CAHAYA IMAN KATOLIK

Novena Kerahiman Ilahi

Novena Kerahiman Ilahi

Yesus, Engkau Andalanku
Novena Kerahiman Ilahi yang diperintahkan Yesus supaya kutulis dan kulaksanakan sebelum Pesta Kerahiman Ilahi. Novena ini dimulai pada Jumat Agung.
“Aku menghendaki agar selama sembilan hari ini engkau membawa jiwa-jiwa ke mata air kerahiman-Ku supaya mereka menimba dari sana kekuatan dan kesegaran serta rahmat apa pun yang mereka butuhkan dalam menghadapi kerasnya hidup dan, khususnya, pada saat kematian. Setiap hari hendaknya engkau mengantar sekelompok jiwa yang berbeda kepada Hati-Ku. Hendaknya engkau membenamkan mereka di dalam lautan kerahiman-Ku, dan Aku akan membawa semua jiwa ini masuk ke rumah Bapa-Ku. Engkau akan melakukan ini dalam kehidupan ini dan dalam kehidupan yang akan datang. Aku tidak akan menolak apa pun dari jiwa yang engkau bawa ke mata air kerahiman-Ku. Demi kekuatan Sengsara-Ku yang pedih, setiap hari hendaknya engkau minta kepada Bapa-Ku rahmat bagi jiwa-jiwa ini.”
Aku menjawab, "Yesus, aku tidak tahu bagaimana melaksanakan novena ini atau jiwa-jiwa mana yang lebih dulu harus kubawa kepada Hati-Mu yang mahamurah." Yesus menjawab bahwa Ia akan memberitahukan kepadaku jiwa-jiwa mana yang setiap hari harus kubawa kepada Hati-Nya. (Buku Harian Santa Faustina Nomor 1209)


Beberapa hari yang lalu, seorang kawan saya meminta saya untuk mencoba menjelaskan mengapa Yesus meminta Novena Kerahiman Ilahi diadakan sebelum Pesta Kerahiman Ilahi. Mendengar permintaannya ini, saya pun merasa tergelitik. Jujur, saya tidak pernah memikirkan ataupun terpikirkan tentang hal itu. Mengapa Yesus meminta Novena Kerahiman Ilahi diadakan sebelum pesta Kerahiman Ilahi?

Lalu dalam doa, saya bertanya kepada Tuhan Yesus tentang pertanyaan tersebut. Walau saya tidak mendengar suara jawaban-Nya atas pertanyaan saya itu, namun saya menerima suatu pemahaman batin akan hal tersebut. Saya akan mencoba menjelaskan berdasarkan pemahaman batin yang saya terima.

KELOMPOK JIWA DALAM NOVENA KERAHIMAN ILAHI

Novena, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, artinya adalah doa sembilan hari berturut-turut untuk memohon suatu wujud kepada Tuhan.
Berikut ini adalah isi dari Novena Kerahiman Ilahi sesuai permintaan Tuhan Yesus melalui Santa Faustina:

HARI PERTAMA

“Hari ini, bawalah kepada-Ku seluruh umat manusia, khususnya orang-orang berdosa, dan benamkanlah mereka ke dalam samudra kerahiman-Ku. Dengan cara ini, engkau akan menghibur Aku dalam jurang kepedihan yang disebabkan oleh hilangnya jiwa-jiwa.” (Buku Harian Santa Faustina Nomor 1210)

HARI KEDUA

“Hari ini, bawalah kepada-Ku jiwa-jiwa para imam dan kaum religius, dan benamkanlah mereka dalam kerahiman-Ku yang tak terhingga. Merekalah yang memberi-Ku kekuatan untuk menanggung Sengsara-Ku yang pahit. Lewat mereka, laksana lewat saluran-saluran, kerahiman-Ku mengalir kepada umat manusia.” (Buku Harian Santa Faustina Nomor 1212)

