CAHAYA IMAN KATOLIK

Hidup Baru Dalam Roh Kudus

HIDUP BARU DALAM ROH KUDUS

Yaitu bahwa kamu, berhubung dengan kehidupan kamu yang dahulu, harus menanggalkan manusia lama, yang menemui kebinasaannya oleh nafsunya yang menyesatkan, supaya kamu dibaharui di dalam roh dan pikiranmu, dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya. (Efesus 4:22-24)


Sejak saya memutuskan untuk bertobat, kemampuan untuk menyanyi dengan nada dan syair sekeluarnya dari kepala dan hati, telah kembali lagi. Suatu hari, saya bernyanyi dalam hati sambil berjalan menuju ke sekolah putra sulung saya. Tiba-tiba saya merasakan ada suatu kehadiran Ilahi turun dari atas datang mendekati saya. Seperti ada sesuatu yang menghalangi, kehadiran Ilahi itu tidak dapat masuk ke dalam diri saya dan kemudian pergi, kembali naik ke atas. Lalu saya sadar bahwa saya masih berdosa berat, tubuh ini tidak layak untuk menerima Roh Kudus. Secara batin, saya mengetahui bahwa Tuhan menghendaki agar saya meminta maaf di hadapan-Nya langsung, mengaku dosa di hadapan imam dan menerima baptisan Roh Kudus.

Dulu saya berpikir bahwa dosa itu hanyalah urusan antara saya dengan Tuhan saja, jadi tidak perlu mengaku dosa di hadapan imam. Karena konsep pikiran seperti ini maka hampir dua dekade saya tidak mengaku dosa di hadapan imam. Tapi ternyata Tuhan justru menyuruh saya untuk mengaku dosa di hadapan imam sebagai tanda pertobatan saya.

Ternyata dalam ajaran Gereja Katolik dipercayai bahwa imam itu berperan sebagai in persona Christi (Latin) atau in the person of Christ yang artinya imam bertindak dalam diri Manusia Kristus. Jadi saat umat mengaku dosa di hadapan imam maka Yesus Kristus sendirilah yang mengampuni dan memberikan pengampunan itu melalui sang imam.

Ada satu hal yang tidak saya mengerti. Baptisan Roh Kudus.
Bagaimana caranya?
Apa yang harus saya lakukan?
Tidak ada orang yang bisa saya tanyai. Bagai orang buta yang sedang mencari jalan terang, saya hanya bisa berdoa, "Bapa, Engkau yang menghendaki aku bertobat dengan cara-Mu itu, bimbinglah aku, tunjukkan jalan agar kehendak-Mu terjadi atas diriku."

Suatu hari, saya melihat sebuah iklan acara Persekutuan Doa Galilea yang hendak mengadakan perjalanan tamasya sehari ke Batam. Entah kenapa, ada hasrat kuat dalam diri saya untuk mengikuti acara tersebut. Saya berpikir, biarlah sesekali saya beristirahat, hendak pijat tubuh yang sudah lama penat dan sejenak bebas dari mengurus anak-anak yang selalu membuat emosi. Saya lalu mendaftar acara itu sebulan sebelumnya walaupun saat itu saya tidak yakin apakah saya bisa pergi atau tidak. Hal ini disebabkan oleh ketidakpastian apakah suami saya bisa mendapatkan cuti kerja dari kantornya supaya dia bisa tinggal di rumah untuk mengurus anak-anak kami selama saya pergi tamasya.

Sekitar dua minggu setelah saya mendaftar acara tamasya tersebut, panitia lalu mengeluarkan jadwal acara tamasya. Saya melihat ada acara berkunjung ke rumah retret untuk menghadiri misa yang akan dipimpin oleh salah seorang imam di sana. Saat itu seketika saya berpikir, ada misa berarti ada Sakramen Maha Kudus dan saya bisa mengaku dosa di hadapan imam sekaligus minta ampun di hadapan-Nya langsung sesuai dengan kehendak-Nya.
Kemudian saya menghubungi salah seorang panitia untuk meminta bantuannya agar bisa mengatur kesempatan bagi saya untuk mengaku dosa di hadapan sang imam di sana. Panitia yang mengerti permintaan saya, dengan berbaik hati mengurus agar saya bisa mengaku dosa di hadapan salah satu imam di sana.

Rabu, 21 Agustus 2019, Batam

Setelah acara di rumah retret selesai dan rombongan bersiap-siap untuk melanjutkan perjalanan ke Mega Mall, tiba-tiba Lulu, teman saya, yang juga kebetulan ikut dalam acara tamasya tersebut, berkata bahwa dia hendak menemani saya dan ikut menunggu di rumah retret sampai saya selesai mengaku dosa. Imam kemudian mengajak saya masuk ke dalam sebuah kapel kecil. Di sana ada sebuah meja altar, Salib besar di dinding dan Tabernakel. Imam kemudian membuka Tabernakel dan memperlihatkan Sakramen Maha Kudus yang ada di dalam Tabernakel.

