CAHAYA IMAN KATOLIK

Pesta Kerahiman Ilahi

Pesta Kerahiman Ilahi

Tetapi karena kasih sayang-Mu yang besar Engkau tidak membinasakan mereka sama sekali dan tidak meninggalkan mereka, karena Engkaulah Allah yang pengasih dan penyayang. (Nehemia 9:31)

"Katakanlah, Putri-Ku, bahwa Pesta Kerahiman-Ku itu telah muncul dari lubuk Hati-Ku sendiri untuk memberikan penghiburan kepada seluruh dunia." (Buku Harian Santa Faustina Nomor 1517)


Satu minggu setelah Minggu Paskah adalah hari Minggu Paskah Kedua, Minggu Kerahiman Ilahi. Hari Minggu yang sangat istimewa karena hari di mana Tuhan Yesus secara khusus membuka pintu Kerahiman-Nya selebar-lebarnya, mencurahkan rahmat sebanyak-banyaknya demi keselamatan umat manusia yang mau menghampiri-Nya.

Banyak umat mengira bahwa tugas Yesus sudah selesai saat Yesus naik ke Surga setelah kebangkitan-Nya dari wafat-Nya di Salib. Walaupun sudah tidak ada penulis Alkitab lagi, tidak ada kisah-kisah karya Yesus yang dituliskan kembali dalam Alkitab setelah Kitab Wahyu, kitab terakhir dalam Alkitab, hal itu bukan berarti bahwa Yesus sudah berhenti bekerja. Sebaliknya, seperti yang pastor pembimbing saya selalu katakan, Tuhan Yesus hidup dan masih tetap terus bekerja. Bahkan sampai sekarang pun Tuhan Yesus tidak pernah berhenti bekerja demi keselamatan umat manusia yang sangat dikasihi-Nya.

Hari Minggu Paskah kedua ditetapkan sebagai hari Perayaan Kerahiman Ilahi untuk seluruh Gereja, oleh St. Paus Yohanes Paulus II, pada tanggal 30 April 2000. Bersamaan dengan itu, Paus menyatakan Sr. Maria Faustina sebagai seorang Santa atau salah satu orang kudus dalam Gereja Katolik. Dalam dekrit tanggal 23 Mei 2000, Kongregasi Penyembahan Ilahi di Vatikan menyatakan, “… di seluruh dunia, Minggu kedua Paskah akan dinamai Minggu Kerahiman Ilahi, sebuah undangan yang terus menerus kepada dunia keKristenan untuk menghadapi pelbagai kesulitan dan pencobaan yang dialami umat manusia… dengan keyakinan akan kebaikan ilahi.” Keputusan Paus ini menunjukkan persetujuan tertinggi yang diberikan oleh Gereja terhadap wahyu pribadi yang diterima oleh St. Maria Faustina di sekitar tahun 1937. Dalam wahyu tersebut, di beberapa kesempatan, Tuhan Yesus meminta agar diadakan perayaan khusus untuk Kerahiman Ilahi-Nya, yaitu pada hari Minggu setelah Minggu Paskah.
Sumber: Berlindung Dalam Kerahiman Ilahi, https://www.katolisitas.org/berlindung-dalam-kerahiman-ilahi/

Ya, Minggu Kerahiman Ilahi ditetapkan sesuai dengan permintaan Tuhan Yesus sendiri melalui Santa Faustina. Tuhan Yesus telah memilih Santa Faustina secara khusus untuk menjadi Rasul Kerahiman-Nya. Tuhan Yesus memberikan tugas kepada Santa Faustina untuk memperkenalkan Kerahiman-Nya Yang Tak Terselami kepada dunia, melukiskan sebuah Gambar Kerahiman Ilahi sesuai penglihatannya dan mengusahakan supaya Minggu Paskah Kedua ditetapkan dan dirayakan secara meriah sebagai peringatan akan Kerahiman-Nya.

