Allah Bapa Berbicara Kepada Anak-Anak-Nya (Pengalaman Pribadi)
Mengapa harus ada berdoa Rosario sebagai ucapan syukur dalam Novena 54 Hari Rosario?
Berdoa Rosario Sebagai Kebiasaan Berdoa
Apa pun Yang Terjadi, Kamu Harus Tetap Selalu Berdoa
Mengapa harus ada berdoa Rosario sebagai ucapan syukur dalam Novena 54 Hari Rosario?
Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apa pun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. (Filipi 4:6)
SEJARAH NOVENA 54 HARI ROSARIO
Doa Novena 54 Hari Rosario adalah suatu devosi berdoa Rosario yang dilaksanakan selama 54 hari berturut-turut, 27 hari berdoa Rosario dengan intensi dan dilanjutkan dengan 27 hari berdoa Rosario sebagai ucapan syukur terlepas apakah intensinya terkabul atau tidak.
Novena 54 Hari Rosario berakar di Italia abad ke-19 dan terhubung dengan dua tokoh luar biasa: Beato Bartolo Longo (1) dan seorang gadis muda bernama Fortuna Agrelli.
Bartolo Longo adalah seorang Satanic priest (imam Setan) yang mengalami pertobatan radikal melalui doa, bimbingan seorang imam Dominikan, dan devosi kepada Rosario Suci. Selama lebih dari 50 tahun Bartolo Longo mendedikasikan dirinya untuk berdoa Rosario, menyebarkan devosi doa Rosario dan mengajarkan orang-orang untuk berdoa Rosario di Pompeii, Italia.
Pada tahun 1875, Bartolo Longo memperoleh sebuah lukisan Our Lady of the Rosary (Bunda Maria Rosario) dari sebuah biara di Naples yang menggambarkan Bunda Maria yang duduk di sebuah Tahta sambil menggendong Kanak-Kanak Yesus yang memberikan Rosario kepada Santo Dominikus dan Santa Katarina dari Siena. Bartolo Longo kemudian mengumpulkan dana untuk memulihkan lukisan tersebut agar dapat ditempatkan di gereja. Lukisan tersebut ditempatkan di Shrine of the Blessed Virgin of the Rosary of Pompei, sebuah Gereja Katedral di Pompeii, Italia, yang dibangun oleh Bartolo Longo.
Pada Juli 1879, Bartolo Longo menyusun Novena of Petition (Novena Permohonan) ketika dirinya sedang menderita demam tifoid. Setiap hari, meskipun sakit, ia akan pergi ke hadapan Gambar Bunda Maria Rosario untuk menyempurnakan doanya. Ketika kondisinya memburuk, ia memindahkan Gambar itu ke kamar tidurnya dan berdoa kepada Santa Katarina dari Siena untuk memohon perantaraan Santa Katarina dengan Bunda Maria. Ia disembuhkan secara ajaib, dan Novena yang ia tulis menjadi sarana yang ampuh untuk memperoleh rahmat-rahmat melalui perantaraan Bunda Maria.
Struktur doa secara spesifik Novena 54 Hari Rosario ini berawal pada tahun 1884 dengan kasus Fortuna Agrelli, seorang gadis muda dari Napoli yang menderita penyakit yang tak tersembuhkan. Ia dan keluarganya memulai Novena Rosario kepada Bunda Maria dari Pompeii untuk kesembuhannya. Bunda Maria menampakkan diri kepada Fortuna dengan penglihatan seperti Gambar Bunda Maria Rosario. Bunda Maria mengatakan kepada Fortuna bahwa barang siapa hendak memperoleh pertolongan-pertolongan dari Bunda Maria maka harus melakukan 3 Novena (27 hari) Rosario sebagai doa permohonan dan 3 Novena (27 hari) Rosario sebagai ucapan syukur. Dengan mengikuti instruksi ini secara tepat – 27 hari permohonan diikuti dengan 27 hari syukur – Fortuna pun sembuh total dari penyakitnya.
Paus Leo XIII secara resmi menyetujui Novena tersebut pada tanggal 29 November 1887 dan devosi tersebut sejak saat itu telah menyebar ke seluruh dunia, mendatangkan rahmat-rahmat yang tak terhitung jumlahnya dan doa-doa yang terjawab bagi umat beriman yang bertekun dalam doa yang penuh kuasa ini.
