Allah Bapa Berbicara Kepada Anak-Anak-Nya (Pengalaman Pribadi)
Mengapa harus ada berdoa Rosario sebagai ucapan syukur dalam Novena 54 Hari Rosario?
Berdoa Rosario Sebagai Kebiasaan Berdoa
Apa pun Yang Terjadi, Kamu Harus Tetap Selalu Berdoa
Kebenaran Iman: Allah Tritunggal Dalam Hidupku
Indulgensi Saat Pesta Kerahiman Ilahi
Kembali seorang kawan meminta saya untuk menjelaskan mengenai indulgensi penuh yang dapat diperoleh pada saat Pesta Kerahiman Ilahi, yaitu Pesta yang dirayakan oleh Gereja Katolik pada hari Minggu pertama setelah Minggu Paskah. Pesta Kerahiman Ilahi ini adalah sesuai permintaan Tuhan Yesus melalui Santa Faustina yang dicatat dalam Buku Harian Santa Faustina.
Ketika aku menyampaikan hal ini kepada bapak pengakuanku, aku mendapat jawaban ini, "Hal itu dimaksudkan untuk jiwamu." Ia berkata kepadaku, "Jelasnya, lukislah gambar Allah di dalam jiwamu." Ketika aku keluar dari kamar pengakuan, sekali lagi aku mendengar suara seperti ini, "Gambar-Ku sudah ada di dalam jiwamu. Aku merindukan adanya Pesta Kerahiman. Aku menghendaki agar gambar yang akan engkau lukis dengan kuas itu diberkati secara meriah pada hari Minggu pertama sesudah Paskah; Hari Minggu itu harus menjadi Pesta Kerahiman." (Buku Harian Santa Faustina Nomor 49)
Hari Minggu Paskah kedua ditetapkan sebagai hari Perayaan Kerahiman Ilahi untuk seluruh Gereja, oleh St. Paus Yohanes Paulus II, pada tanggal 30 April 2000. Bersamaan dengan itu, Paus menyatakan Sr. Maria Faustina sebagai seorang Santa atau salah satu orang kudus dalam Gereja Katolik. Dalam dekrit tanggal 23 Mei 2000, Kongregasi Penyembahan Ilahi di Vatikan menyatakan, “… di seluruh dunia, Minggu kedua Paskah akan dinamai Minggu Kerahiman Ilahi, sebuah undangan yang terus menerus kepada dunia keKristenan untuk menghadapi pelbagai kesulitan dan pencobaan yang dialami umat manusia… dengan keyakinan akan kebaikan ilahi.” Keputusan Paus ini menunjukkan persetujuan tertinggi yang diberikan oleh Gereja terhadap wahyu pribadi yang diterima oleh St. Maria Faustina di sekitar tahun 1937. Dalam wahyu tersebut, di beberapa kesempatan, Tuhan Yesus meminta agar diadakan perayaan khusus untuk Kerahiman Ilahi-Nya, yaitu pada hari Minggu setelah Minggu Paskah.
Sumber: Berlindung Dalam Kerahiman Ilahi, https://katolisitas.org/berlindung-dalam-kerahiman-ilahi/
APAKAH INDULGENSI ITU?
Ajaran mengenai indulgensi [penghapusan siksa dosa] dan penggunaannya di dalam Gereja terkait erat sekali dengan daya guna Sakramen Pengakuan.
Apakah Itu Indulgensi?
"Indulgensi adalah penghapusan siksa-siksa temporal di depan Allah untuk dosa-dosa yang sudah diampuni. Warga beriman Kristen yang benar-benar siap menerimanya, di bawah persyaratan yang ditetapkan dengan jelas, memperolehnya dengan bantuan Gereja, yang sebagai pelayan penebusan membagi-bagikan dan memperuntukkan kekayaan pemulihan Kristus dan para kudus secara otoritatif".
"Ada indulgensi sebagian atau seluruhnya, bergantung dari apakah ia membebaskan dari siksa dosa temporal itu untuk sebagian atau seluruhnya." Indulgensi dapat diperuntukkan bagi orang hidup dan orang mati (Paulus VI, Konst. Ap. "Indulgentiarum doctrina" normae 1-3). (Katekismus Gereja Katolik Nomor 1471)
Indulgensi adalah salah satu khazanah Gereja Katolik yang sangat berharga namun tidak banyak dimengerti oleh umat Katolik sehingga tidak dimanfaatkan dengan baik. Oleh karena dibutuhkan penjelasan yang tidak singkat, maka saya tidak akan menulis mengenai indulgensi di sini secara detail.