Ketika aku keluar dari kamar pengakuan, sekali lagi aku mendengar suara seperti ini, "Gambar-Ku sudah ada di dalam jiwamu. Aku merindukan adanya Pesta Kerahiman. Aku menghendaki agar gambar yang akan engkau lukis dengan kuas itu diberkati secara meriah pada hari Minggu pertama sesudah Paskah; Hari Minggu itu harus menjadi Pesta Kerahiman." (Buku Harian Santa Faustina Nomor 49)

Aku bertanya kepada Yesus apakah tulisan yang harus dipasang dapat berbunyi: Kristus Raja Kerahiman. Ia menjawab, “Aku Raja Kerahiman,” tetapi Ia tidak menyebut kata ‘Kristus’. “Aku ingin bahwa gambar ini dipajang di depan umum pada Minggu pertama sesudah Paskah. Minggu itu adalah Pesta Kerahiman. Lewat Sang Sabda yang Menjelma, Aku memperkenalkan lubuk Kerahiman-Ku yang tanpa batas.” (Buku Harian Santa Faustina Nomor 88)

Aku ingin supaya hari Minggu pertama sesudah Paskah menjadi Pesta Kerahiman.” (Buku Harian Santa Faustina Nomor 299)

Tetapi, ya Yesus, aku mempunyai satu kata lagi untuk kusampaikan kepada-Mu: aku sangat heran bahwa Engkau meminta aku berbicara tentang Pesta Kerahiman ini karena orang berkata bahwa pesta seperti itu sudah ada; karena itu, mengapa aku harus berbicara mengenai hal ini? Dan Yesus berkata kepadaku, “Tetapi, siapa yang tahu itu? Tidak seorang pun! Bahkan mereka yang seharusnya memaklumkan kerahiman-Ku dan mengajar umat mengenai kerahiman-Ku sering kali tidak mengetahui hal ini. Itulah sebabnya Aku menghendaki gambar itu diberkati secara meriah pada Hari Minggu pertama sesudah Paskah, dan Aku menghendaki gambar itu dihormati secara publik supaya setiap jiwa dapat mengenalnya.” (Buku Harian Santa Faustina Nomor 341)

Sekali peristiwa, aku mendengar kata-kata ini, “Putri-Ku, katakan kepada dunia tentang Kerahiman-Ku yang tak terselami. Aku ingin agar Pesta Kerahiman ini menjadi tempat pengungsian dan pernaungan bagi semua jiwa, khususnya bagi para pendosa yang malang… Aku ingin supaya pesta itu dirayakan secara meriah pada hari Minggu pertama sesudah Paskah. Umat manusia tak mungkin merasa tenteram sebelum berpaling kepada sumber Kerahiman-Ku.” (Buku Harian Santa Faustina Nomor 699)

Sungguh, hari Minggu pertama sesudah Paskah adalah Pesta Kerahiman Ilahi, yang juga harus menjadi hari untuk karya belas kasihan. Aku menuntut penghormatan kepada Kerahiman-Ku dengan perayaan yang meriah dan dengan penghormatan terhadap gambar yang sudah dilukis itu. Dengan menggunakan gambar itu, Aku akan memberi banyak rahmat kepada jiwa-jiwa. Dan, gambar itu dimaksudkan untuk mengingatkan orang akan tuntutan-tuntutan kerahiman-Ku sebab bahkan iman yang paling kuat pun akan sia-sia kalau tidak disertai dengan perbuatan.” (Buku Harian Santa Faustina Nomor 742)

Bukan hanya sekali atau dua kali saja Tuhan Yesus meminta Santa Faustina untuk mengusahakan supaya ada Pesta Kerahiman. Tuhan Yesus berkali-kali meminta dan mengingatkan Santa Faustina untuk melakukan apa yang diminta-Nya dengan penekanan bahwa Santa Faustina tidak bisa membebaskan diri dari tugas yang diembannya tersebut. Hal ini jelas menunjukkan betapa pentingnya permintaan Tuhan Yesus akan Pesta Kerahiman tersebut. Namun, mengapa? Mengapa Tuhan Yesus sangat menganggap penting adanya Pesta Kerahiman setelah Minggu Paskah?