Sumber:
1) [Our Lady of the Rosary] Pompeii, Campania, Italy 1875 with Novena, https://www.catholictradition.org/Mary/pompeii.htm
2) The 54-Day Rosary Novena, https://holyrosaryprayers.com/54-day-novena
3) Let us begin the Miraculous 54 Day Rosary Novena to Our Lady of Pompeii, https://www.ourladyofgoodsuccess.com/blogs/news/let-us-begin-a-54-day-rosary-novena
4) The 54 day Novena to the Blessed Virgin of the Rosary of Pompeii, https://www.theholyrosary.org/54-day-rosary-novena/
PENGALAMAN REFLEKSI DIRI
Suatu hari saya berpikir dan bertanya-tanya dalam hati, mengapa harus ada 3 Novena Rosario yang berarti 27 hari Rosario sebagai ucapan syukur dalam Novena 54 Hari Rosario?
Apakah begitu pentingnya berdoa Rosario sebagai ucapan syukur sampai Bunda Maria harus memintanya sebagai ketentuan dalam Novena 54 Hari Rosario?
Setelah merenungkannya, saya mendapatkan pemahaman sebagai berikut:
Mayoritas manusia tidak tahu berterima kasih, sulit bersyukur. Bahkan dalam berdoa pun, manusia itu lebih bagaikan pengemis yang tidak tahu diri, tidak tahu berterima kasih. Pengemis yang hanya tahunya meminta, meminta dan meminta, tapi tidak berterima kasih walaupun permintaannya sudah dikabulkan. Dalam Injil pun ada kisah tentang 10 orang kusta yang disembuhkan oleh Yesus namun hanya 1 orang saja yang berbalik kembali mencari Yesus untuk berterima kasih karena telah disembuhkan penyakit kustanya. Lalu ke manakah 9 orang lainnya yang telah disembuhkan itu?
Dalam berdoa, mayoritas manusia umumnya hanya menuntut Tuhan untuk mengabulkan permintaannya sesuai kehendaknya, seakan-akan memang sudah kewajiban Tuhan untuk mengabulkan permintaannya tersebut. Kalaupun permintaannya dikabulkan Tuhan, manusia lupa berterima kasih, merasa tidak perlu berterima kasih karena merasa memang hal itu sudah hak mutlaknya untuk menerima perwujudan permintaannya, bahwa sudah kewajiban Tuhan untuk mengabulkannya. Namun, apabila Tuhan tidak mengabulkan permintaannya lalu sang manusia menganggap bahwa Tuhan itu tidak ada, Tuhan tidak mendengarkan doanya, Tuhan tidak perduli, Tuhan itu kejam, bahkan sang manusia pun meninggalkan Tuhan.
Padahal ada banyak ayat di Alkitab yang mengatakan untuk selalu bersyukur, bersyukur dalam segala sesuatu, berdoa dengan bersyukur. Yang artinya Tuhan menghendaki manusia untuk bisa bersyukur, tidak hanya saat dalam keadaan damai sejahtera, berkecukupan atau kaya materi, sehat, bahagia saja, tapi juga untuk tetap bisa bersyukur walaupun dalam keadaan susah, menderita, miskin, sakit, saat terkena musibah, saat sedang berduka, saat sedang mengalami banyak masalah.
Tuhan menganggap penting untuk mengajarkan manusia agar selalu ingat berterima kasih, bersyukur. Bahkan dalam keadaan sulit pun bersyukur, selalu ada hal yang harusnya bisa membuat manusia tetap bersyukur kepada-Nya. Walaupun merasa susah hati karena doanya tidak dikabulkan, namun tetap percaya kepada-Nya dan bersyukur kepada-Nya. Itulah kehendak Tuhan terhadap manusia. Selalu bersyukur dalam segala sesuatu. Berdoa dengan bersyukur (1 Tesalonika 5:16-18).
Itulah sebabnya Bunda Maria kembali mengingatkan umat untuk tetap selalu bersyukur dalam berdoa. Dalam Novena 54 Hari Rosario, Bunda Maria hendak mengingatkan umat, bahwa sebanyak umat berdoa meminta dalam intensi doa, maka sebanyak itu pula umat harus bersyukur dalam doa. Berdoa selama 27 hari dengan intensi dan berdoa selama 27 hari sebagai ucapan syukur, terlepas dari apakah doa dikabulkan atau tidak.
