CAHAYA IMAN KATOLIK

Kebenaran Iman: Allah Tritunggal Dalam Hidupku

Kebenaran Iman: Allah Tritunggal Dalam Hidupku
Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus (Matius 28:19)


Ajaran tentang Allah Tritunggal bisa umat simak dalam (KHK) Katekismus Gereja Katolik. Tulisan di bawah ini lebih merupakan pengalaman pribadi saya.

Sebagai umat Kristiani sering mendengar tentang sebuah misteri iman tentang Allah Tritunggal. Tri artinya tiga dan tunggal artinya satu. Jadi secara harafiah, Tritunggal artinya tiga tapi satu. Dengan demikian, Allah Tritunggal berarti Tiga Pribadi Allah tapi Satu Allah.

Sangat sulit bagi nalar umat untuk memahami hal ini.
Bagaimana mungkin, Tiga Pribadi Allah tapi Satu Allah?
Jadi sebetulnya Allah ada tiga atau satu?

Tentu saja pikiran umat yang amat sangat terbatas ini tidak akan mampu memahami kemuliaan Allah yang begitu besar. Pikiran umat ibarat sebutir pasir di dalam luasnya angkasa raya. Oleh karena itulah untuk memahami Allah dibutuhkan iman terlebih dahulu baru kemudian didukung oleh nalar.
Segala sesuatu tentang Allah adalah iman yang harus diyakini kebenarannya.

Dalam iman, umat yakini bahwa Allah Tritunggal itu adalah Allah Bapa, Allah Putra (yaitu Yesus Kristus) dan Allah Roh Kudus. Walaupun saya tidak memahami hal ini, tapi oleh karena ketaatan akan iman, sejak usia muda, dalam berdoa saya selalu awali dengan sapaan kepada Allah Bapa, Allah Putra dan Allah Roh Kudus. Contoh: saat berdoa malam, saya awali doa dengan mengucapkan, "Selamat malam Bapa, selamat malam Yesus, selamat malam Roh Kudus." Lalu doa pun selalu saya akhiri dengan mengucapkan, "Terima kasih Bapa, terima kasih Yesus, terima kasih Roh Kudus."

Hanya setelah saya sungguh bertobat dan menerima karunia Roh Kudus dan rahmat-rahmat-Nya, misteri iman ini menjadi kebenaran iman bagi saya. Jiwa saya sungguh merasakan kehadiran masing-masing Pribadi Allah Bapa, Allah Putra dan Allah Roh Kudus. Tiga Pribadi Allah yang berbeda tapi tetap merupakan kesatuan Allah.

ALLAH BAPA

Allah Bapa adalah Alfa (Yang Awal) dan Omega (Yang Akhir). Dia sudah ada sejak dari awal mula dan akan tetap terus ada selamanya. Dari Dia segala sesuatunya berasal dan kepada Dia segala sesuatunya akan kembali.

Allah Bapa adalah Allah yang pencemburu. Dia tidak suka umat ciptaan-Nya menyembah allah-allah lain selain-Nya. Itulah sebabnya dalam kitab-kitab Perjanjian Lama, Allah Bapa sering murka karena Dia merasa dikhianati, diduakan dan dilupakan.
Hanya Dia satu-satunya Allah yang bisa memberikan keselamatan. Hanya Dia satu-satunya Allah Yang Maha Kuasa. Jadi sudah patut dan selayaknya umat puji dan sembah.

Tapi oleh karena kepicikan manusia, pikiran yang dangkal, manusia tidak bisa membayangkan sosok Allah Bapa yang layak disembah. Walau dikatakan bahwa manusia diciptakan menurut gambaran Allah, tetap saja manusia tidak bisa membayangkan sosok riil Allah Bapa. Akibatnya manusia mencari sosok riil allah lain yang bisa dibayangkan seperti sosok hewan, orang lain yang dianggap suci atau sosok berhala lainnya untuk disembah (iblis ada peran juga dalam hal ini, memberikan figur berhala kepada manusia untuk disembah supaya manusia tidak menyembah Allah).

Allah Bapa memahami hal ini bahwa manusia membutuhkan sosok riil yang bisa dibayangkan untuk disembah. Jadi Allah Bapa merencanakan untuk mengirim Yesus, Sabda-Nya yang menjadi manusia, untuk dilahirkan di bumi, memberikan gambaran sosok riil Allah supaya manusia kembali menyembah Allah. Jadi Yesus adalah bagaikan jembatan penghubung, sebagai mediator antara manusia dan Allah Bapa.