Paus Yohanes Paulus II, yang sering disebut Paus Kerahiman, pada homili tanggal 17 Agustus 2002 menyatakan bahwa dunia di saat ini sangat membutuhkan Kerahiman Ilahi. Dunia sedang menderita oleh konflik berkepanjangan, kematian bagi orang-orang yang tak bersalah, kebencian dan dendam merajalela, martabat manusia tidak dihargai, budaya kematian menggerogoti pengaruh budaya kehidupan. Semua itu tidak dapat dilepaskan dari kedosaan bangsa manusia. Manakala kuasa dosa telah begitu kuat mencengkeram umat manusia maka yang terjadi hanyalah penderitaan demi penderitaan. Kerahiman Ilahi dibutuhkan untuk menolong orang-orang yang menjadi korban dari keganasan kuasa dosa yang merasuk di hati banyak orang. Namun lebih dari itu semua Kerahiman Ilahi amat dibutuhkan untuk mengubah pikiran dan hati manusia agar mengarahkan kembali orientasi hidupnya pada upaya menegakkan damai dan kasih di dalam kehidupan bersama. Dengan kata lain, Kerahiman Ilahi sungguh dibutuhkan mengubah suasana penghancuran menjadi suasana pendamaian serta kasih. Kerahiman Ilahi juga semakin dibutuhkan bagi manusia sebagai subyek yang menciptakan suasana kedosaan. Ketika bangsa manusia sudah tidak dapat menolong dirinya sendiri untuk keluar dari carut marut kehidupan yang penuh kedosaan, Kerahiman Ilahi menjadi rahmat yang semakin dibutuhkan.
Sumber: Inspirasi Tentang Hari Minggu Kerahiman, https://www.katolisitas.org/inspirasi-tentang-hari-minggu-kerahiman/

Katolisitas menuliskan dengan sangat tepat. Dunia sangat membutuhkan Kerahiman Ilahi. Betapa dunia yang sudah sangat dikuasai oleh kegelapan dengan segala macam kebobrokan dan kejahatannya sangat membutuhkan Kerahiman Ilahi. Itulah sebabnya Tuhan Yesus meminta diadakannya Pesta Kerahiman Ilahi.

Hari berikutnya, sesudah komuni, aku mendengar suara yang berkata, “Putri-Ku, pandanglah lubuk Kerahiman-Ku dan pujilah serta muliakanlah Kerahiman-Ku ini. Lakukanlah begini: Himpunlah semua orang berdosa dari seluruh dunia dan benamkanlah mereka di dalam lubuk kerahiman-Ku. Aku akan memberikan diri-Ku sendiri kepada jiwa-jiwa itu; Aku mendambakan jiwa-jiwa itu, hai Putri-Ku. Pada hari pesta-Ku, Pesta Kerahiman, engkau harus menjelajah seluruh dunia dan membawa jiwa-jiwa yang layu ke mata air kerahiman-Ku. Aku akan menyembuhkan dan menguatkan mereka.” (Buku Harian Santa Faustina Nomor 206)

Pada suatu hari, bapak pengakuanku menyuruh aku menanyakan kepada Tuhan Yesus makna dari dua sinar yang ada di dalam gambar. Ketika itu, aku menjawab, “Baik, aku akan menanyakannya kepada Tuhan.” Dalam doa, aku mendengar suara ini dari dalam diriku: “Kedua sinar itu melambangkan darah dan air. Sinar pucat melambangkan air yang menguduskan jiwa-jiwa. Sinar merah melambangkan darah yang memberikan kehidupan kepada jiwa-jiwa.”
“Kedua sinar itu memancar dari lubuk kerahiman-Ku ketika Hati-Ku yang berada dalam sakratulmaut di salib dibuka dengan tombak. Sinar-sinar itu melindungi jiwa-jiwa terhadap murka Bapa-Ku.”