HARI KETIGA

“Hari ini, bawalah kepada-Ku semua jiwa yang saleh dan setia, dan benamkan mereka dalam lautan kerahiman-Ku. Jiwa-jiwa ini memberikan penghiburan kepada-Ku di sepanjang Jalan Salib. Mereka adalah tetes penghiburan di tengah lautan kepahitan.” (Buku Harian Santa Faustina Nomor 1214)

HARI KEEMPAT

“Hari ini, bawalah kepada-Ku orang-orang yang tidak beriman dan mereka yang belum mengenal Aku. Dalam Sengsara-Ku yang pedih, Aku juga memikirkan mereka, dan semangat mereka di masa depan meneguhkan Hati-Ku. Benamkanlah mereka dalam lautan kerahiman-Ku.” (Buku Harian Santa Faustina Nomor 1216)

HARI KELIMA

“Hari ini, bawalah kepada-Ku jiwa orang-orang yang sesat dan memisahkan diri dari Gereja, dan benamkanlah mereka dalam lautan kerahiman-Ku. Setiap kali mereka mencabik-cabik Tubuh dan Hati-Ku, yakni Gereja-Ku, Aku merasakan Sengsara yang pedih. Begitu mereka kembali kepada kesatuan dengan Gereja, luka-luka-Ku menjadi sembuh, dan dengan cara ini mereka meringankan Sengsara-Ku.” (Buku Harian Santa Faustina Nomor 1218)

HARI KEENAM

“Hari ini, bawalah kepada-Ku jiwa-jiwa yang lemah lembut dan rendah hati serta jiwa anak-anak kecil, dan benamkanlah mereka dalam kerahiman-Ku. Jiwa-jiwa ini paling menyerupai Hati-Ku. Di saat Aku menjalani sakratulmaut yang pedih, mereka menguatkan Aku. Aku melihat mereka sebagai malaikat di bumi, yang akan berjaga di dekat semua altar-Ku. Ke atas mereka, Aku mencurahkan seluruh limpahan rahmat. Hanya jiwa-jiwa yang rendah hati yang dapat menerima rahmat-Ku. Dengan kerahiman-Ku, Aku mengasihi jiwa-jiwa yang rendah hati.” (Buku Harian Santa Faustina Nomor 1220)

HARI KETUJUH

“Hari ini, bawalah kepadaku jiwa-jiwa yang secara khusus menghormati dan memuliakan kerahiman-Ku, dan benamkanlah mereka dalam kerahiman-Ku. Jiwa-jiwa ini paling menderita karena menyaksikan Sengsara-Ku, dan mereka masuk paling dalam ke dalam Roh-Ku. Mereka adalah gambar yang hidup dari Hati-Ku yang Maharahim. Dalam kehidupan yang akan datang, jiwa-jiwa ini akan bersinar dengan kecemerlangan istimewa. Tidak seorang pun dari mereka akan terjerumus ke dalam api neraka. Secara istimewa, Aku akan membela setiap orang dari mereka pada saat kematiannya.” (Buku Harian Santa Faustina Nomor 1224)

HARI KEDELAPAN

“Hari ini, bawalah kepada-Ku jiwa-jiwa yang dipenjarakan di Purgatorium, dan benamkanlah mereka dalam lubuk kerahiman-Ku. Biarlah banjir Darah-Ku menyejukkan mereka yang kepanasan. Semua jiwa ini sangat Kukasihi. Mereka sedang melunasi hukuman-Ku yang adil. Engkau memiliki kekuatan untuk meringankan mereka. Ambillah segala indulgensi dari khazanah Gereja-Ku dan persembahkanlah semua itu demi mereka. Oh, kalau saja engkau tahu siksaan yang mereka derita, engkau akan terus-menerus mempersembahkan bagi mereka kemurahan hati dan melunasi utang mereka kepada keadilan-Ku.” (Buku Harian Santa Faustina Nomor 1226)

