Allah Bapa Berbicara Kepada Anak-Anak-Nya (Pengalaman Pribadi)
Mengapa harus ada berdoa Rosario sebagai ucapan syukur dalam Novena 54 Hari Rosario?
Berdoa Rosario Sebagai Kebiasaan Berdoa
Lagu: Tuhan Gembalaku
Tuhan adalah gembalaku, takkan kekurangan aku. (Mazmur 23:1)
Sabtu, 9 April 2022, saat tidur malam saya bermimpi sebagai berikut:
Di jalanan, sambil berjalan saya bernyanyi terus menerus seperti ini:
Ya Tuhan, Engkaulah Gembalaku
Dimuliakanlah Nama-Mu
Ya Tuhan, Engkaulah Gembalaku
Terpujilah Engkau selamanya
Saya juga dengan lantang berseru kepada orang-orang di jalanan:
“Bertobat! Yesus sudah mau datang! Carilah pendeta atau pastor, mintalah dibaptis! Yesus hanya menebus umat milik-Nya. Hanya yang sudah dibaptis yang menjadi milik-Nya.”
Saya terus menerus bernyanyi dan berseru lantang menyuruh orang-orang untuk bertobat dan dibaptis. Ada orang-orang yang mendengar saya menyanyi, ikutan menyanyi juga. Ada banyak orang yang mendengar seruan saya untuk bertobat dan minta dibaptis, segera menanggapi dengan berlari mencari pendeta atau pastor untuk minta dibaptis. Tapi ada juga banyak orang yang hanya menertawakan seruan saya atau tersenyum-senyum saja melihat saya.
Walau ada banyak orang yang melihat saya dengan pandangan mengejek dan menertawakan, saya tidak gentar. Saya tetap terus berseru menyuruh orang-orang untuk bertobat dan dibaptis. Sambil bernyanyi sambil berseru menyuruh orang bertobat dan dibaptis.
Kemudian saya terbangun. Saat saya terbangun dari mimpi, hari sudah pagi. Saya masih bisa mengingat dengan jelas mimpi tersebut. Padahal biasanya saya tidak bisa mengingat mimpi. Tapi mimpi yang ini sangat membekas dalam jiwa saya. Saya ingat dengan lirik lagu yang saya nyanyikan dalam mimpi dan bagaimana menyanyikannya. Bahkan ada dorongan dalam diri saya yang menyuruh saya untuk membagikan kisah mimpi saya tersebut, terutama membagikan lagu yang saya nyanyikan dalam mimpi.
Karena saya khawatir saya bisa jadi lupa dengan lirik lagu yang saya nyanyikan dalam mimpi maka kemudian saya langsung mengambil telepon genggam saya untuk merekam lagu yang saya nyanyikan. Pada hari itu juga saya segera membagikan kisah mimpi saya beserta lagu tersebut kepada beberapa kawan saya dan Komunitas-komunitas Katolik di mana saya bergabung dalam whatsapp group.
Seorang kawan saya yang mendengarkan lagu yang saya kirimkan kepadanya lalu bercerita bahwa saat itu hatinya sedang galau. Ketika dia mendengarkan lagu tersebut, dia merasa ada sesuatu yang terlepas dari dalam dirinya dan hatinya pun terasa ringan.
Hampir sebulan kemudian setelah saya membagikan lagu itu, seorang kawan yang lain mengatakan kepada saya bahwa lagu itu masih terus berkumandang di dalam hatinya. Saat itu hatinya sedang tidak tenang akibat permasalahan dalam keluarganya. Namun, lagu tersebut bisa menenangkan hatinya sehingga tidak larut resah dalam pikiran akan permasalahan tersebut.
Kisah dari kedua kawan saya tersebut meyakinkan saya bahwa lagu tersebut bisa membawa berkat bagi umat. Lagu itu adalah sebuah lagu sederhana yang Tuhan berikan kepada umat melalui mimpi saya. Lagu itu tidak hanya sebagai lagu pujian terhadap Tuhan Yesus tapi juga untuk memberi kekuatan kepada jiwa umat.
Semoga lagu ini bisa menjadi berkat bagi banyak orang.
Ya Tuhan, Engkaulah Gembalaku
Dimuliakanlah Nama-Mu
Ya Tuhan, Engkaulah Gembalaku
Terpujilah Engkau selamanya
Akulah gembala yang baik dan Aku mengenal domba-domba-Ku dan domba-domba-Ku mengenal Aku sama seperti Bapa mengenal Aku dan Aku mengenal Bapa, dan Aku memberikan nyawa-Ku bagi domba-domba-Ku. (Yohanes 10:14-15)
Ketika Yesus mendarat, Ia melihat sejumlah besar orang banyak, maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka seperti domba yang tidak mempunyai gembala. Lalu mulailah Ia mengajarkan banyak hal kepada mereka. (Markus 6:34)
Abba, have mercy
Lord Jesus, have mercy
Holy Spirit, have mercy
Holy Trinity, have mercy
26 Juni 2022
HIS Little Servant
Yulianti Tay