PENGAJARAN DARI ORANG KUDUS
Aku pergi ke hadapan Sakramen Mahakudus; dan ketika aku tenggelam dalam doa syukur, aku mendengar suara ini dalam jiwaku, “Anak-Ku, engkau adalah kesukaan-Ku, engkau adalah penghibur Hati-Ku. Aku memberikan kepadamu rahmat sebanyak yang dapat engkau rengkuh…” (Buku Harian Santa Faustina Nomor 164)
Aku membenamkan diri dalam doa syukur yang khusyuk. Oh, betapa besarnya kemurahan Allah! Terpujilah Tuhan, yang setia kepada janji-janji-Nya… (Buku Harian Santa Faustina Nomor 1300)
Percakapan Allah yang Maharahim dengan Jiwa yang Sempurna
Jiwa: Tuhanku dan Guruku, aku ingin berbicara dengan Engkau.
Yesus: Berbicaralah, Anak-Ku terkasih, sebab Aku selalu mendengarkan. Aku menantikan engkau. Apa yang ingin engkau bicarakan?
Jiwa: Tuhan, pertama-tama perkenankanlah aku menumpahkan isi hatiku pada kaki-Mu dalam ucapan syukur yang harum atas begitu banyak berkat yang Kau limpahkan atasku; kalaupun aku mau, aku tidak akan mampu menghitungnya. Aku hanya ingat bahwa dalam hidupku ini tidak sedetik pun aku tidak mengalami perlindungan dan kebaikan-Mu.
Yesus : Kata-katamu menyenangkan Hati-Ku, dan ucapan syukurmu membuka harta rahmat yang baru bagimu…
(Buku Harian Santa Faustina Nomor 1489)
Santa Faustina senantiasa melambungkan doa syukur kepada Tuhan. Santa Faustina sungguh menyadari akan kasih kebaikan Tuhan terhadap dirinya sehingga Santa Faustina selalu mampu bersyukur bahkan dalam keadaan sulit maupun penderitaan akibat sakit, dihina, direndahkan, diejek, dsb. Dari catatan Buku Harian-nya terlihat jelas betapa Tuhan pun sangat menghargai dan menyukai doa-doa syukur Santa Faustina. Bahkan Tuhan melimpahkan lebih banyak rahmat-Nya sebagai balasan atas ucapan syukur Santa Faustina.
Semoga melalui kebiasaan berdoa Novena 54 Hari Rosario dan teladan Santa Faustina bisa membuat umat menjadi mempunyai kebiasaan untuk selalu bersyukur dalam berdoa.
Umat berdoa bukan sebagai pengemis yang tidak tahu berterima kasih.
Umat berdoa bukan hanya untuk meminta, meminta dan meminta saja, tapi juga berdoa untuk bersyukur, berterima kasih kepada Tuhan.
Tuhan melimpahkan banyak rahmat bagi umat yang senantiasa bersyukur.
Bersukacitalah senantiasa. Tetaplah berdoa. Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu. (1 Tesalonika 5:16-18)
Ucaplah syukur senantiasa atas segala sesuatu dalam nama Tuhan kita Yesus Kristus kepada Allah dan Bapa kita. (Efesus 5:20)
Abba, have mercy
Lord Jesus, have mercy
Holy Spirit, have mercy
Holy Trinity, have mercy
28 Oktober 2023
HIS Little Servant
Yulianti Tay
Keterangan:
(1) Jasad Bartolo Longo yang tidak membusuk diletakkan di dalam makam kaca di Shrine of the Blessed Virgin of the Rosary of Pompei di Italia. Pada tanggal 26 Oktober 1980, Paus Yohanes Paulus II membeatifikasi Bartolo Longo dan menyatakan Bartolo Longo sebagai Apostle of the Rosary (Rasul Rosario). Pada tanggal 19 Oktober 2025, Paus Leo XIV mengkanonisasi Bartolo Longo menjadi Santo.
Klik Doa Novena 54 Hari Rosario untuk membaca lebih lanjut tentang Novena 54 Hari Rosario.