Katolisitas ada banyak memberikan penjelasan yang baik mengenai indulgensi. Beberapa di antaranya yang bisa untuk dibaca dan dipelajari adalah sebagai berikut:
1) Indulgensi, Harta Kekayaan Gereja, https://katolisitas.org/indulgensi-harta-kekayaan-gereja/
2) Apa Perbedaan Antara Penitensi Dan Indulgensi?, https://katolisitas.org/apa-perbedaan-antara-penitensi-dan-indulgensi/
3) Bagaimana Agar Memperoleh Indulgensi?, https://katolisitas.org/bagaimana-agar-memperoleh-indulgensi/
4) Apakah Syarat Untuk Menerima Indulgensi Penuh, Apakah Sia-Sia Jika Ada Syarat Yang Tak Terpenuhi?, https://katolisitas.org/apakah-syarat-untuk-menerima-indulgensi-penuh-apakah-sia-sia-jika-ada-syarat-yang-tak-terpenuhi/
MENGAPA ADA INDULGENSI PENUH DALAM PESTA KERAHIMAN ILAHI?
Untuk bisa memahami hal ini dengan baik maka diperlukan pengenalan yang baik akan Allah Yang Maha Rahim. Sadarilah dan ketahuilah, betapa baiknya Allah yang umat sembah dan puja itu. Selalu dan selalu, dari awal penciptaan, hingga sekarang dan sampai selamanya, yang Allah inginkan dan rindukan itu adalah keselamatan umat manusia supaya umat manusia bisa hidup bahagia bersatu dengan-Nya dalam keabadian.
Alkitab, dari Perjanjian Lama hingga Perjanjian Baru, adalah kumpulan kisah kasih Allah terhadap umat manusia. Namun, sering kali umat gagal melihat belas kasih Allah Sang Maha Rahim karena umat kurang mengenal Allah, pikiran dan hati umat kurang terbuka untuk mau mengenal Allah secara terbuka apa adanya Allah. Umat hanya mau mengenal Allah sebagaimana umat mau mengenal-Nya dengan konsep-konsep yang ada dalam pikiran dan nalar umat. Padahal Allah ingin umat mengenal-Nya sebagaimana sesungguhnya Allah, Allah Yang Maha Kuasa, Allah yang penuh misteri yang tidak bisa dipahami oleh otak dan nalar manusia. Hanya karena Kerahiman-Nya yang tak terhingga terhadap umat manusia maka Allah telah melakukan begitu banyak karya yang luar biasa yang tidak bisa umat pahami. Dan terkadang umat menolak untuk mengakui dan menerima karya-karya Allah ini hanya karena umat tidak bisa memahaminya, tidak bisa menjelaskannya secara nalar dan tidak sesuai dengan konsep pemahaman yang ada dalam otak umat.
Awal penciptaan manusia, Adam dan Hawa, Allah maksudkan untuk manusia ini bisa hidup bergaul dengan Allah dengan bebas di Taman Eden. Berelasi secara intim dengan Allah. Namun, ketika manusia pertama ini jatuh dalam dosa sehingga harus terusir dari Taman Eden maka relasi dengan Allah yang awalnya adalah intim kemudian menjadi rusak.
Dosa merusak relasi manusia dengan Allah.
Dosa membuat manusia terpisah dari Allah.
Bukan Allah meninggalkan manusia karena manusia berdosa, tapi manusia tidak bisa dekat dan bergaul dengan Allah Yang Kudus karena dosa membuat manusia menjadi tidak kudus. Diperlukan kekudusan supaya bisa tinggal dekat dengan Allah Yang Kudus.
Allah yang sangat sedih karena kehilangan manusia, mahluk ciptaan-Nya yang dikasihi-Nya secara spesial melebihi mahluk-mahluk ciptaan-Nya yang lain, berusaha untuk membuat manusia supaya bisa kembali berelasi dan bersatu dengan-Nya. Itulah sebabnya Allah mengutus Putra Tunggal-Nya, Yesus, dengan misi untuk memperbaiki relasi yang rusak ini dan membawa umat manusia kembali kepada-Nya.
Akibat dari dosa adalah kematian, kebinasaan kekal. Itulah sebabnya Yesus harus mati menumpahkan Darah-Nya di kayu salib. Sengsara Yesus yang pedih yang dimulai dari Taman Getsemani hingga diakhiri dengan kematian-Nya secara menyedihkan di kayu salib adalah harga yang harus dibayar demi menebus umat manusia yang berdosa supaya bisa kembali bersatu dengan Allah. Yesus menggantikan kematian umat akibat dosa dengan kematian-Nya di kayu salib sehingga umat tidak menjadi binasa dan boleh beroleh hidup yang kekal.
Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia. (Yohanes 3:16-17)
Namun, ternyata sengsara Yesus yang pedih ini tidak diterima oleh semua umat manusia. Masih banyak manusia yang tidak mengenal Yesus, yang menolak untuk mempercayai Yesus, menolak untuk menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat. Sehingga masih ada begitu banyak manusia yang binasa dan terancam binasa.
Yesus memandang aku dan berkata, "Jiwa-jiwa pada binasa meskipun sengsara-Ku amat pahit. Maka, kepada mereka, Aku memberikan harapan terakhir untuk selamat, yakni Pesta Kerahiman-Ku. Kalau mereka tidak mau memuliakan kerahiman-Ku, mereka akan binasa untuk selama-lamanya. Wahai juru tulis kerahiman-Ku, tulislah, katakanlah kepada jiwa-jiwa tentang kerahiman-Ku yang besar ini sebab hari yang mengerikan, yakni hari penghakiman-Ku, sudah dekat." (Buku Harian Santa Faustina Nomor 965)
Rahmat keselamatan yang ingin diberikan oleh Tuhan Yesus melalui Pesta Kerahiman Ilahi ini adalah bukti Kerahiman-Nya yang tak henti-hentinya Tuhan Yesus curahkan demi menyelamatkan umat manusia sebanyak mungkin yang bisa diselamatkan dari kebinasaan kekal. Allah yang adalah Kasih, tidak bisa mengingkari Hati-Nya yang merupakan sumber belas kasih itu sendiri, sehingga Allah selalu dan selalu mengupayakan cara dan sarana bagi manusia supaya beroleh keselamatan.
Itulah sebabnya Tuhan Yesus pun memberikan sarana keselamatan dengan pengampunan penuh atas dosa-dosa dan akan bebas dari hukuman bagi jiwa yang mengaku dosa (Sakramen Rekonsiliasi/Tobat) dan menyambut Komuni Kudus (Sakramen Ekaristi) pada Pesta Kerahiman Ilahi.
Mengaku dosa yang dimaksudkan oleh Tuhan Yesus adalah dengan mengakukan dosa di hadapan imam, menerima Sakramen Pengakuan/Rekonsiliasi/Tobat.
Sekali peristiwa, aku mendengar kata-kata ini, “Putri-Ku, katakan kepada dunia tentang Kerahiman-Ku yang tak terselami. Aku ingin agar Pesta Kerahiman ini menjadi tempat pengungsian dan pernaungan bagi semua jiwa, khususnya bagi para pendosa yang malang. Pada hari itu, terbukalah lubuk Kerahiman-Ku, dan Aku meluapkan seluruh samudra rahmat ke atas jiwa-jiwa yang menghampiri sumber kerahiman-Ku. Jiwa yang mengaku dosa dan menyambut komuni kudus akan menerima pengampunan penuh atas dosa-dosanya dan akan bebas dari hukuman. Pada hari itu, akan terbukalah semua pintu bendungan ilahi untuk mengalirkan rahmat. Janganlah ada jiwa yang takut menghampiri Aku meskipun dosa-dosanya laksana kain yang merah padam. Kerahiman-Ku begitu besar sehingga sampai kekal tidak ada otak manusia atau malaikat yang dapat menyelaminya. Segala sesuatu yang ada muncul dari pangkuan kerahiman-Ku yang paling mesra. Setiap jiwa yang menjalin hubungan dengan Aku akan merenungkan kasih dan kerahiman-Ku sepanjang segala masa. Pesta Kerahiman Ilahi berasal dari kedalaman kemesraan-Ku sendiri. Aku ingin supaya pesta itu dirayakan secara meriah pada hari Minggu pertama sesudah Paskah. Umat manusia tak mungkin merasa tenteram sebelum berpaling kepada sumber Kerahiman-Ku.” (Buku Harian Santa Faustina Nomor 699)
PERSYARATAN UNTUK MEMPEROLEH INDULGENSI PENUH
Persyaratan yang harus umat lakukan untuk umat memperoleh indulgensi penuh pada saat Pesta Kerahiman Ilahi adalah sebagai berikut:
1) Menerima Komuni Kudus pada hari Minggu Pesta Kerahiman Ilahi.
2) Menerima Sakramen Tobat beberapa hari sebelum atau sesudah hari Minggu Pesta Kerahiman Ilahi.
