkan ke dalam lubang yang digali di tanah, di tempat yang tidak akan dilewati orang. Sakramentali yang mudah terbakar, seperti Skapulir dan Buku-Buku Suci, hendaknya dibakar lalu dikubur. Sakramentali yang ukurannya lebih besar yang tidak terbakar hendaknya diubah sehingga bentuknya tidak lagi tampak seperti Sakramentali (contohnya, sebuah patung hendaknya dipecahkan menjadi potongan-potongan kecil) lalu dikubur. Benda-benda yang terbuat dari logam dapat dilebur dan digunakan untuk tujuan lain.

Benda-benda Sakramentali akan kehilangan berkat atau konsekrasinya jika ternodai, jika rusak parah sehingga tidak dapat lagi digunakan untuk tujuan sakralnya, atau jika dijual secara umum. Jika suatu benda dijual oleh seseorang kepada orang lain hanya dengan seharga bahannya, artinya, jika tidak ada keuntungan yang diperoleh, maka berkat tersebut tetap ada. Contohnya, jika umat memberi seseorang Rosario yang telah diberkati atau menjualnya kepadanya dengan harga pokok, maka ia tidak perlu meminta imam untuk memberkatinya lagi. Jika umat menjual Rosario yang telah diberkati kepada seseorang untuk mendapatkan keuntungan, maka ia harus membawanya ke imam untuk diberkati lagi.

Sumber:
1) Sacramentals, https://www.sistersofcarmel.com/sacramentals.php
2) What are Sacramentals?, https://www.simplycatholic.com/what-are-sacramentals/
3) Tentang Sakramentali, https://www.katolisitas.org/tentang-sakramentali/
4) Apakah Sakramentali?, https://www.katolisitas.org/unit/apakah-sakramentali/
5) Apa Beda Sakramen Dengan Sakramentali?, https://www.katolisitas.org/unit/apa-beda-sakramen-dengan-sakramentali/

Abba, have mercy
Lord Jesus, have mercy
Holy Spirit, have mercy
Holy Trinity, have mercy

7 September 2024
HIS Little Servant
Yulianti Tay