Di dalam kapel itulah saya bersujud menyembah Yesus dan meminta ampun kepada Allah Bapa, Allah Putra dan Allah Roh Kudus karena saya telah mengkhianati-Nya dengan berpartisipasi dalam ritual okultisme, percaya kepada medium dan menggunakan jimat-jimat. Di hadapan-Nya, saya pun berjanji untuk menerima hanya Yesus sebagai satu-satunya Tuhan dan Juru Selamat saya.

Setelah bersujud minta ampun di hadapan Sakramen Maha Kudus, kemudian saya mengaku dosa di hadapan sang imam. Saat imam meminta saya untuk mengucapkan doa tobat, saya terpana dan dengan malu berkata, “Romo, saya lupa.” Akhirnya sang imam dengan berbaik hati memimpin saya untuk mengucapkan doa tobat. Selanjutnya imam mendoakan pencurahan Roh Kudus untuk saya dengan menumpangkan kedua tangannya di atas kepala saya. Saya merasakan badan saya bergetar dan lidah bergerak pelan saat didoakan itu.

Setelah selesai mengaku dosa, saya kemudian menemui Lulu di ruang tunggu. Lulu berkata bahwa supir jemputan yang telah diatur oleh panitia sudah datang dan sudah lama menunggu. Karena sang supir tidak bisa menghubungi ponsel saya yang saya matikan selama di dalam kapel, sang supir hampir pergi meninggalkan saya. Bersyukur bahwa sang supir kemudian bertemu dengan Lulu dan akhirnya mengetahui kalau saya masih berada di dalam kapel. Bisa dibayangkan, kalau Lulu tidak menunggu untuk menemani saya, maka saya bisa ditinggalkan oleh supir dan ketinggalan ferry untuk balik ke Singapura.

Begitulah Allah TriTunggal yang umat sembah. Kasih-Nya sungguh luar biasa. Sekali Dia bekerja, karya perlindungan-Nya sungguh total sempurna! Tidak hanya saya bisa bertobat minta ampun sesuai kehendak-Nya, pulang ke Singapura dengan tepat waktu, tapi juga saya mendapatkan pembimbing rohani agar saya tidak ragu-ragu lagi saat Dia berbicara kepada saya.

Kamis, 22 Agustus 2019, Di Rumah

Saat doa pagi, saya menyadari bahwa saya telah menerima karunia Roh Kudus. Saya bisa merasakan kehadiran-Nya di dalam diri saya. Bahkan sepanjang hari saya merasa terheran-heran dan takjub. Tidak sekalipun saya marah-marah terhadap anak-anak! Padahal biasanya setiap hari entah berapa kali saya bisa marah, terutama saat anak-anak makan, tidur dan pergi sekolah.
Sebetulnya juga banyak kejadian yang biasanya bisa membuat saya langsung menjadi emosi meledak-ledak dan bicara dengan nada tinggi. Tapi mulai Kamis itu, saya bisa tetap kalem, sabar dan bicara dengan lembut. Seperti bukan diri saya yang biasanya.

Saya pun menyadari, inilah kuasa Roh Kudus. Saya jadi teringat hari-hari saat saya mengeluh kepada Tuhan, "Oh Bapa, apa Engkau tidak bosan melihat aku tiap hari jatuh dalam dosa yang itu-itu saja? Aku saja bosan, Bapa. Aku tidak bisa berubah, tidak sanggup berubah. Aku mau menyerah. Aku tidak bisa berubah sendiri. Biarlah Engkau yang remukkan hati yang penuh amarah ini dan bentuk kembali menjadi hati yang sesuai dengan kehendak-Mu. Jadikan diriku seperti yang Engkau kehendaki."

Kini, dengan kuasa Roh Kudus, sungguh telah diubahkan oleh-Nya diri saya ini. Bagai mengalami hidup baru, diri yang lama telah mati diremukkan dan digantikan dengan diri yang baru. Hidup baru dalam Roh Kudus. Betapa besar kuasa-Nya!
Dengan hidup baru ini, saya pun menerima tugas dan pekerjaan baru dari-Nya. Berdoa dan menulis.
Mendoakan jiwa-jiwa untuk dipersembahkan ke dalam kerahiman-Nya.
Menuliskan pengajaran dan pengetahuan-pengetahuan yang diberikan oleh-Nya untuk dibagikan kepada sesama sebagai penguatan iman.

Abba, have mercy
Lord Jesus, have mercy
Holy Spirit, have mercy
Holy Trinity, have mercy

27 Agustus 2019
HIS Little Servant
Yulianti Tay