Dalam kitab Perjanjian Lama, Allah Bapa kerap datang ke bumi, untuk berbicara dengan nabi-nabi-Nya seperti Abraham, Musa, dan lain lain. Bahkan Allah Bapa sendiri yang turun tangan memimpin bangsa Israel keluar dari Mesir. Dalam kitab Perjanjian Baru, setelah Yesus dilahirkan, Allah Bapa tidak datang lagi ke bumi karena semuanya sudah melalui Yesus Kristus.

ALLAH PUTRA (YESUS KRISTUS)

Yesus adalah Sabda Allah yang menjadi manusia. Oleh karena Sabda maka Yesus berasal dari Allah dan Ia adalah Allah. Sosok Yesus yang bisa dilihat dan dipegang semasa hidup-Nya di bumi, bisa membuat manusia untuk mudah membayangkan sosok Allah. Jadilah Yesus sebagai sosok Tuhan Yesus Kristus, mediator antara manusia dengan Allah Bapa sehingga manusia bisa kembali dekat kepada Allah Bapa.

Nama Yesus adalah Nama yang paling berkuasa di bumi maupun di Surga. Dalam Nama Yesus, Allah Bapa memberikan segala kuasa, baik di bumi maupun di Surga sehingga segala makhluk bertekuk lutut.

Sebagai mediator, Yesus selalu berhubungan dengan manusia-manusia di bumi, melakukan apa yang dikehendaki oleh Yesus Sendiri maupun untuk melaksanakan apa yang diperintahkan atau dikehendaki oleh Allah Bapa.

Yesus yang pernah menjalani kehidupan di bumi sebagai manusia, sungguh manusia dengan segala kelemahannya, kecuali tanpa dosa asal, membuat Yesus sungguh memahami segala kelemahan manusia. Sehingga Yesus adalah mediator yang sangat baik dan tepat, menjadi pembela dan penyelamat bagi manusia di hadapan Allah Bapa.

ALLAH ROH KUDUS

Sering dibahasakan bahwa Allah Roh Kudus berasal dari Cinta Bapa dan Putra, atau relasi Bapa dan Putra. Roh Kudus sudah ada sejak masa Perjanjian Lama karena Roh Kudus adalah sumber segala karunia yang dibutuhkan oleh umat Allah sejak Perjanjian Lama. Roh Kudus yang membimbing dan mengajar umat-Nya untuk berjalan di jalan-Nya yang benar menuju keselamatan kekal. Saya merasakan Roh Kudus adalah Roh yang lemah lembut.

Demikianlah kebenaran iman Allah Tritunggal, Tiga Pribadi Allah yang berbeda namun merupakan kesatuan Allah yang saya hidupi.

Lalu, kepada siapakah umat harus berdoa? Jangan bingung dan khawatir.
Kalau umat merasa lebih mengenal Allah Bapa, tujukanlah doa-doa umat kepada Bapa.
Kalau umat merasa lebih akrab dengan Yesus, tujukanlah doa-doa umat kepada Yesus.
Saat umat hendak memohon karunia dan bimbingan-Nya, tujukanlah doa-doa umat kepada Roh Kudus.

Tetap bingung dan tidak tahu? Tidak perlu khawatir. Sapa dan tujukan doa-doa umat kepada Tuhan saja. Karena Allah yang umat sembah, Bapa, Putra dan Roh Kudus, ada dalam kesatuan.

Pada pagi hari, sesudah komuni kudus, jiwaku dibenamkan dalam Allah. Aku berpadu dengan ketiga Pribadi Ilahi sedemikian rupa sehingga ketika aku bersatu dengan Yesus, aku serentak bersatu dengan Bapa dan Roh Kudus. (Buku Harian Santa Faustina Nomor 1073)

Sesudah dibaptis, Yesus segera keluar dari air dan pada waktu itu juga langit terbuka dan Ia melihat Roh Allah seperti burung merpati turun ke atas-Nya, lalu terdengarlah suara dari sorga yang mengatakan: “Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan.” (Matius 3:16-17)

yaitu orang-orang yang dipilih, sesuai dengan rencana Allah, Bapa kita, dan yang dikuduskan oleh Roh, supaya taat kepada Yesus Kristus dan menerima percikan darah-Nya. (1 Petrus 1:2)

Abba, have mercy
Lord Jesus, have mercy
Holy Spirit, have mercy
Holy Trinity, have mercy

14 Desember 2019
HIS Little Servant
Yulianti Tay