“Berbahagialah orang yang bernaung dalam kedua sinar ini karena tangan Allah yang adil tidak akan menyentuhnya! Aku ingin supaya hari Minggu pertama sesudah Paskah menjadi Pesta Kerahiman.” (Buku Harian Santa Faustina Nomor 299)

Putri-Ku, Aku telah menundukkan Hati-Ku untuk menerima permohonan-permohonanmu. Misi dan tugasmu di bumi ini adalah memohon kerahiman bagi seluruh dunia. Tidak satu jiwa pun akan dibenarkan sebelum ia berpaling kepada kerahiman-Ku dengan penuh kepercayaan. Inilah sebabnya Hari Minggu pertama sesudah Paskah harus dirayakan sebagai Pesta Kerahiman. Pada hari itu, para imam harus memberitahukan kepada setiap orang kerahiman-Ku yang agung dan tak terselami. Aku menjadikan engkau pembagi Kerahiman-Ku. Katakan kepada bapak pengakuanmu bahwa Gambar [Kerahiman Ilahi] itu harus dipajang di gereja, bukan dalam klausura di biara itu. Melalui Gambar itu, Aku akan memberikan banyak rahmat kepada jiwa-jiwa; oleh karena itu biarlah setiap jiwa mendapat kesempatan untuk nenghampirinya.” (Buku Harian Santa Faustina Nomor 570)

Sekali peristiwa, aku mendengar kata-kata ini, “Putri-Ku, katakan kepada dunia tentang Kerahiman-Ku yang tak terselami. Aku ingin agar Pesta Kerahiman ini menjadi tempat pengungsian dan pernaungan bagi semua jiwa, khususnya bagi para pendosa yang malang. Pada hari itu, terbukalah lubuk Kerahiman-Ku, dan Aku meluapkan seluruh samudra rahmat ke atas jiwa-jiwa yang menghampiri sumber kerahiman-Ku. Jiwa yang mengaku dosa dan menyambut komuni kudus akan menerima pengampunan penuh atas dosa-dosanya dan akan bebas dari hukuman. Pada hari itu, akan terbukalah semua pintu bendungan ilahi untuk mengalirkan rahmat. Janganlah ada jiwa yang takut menghampiri Aku meskipun dosa-dosanya laksana kain yang merah padam. Kerahiman-Ku begitu besar sehingga sampai kekal tidak ada otak manusia atau malaikat yang dapat menyelaminya. Segala sesuatu yang ada muncul dari pangkuan kerahiman-Ku yang paling mesra. Setiap jiwa yang menjalin hubungan dengan Aku akan merenungkan kasih dan kerahiman-Ku sepanjang segala masa. Pesta Kerahiman Ilahi berasal dari kedalaman kemesraan-Ku sendiri. Aku ingin supaya pesta itu dirayakan secara meriah pada hari Minggu pertama sesudah Paskah. Umat manusia tak mungkin merasa tenteram sebelum berpaling kepada sumber Kerahiman-Ku.” (Buku Harian Santa Faustina Nomor 699)

Yesus memandang aku dan berkata, "Jiwa-jiwa pada binasa meskipun sengsara-Ku amat pahit. Maka, kepada mereka, Aku memberikan harapan terakhir untuk selamat, yakni Pesta Kerahiman-Ku. Kalau mereka tidak mau memuliakan kerahiman-Ku, mereka akan binasa untuk selama-lamanya. Wahai juru tulis kerahiman-Ku, tulislah, katakanlah kepada jiwa-jiwa tentang kerahiman-Ku yang besar ini sebab hari yang mengerikan, yakni hari penghakiman-Ku, sudah dekat." (Buku Harian Santa Faustina Nomor 965)

Hari ini, aku ambil bagian dalam suatu retret satu hari. Ketika aku menghadiri konferensi terakhir, imam sedang berbicara tentang betapa dunia sangat membutuhkan kerahiman Allah; ia juga mengatakan bahwa saat ini merupakan saat yang paling mendesak ketika manusia sangat membutuhkan doa dan kerahiman Allah. Kemudian aku mendengar suatu suara dalam jiwaku, "Kata-kata ini ditujukan kepadamu. Lakukanlah semua yang dapat engkau lakukan untuk karya kerahiman-Ku ini. Aku menginginkan agar kerahiman-Ku dihormati, dan Aku sedang memberikan kepada umat manusia, harapan terakhir untuk selamat, yakni mengungsilah kepada kerahiman-Ku. Hati-Ku bersukacita akan pesta Kerahiman llahi ini." (Buku Harian Santa Faustina Nomor 998)