HARI KESEMBILAN

“Hari ini, bawalah kepada-Ku jiwa-jiwa yang suam-suam kuku, dan benamkanlah mereka di dalam lubuk kerahiman-Ku. Jiwa-jiwa ini paling nyeri melukai Hati-Ku. Karena jiwa-jiwa yang suam-suam kuku ini, jiwa-Ku merasakan kejijikan yang paling mengerikan di Taman Getsemani. Merekalah yang menyebabkan Aku berseru kepada Bapa, 'Bapa, ambillah piala ini dari-Ku, kalau ini memang kehendak-Mu!' Bagi mereka, harapan terakhir untuk selamat adalah berlari kepada kerahiman-Ku.” (Buku Harian Santa Faustina Nomor 1228)

Dari perkataan Yesus terhadap Santa Faustina yang tercatat dalam Buku Harian-nya, maka Yesus menghendaki sembilan kelompok jiwa untuk dibawa kepada Hati Yesus yang Maha Rahim selama Novena Kerahiman Ilahi yang secara ringkas dapat digolongkan sebagai berikut:
1. Jiwa seluruh umat manusia, khususnya orang-orang berdosa.
2. Jiwa-jiwa para imam dan kaum religius.
3. Semua jiwa yang saleh dan setia.
4. Jiwa orang-orang yang tidak beriman dan mereka yang belum mengenal Tuhan Yesus.
5. Jiwa orang-orang yang sesat dan memisahkan diri dari Gereja.
6. Jiwa-jiwa yang lemah lembut dan rendah hati serta jiwa anak-anak kecil.
7. Jiwa-jiwa yang secara khusus menghormati dan memuliakan kerahiman Tuhan Yesus.
8. Jiwa-jiwa yang dipenjarakan di Purgatorium.
9. Jiwa-jiwa yang suam-suam kuku.

ALASAN MELAKUKAN NOVENA KERAHIMAN ILAHI SEBELUM PESTA KERAHIMAN ILAHI

Mengapa Yesus meminta Novena Kerahiman Ilahi diadakan sebelum Pesta Kerahiman Ilahi?
Jawabannya ada dalam perkataan-perkataan Yesus sendiri yang tercatat dalam Buku Harian Santa Faustina.

Hari berikutnya, sesudah komuni, aku mendengar suara yang berkata, “Putri-Ku, pandanglah lubuk Kerahiman-Ku dan pujilah serta muliakanlah Kerahiman-Ku ini. Lakukanlah begini: Himpunlah semua orang berdosa dari seluruh dunia dan benamkanlah mereka di dalam lubuk kerahiman-Ku. Aku akan memberikan diri-Ku sendiri kepada jiwa-jiwa itu; Aku mendambakan jiwa-jiwa itu, hai Putri-Ku. Pada hari pesta-Ku, Pesta Kerahiman, engkau harus menjelajah seluruh dunia dan membawa jiwa-jiwa yang layu ke mata air kerahiman-Ku. Aku akan menyembuhkan dan menguatkan mereka.” (Buku Harian Santa Faustina Nomor 206)

Sekali peristiwa, aku mendengar kata-kata ini, “Putri-Ku, katakan kepada dunia tentang Kerahiman-Ku yang tak terselami. Aku ingin agar Pesta Kerahiman ini menjadi tempat pengungsian dan pernaungan bagi semua jiwa, khususnya bagi para pendosa yang malang. Pada hari itu, terbukalah lubuk Kerahiman-Ku, dan Aku meluapkan seluruh samudra rahmat ke atas jiwa-jiwa yang menghampiri sumber kerahiman-Ku. Jiwa yang mengaku dosa dan menyambut komuni kudus akan menerima pengampunan penuh atas dosa-dosanya dan akan bebas dari hukuman. Pada hari itu, akan terbukalah semua pintu bendungan ilahi untuk mengalirkan rahmat. Janganlah ada jiwa yang takut menghampiri Aku meskipun dosa-dosanya laksana kain yang merah padam. Kerahiman-Ku begitu besar sehingga sampai kekal tidak ada otak manusia atau malaikat yang dapat menyelaminya. Segala sesuatu yang ada muncul dari pangkuan kerahiman-Ku yang paling mesra. Setiap jiwa yang menjalin hubungan dengan Aku akan merenungkan kasih dan kerahiman-Ku sepanjang segala masa. Pesta Kerahiman Ilahi berasal dari kedalaman kemesraan-Ku sendiri. Aku ingin supaya pesta itu dirayakan secara meriah pada hari Minggu pertama sesudah Paskah. Umat manusia tak mungkin merasa tenteram sebelum berpaling kepada sumber Kerahiman-Ku.” (Buku Harian Santa Faustina Nomor 699)