3) Mendoakan intensi Paus dengan mendaraskan satu kali doa Bapa Kami, satu kali doa Salam Maria atau doa-doa lainnya yang didoakan dengan penuh kesalehan.
4) Tidak terikat pada suatu dosa sekecil apa pun, sekalipun hanya satu dosa ringan.
Mengenai persyaratan keempat, yaitu tidak terikat pada suatu dosa sekecil apa pun, ini bisa dicapai dengan melakukan Sakramen Tobat dan menghadiri Perayaan Ekaristi. Dalam Perayaan Ekaristi ada doa Tobat yang biasanya didaraskan pada awal Perayaan Ekaristi. Doa Tobat dalam Perayaan Ekaristi ini adalah doa untuk memohon pengampunan Tuhan atas dosa-dosa ringan. Dengan melakukan Sakramen Tobat maka dosa-dosa berat diampuni dan dengan mendaraskan doa Tobat dalam Perayaan Ekaristi maka dosa-dosa ringan diampuni. Pastor Chris Alar mengatakan dengan demikian maka dapat dikatakan bahwa seorang umat berada dalam keadaan tidak terikat pada suatu dosa sekecil apa pun pada saat menghadiri Perayaan Ekaristi tersebut apabila telah menerima Sakramen Tobat dan mendaraskan doa Tobat dalam Perayaan Ekaristi.
Untuk mengetahui penjelasan lebih lanjut tentang persyaratan yang harus dilakukan oleh umat untuk memperoleh indulgensi saat Pesta Kerahiman Ilahi, bisa dibaca di:
1) Berlindung Dalam Kerahiman Ilahi, https://katolisitas.org/berlindung-dalam-kerahiman-ilahi/
2) Rahmat Istimewa di Minggu Kerahiman, https://katolisitas.org/rahmat-istimewa-di-minggu-kerahiman/
3) Minggu Kerahiman Ilahi 2023: Inilah Cara Mendapatkan Indulgensi Penuh, https://penakatolik.com/2023/04/16/minggu-kerahiman-ilahi-2023-inilah-cara-mendapatkan-indulgensi-penuh/
Yesus mengatakan kepada Santa Faustina:
... "Aku mau memberikan pengampunan penuh kepada jiwa-jiwa yang pada Pesta Kerahiman llahi pergi ke pengakuan dosa dan menyambut komuni kudus.”... (Buku Harian Santa Faustina Nomor 1109)
Simaklah perkataan Yesus tersebut di atas.
Yesus mau memberikan pengampunan penuh.
Lihat, betapa baiknya Tuhan Yesus!
Begitu besar kasih kerahiman-Nya sehingga sampai kekal pun tidak ada otak manusia atau malaikat yang dapat memahaminya.
Kalau Tuhan Yesus sudah menentukan dengan cara yang telah ditentukan-Nya bagi umat untuk memperoleh pengampunan penuh pada saat Pesta Kerahiman Ilahi, lalu mengapa umat masih meragukannya?
Mengapa umat masih mencoba memahaminya dengan otak umat yang sangat terbatas ini, apakah sungguh ini adalah cara Tuhan, apakah sungguh ada indulgensi penuh melalui Gereja Katolik?
Tuhan itu adalah Tuhan Yang Maha Kuasa. Manusia hanyalah salah satu mahluk ciptaan-Nya saja. Bagaimana Tuhan mau berkarya dalam memberikan rahmat-Nya demi keselamatan manusia, umat sebagai manusia hanya bisa menerimanya saja, umat tidak bisa membantah apa yang sudah Tuhan tentukan.
Tuhan ingin memberikan rahmat-Nya sesuai dengan cara dan sarana yang sudah ditentukan-Nya, sekarang tinggal umat yang harus memilih dan memutuskan, apakah umat mau menanggapi-Nya dan menerima rahmat yang ingin diberikan-Nya itu?
Jangan sia-siakan rahmat besar Tuhan dalam Pesta Kerahiman Ilahi ini.
Rayakan Pesta Kerahiman Ilahi ini dengan mengaku dosa (Sakramen Tobat) dan menerima Komuni Kudus seperti yang Tuhan Yesus inginkan disertai dengan mendoakan intensi Paus dan menjaga kehidupan batin yang bebas dari keterikatan dosa.
Abba, have mercy
Lord Jesus, have mercy
Holy Spirit, have mercy
Holy Trinity, have mercy
23 April 2022
HIS Little Servant
Yulianti Tay
Silahkan klik untuk membaca juga tulisan tentang Pesta Kerahiman Ilahi.