Ia mengucapkan kata-kata ini kepadaku, "Aku mau memberikan pengampunan penuh kepada jiwa-jiwa yang pada Pesta Kerahiman llahi pergi ke pengakuan dosa dan menyambut komuni kudus.” (Buku Harian Santa Faustina Nomor 1109)

Mungkin akan lebih mudah bagi Tuhan untuk melenyapkan saja umat manusia jaman ini yang telah begitu berdosa terhadap-Nya sebagaimana Tuhan pernah menghancurkan Sodom dan Gomora. Namun, Tuhan tidak bisa mengingkari Hati-Nya Yang Maha Rahim, Hati-Nya yang terbakar oleh api cinta yang begitu bernyala terhadap umat manusia, mahluk ciptaan-Nya yang sangat dikasihi-Nya. Itulah sebabnya tak henti-hentinya Tuhan terus bekerja untuk menyelamatkan umat manusia supaya tidak mengalami kebinasaan kekal. Betapa baiknya Tuhan!

Seperti yang telah Tuhan Yesus katakan kepada Santa Faustina bahwa:
- Hari penghakiman-Nya sudah dekat.
- Umat manusia tak mungkin merasa tenteram sebelum berpaling kepada sumber Kerahiman-Nya.
- Tuhan Yesus akan memberikan diri-Nya sendiri kepada jiwa-jiwa berdosa yang menghampiri-Nya.
- Tuhan Yesus akan menyembuhkan dan menguatkan jiwa-jiwa yang layu yang menghampiri-Nya.
- Jiwa yang bernaung dalam kedua sinar Kerahiman akan dilindungi dari murka Allah Bapa, tangan Allah yang adil tidak akan menyentuhnya.
- Tidak satu jiwa pun akan dibenarkan sebelum ia berpaling kepada kerahiman-Nya dengan penuh kepercayaan.
- Pesta Kerahiman menjadi tempat pengungsian dan pernaungan bagi semua jiwa, khususnya bagi para pendosa yang malang.
- Pada Pesta Kerahiman, terbukalah lubuk Kerahiman-Nya, dan Ia meluapkan seluruh samudra rahmat ke atas jiwa-jiwa yang menghampiri sumber kerahiman-Nya.
- Pada Pesta Kerahiman akan terbukalah semua pintu bendungan ilahi untuk mengalirkan rahmat.
- Tuhan Yesus memberikan harapan terakhir untuk selamat bagi umat manusia, yakni Pesta Kerahiman-Nya.
- Tuhan Yesus mau memberikan pengampunan penuh kepada jiwa-jiwa yang pada Pesta Kerahiman llahi pergi ke pengakuan dosa dan menyambut Komuni Kudus.

Maka, jangan sia-siakan rahmat besar yang berlimpah yang telah Tuhan Yesus sediakan khusus bagi umat manusia pada Pesta Kerahiman Ilahi. Rayakanlah, hormatilah dan muliakanlah Kerahiman Ilahi yang tak terselami pada hari yang spesial ini.

Tak berkesudahan kasih setia Tuhan, tak habis-habisnya rahmat-Nya (Ratapan 3:22)

Tuhan adalah penyayang dan pengasih, panjang sabar dan berlimpah kasih setia. (Mazmur 103:8)

Tuhan itu baik kepada semua orang, dan penuh rahmat terhadap segala yang dijadikan-Nya. (Mazmur 145:9)

Sebab Tuhan, Allahmu, adalah Allah Penyayang, Ia tidak akan meninggalkan atau memusnahkan engkau dan Ia tidak akan melupakan perjanjian yang diikrarkan-Nya dengan sumpah kepada nenek moyangmu. (Ulangan 4:31)

Abba, have mercy
Lord Jesus, have mercy
Holy Spirit, have mercy
Holy Trinity, have mercy

15 April 2023
HIS Little Servant
Yulianti Tay