Yesus memandang aku dan berkata, "Jiwa-jiwa pada binasa meskipun sengsara-Ku amat pahit. Maka, kepada mereka, Aku memberikan harapan terakhir untuk selamat, yakni Pesta Kerahiman-Ku. Kalau mereka tidak mau memuliakan kerahiman-Ku, mereka akan binasa untuk selama-lamanya. Wahai juru tulis kerahiman-Ku, tulislah, katakanlah kepada jiwa-jiwa tentang kerahiman-Ku yang besar ini sebab hari yang mengerikan, yakni hari penghakiman-Ku, sudah dekat." (Buku Harian Santa Faustina Nomor 965)

Yesus menyuruh aku mendaras Koronka selama sembilan hari sebelum Pesta Kerahiman Ilahi. Doa ini harus dimulai pada hari Jumat Agung. “Berkat novena ini, Aku akan memberikan segala rahmat yang mungkin diberikan kepada jiwa-jiwa.” (Buku Harian Santa Faustina Nomor 796)

Yesus menyuruh aku melakukan novena menjelang pesta Kerahiman llahi; maka, hari ini aku memulai novena itu dengan ujud supaya seluruh dunia bertobat dan mengenal Kerahiman Ilahi "... sehingga setiap jiwa akan memuji kebaikan-Ku. Aku menginginkan kepercayaan dari segala ciptaan-Ku. Doronglah jiwa-jiwa untuk menaruh kepercayaan yang besar kepada kerahiman-Ku yang tak terbatas. Biarlah jiwa yang lemah, yang berdosa, tidak takut menghampiri Aku sebab kalaupun dosanya lebih banyak daripada butir pasir di seluruh bumi, semua itu akan tenggelam dalam lubuk kerahiman-Ku yang tak terhingga." (Buku Harian Santa Faustina Nomor 1059)

Tuhan itu sangat baik hati, penuh belas kasih, Maha Rahim.
Tuhan merindukan keselamatan seluruh umat manusia ciptaan-Nya.
Tuhan mendambakan jiwa-jiwa seluruh manusia untuk bisa selamat dan bersatu dengan-Nya di surga.
Tuhan menawarkan keselamatan melalui Yesus, Putra-Nya. Namun, karena free will (kehendak bebas) yang Tuhan anugerahkan kepada manusia maka manusia mempunyai kebebasan untuk memilih Tuhan atau tidak.
Tuhan tidak mau memaksa kalau manusia memilih untuk tidak memilih-Nya, tidak mau mengikuti-Nya.
Tuhan menghargai setiap pilihan yang diambil oleh manusia. Konsekuensinya adalah ada begitu banyak manusia yang jiwanya terancam binasa oleh karena kehendak bebasnya yang memilih untuk menolak Tuhan.

Tuhan sedih melihat begitu banyak jiwa yang binasa. Tuhan ingin menyelamatkan jiwa-jiwa sebanyak mungkin yang bisa diselamatkan. Itulah sebabnya Tuhan Yesus memberikan harapan terakhir untuk selamat, yakni Pesta Kerahiman Ilahi yang dirayakan pada hari Minggu pertama setelah Paskah.
Karena pada Pesta Kerahiman Ilahi:
- Tuhan Yesus memberikan diri-Nya sendiri kepada jiwa-jiwa yang dibawa ke hadapan-Nya.
- Tuhan Yesus akan menyembuhkan dan menguatkan jiwa-jiwa yang dibawa ke hadapan-Nya.
- Menjadi tempat pengungsian dan pernaungan bagi semua jiwa, khususnya bagi para pendosa yang malang.
- Terbukalah lubuk Kerahiman Tuhan Yesus, dan Tuhan Yesus meluapkan seluruh samudra rahmat ke atas jiwa-jiwa yang menghampiri sumber kerahiman-Nya.
- Akan terbukalah semua pintu bendungan ilahi untuk mengalirkan rahmat.

Yesus Sang Raja Kerahiman ingin memberikan begitu banyak rahmat, pengampunan, kekuatan, kesembuhan jiwa, perlindungan kepada seluruh jiwa pada Pesta Kerahiman Ilahi. Namun, Tuhan Yesus sangat tahu, akibat kehendak bebas yang manusia miliki maka akan ada banyak manusia yang memilih untuk tidak mau memanfaatkan dan menerima segala rahmat yang telah ditawarkan-Nya dan dicurahkan-Nya pada Pesta Kerahiman Ilahi.

Itulah sebabnya Yesus meminta umat, melalui Santa Faustina, untuk melakukan Novena Kerahiman Ilahi dengan membawa sembilan kelompok jiwa. Kesembilan kelompok jiwa ini secara garis besar mencakup seluruh umat manusia dan secara khusus merujuk kepada jiwa-jiwa tertentu supaya rahmat yang Tuhan Yesus akan berikan pun juga menjadi lebih khusus sesuai dengan yang kelompok jiwa tersebut butuhkan.

Melalui Novena Kerahiman Ilahi ini maka jiwa-jiwa yang mendoakan Novena Kerahiman Ilahi akan bisa membawa jiwa-jiwa lainnya ke hadapan Tuhan Yesus selama Novena Kerahiman Ilahi. Dalam doa, secara spiritual, jiwa umat bisa membawa jiwa orang yang umat doakan ke hadapan Tuhan. Itulah kuasa doa.

Itulah sebabnya Tuhan Yesus ingin memanfaatkan kuasa doa ini sehingga jiwa-jiwa yang mau menghampiri Kerahiman-Nya dan menerima segala rahmat yang dicurahkan-Nya pada Pesta Kerahiman Ilahi juga bisa membawa jiwa-jiwa lainnya yang tidak tahu Kerahiman-Nya, yang tidak mengenal Kerahiman-Nya ataupun yang tidak mau menerima segala rahmat yang dicurahkan-Nya pada Pesta Kerahiman Ilahi. Kerinduan Yesus untuk menjangkau seluruh jiwa umat manusia, mencurahkan segala rahmat-Nya melalui Pesta Kerahiman Ilahi demi keselamatan seluruh umat manusia, bisa tercapai melalui Novena Kerahiman Ilahi.

Selama Novena Kerahiman Ilahi, dalam doa, seluruh jiwa umat manusia dikumpulkan dan dibawa ke hadapan Tuhan Yesus sehingga saat Lubuk Kerahiman Tuhan Yesus terbuka lebar pada Pesta Kerahiman Ilahi, seluruh jiwa ini pun akan bisa menerima segala rahmat yang Tuhan Yesus ingin berikan demi keselamatan mereka semua.

Lihatlah, betapa baiknya Tuhan!
Betapa besar kasih Kerahiman Tuhan Yesus!
Alangkah baiknya apabila umat mau membantu Tuhan Yesus untuk memenuhi dambaan dan kerinduan-Nya untuk bisa menyelamatkan seluruh umat manusia melalui Pesta Kerahiman Ilahi dengan melakukan Novena Kerahiman Ilahi. Hari pertama Novena Kerahiman Ilahi dimulai pada Jumat Agung dan diakhiri pada hari Sabtu sebelum hari Minggu Pesta Kerahiman Ilahi.
Dalam doa Novena Kerahiman Ilahi, diharapkan umat membawa kelompok-kelompok jiwa seperti permintaan Tuhan Yesus ke hadapan Tuhan Yesus supaya mereka pun boleh beroleh segala rahmat Kerahiman Ilahi.

13 April 2022
Abba, have mercy
Lord Jesus, have mercy
Holy Spirit, have mercy
Holy Trinity, have mercy

HIS Little Servant
Yulianti Tay

Silahkan klik untuk membaca juga Pesta Kerahiman Ilahi dan Indulgensi Saat Pesta Kerahiman Ilahi.