Allah Bapa Berbicara Kepada Anak-Anak-Nya (Pengalaman Pribadi)
Mengapa harus ada berdoa Rosario sebagai ucapan syukur dalam Novena 54 Hari Rosario?
Berdoa Rosario Sebagai Kebiasaan Berdoa
Berdoa Rosario Sebagai Kebiasaan Berdoa
Mereka semua bertekun dengan sehati dalam doa bersama-sama, dengan beberapa perempuan serta Maria, ibu Yesus, dan dengan saudara-saudara Yesus. (Kisah Para Rasul 1:14)
BULAN OKTOBER, BULAN ROSARIO
Bulan Oktober ditetapkan oleh Gereja Katolik sebagai “Bulan Rosario” karena pada bulan ini Gereja merayakan advokasi Maria “Bunda Rosario” pada tanggal 7 Oktober.
Pesta Bunda Rosario, juga dirayakan sebagai Bunda Kemenangan, ditetapkan oleh Paus Santo Pius V pada tahun 1571 untuk merayakan kemenangan ajaib pasukan Kristen dalam Pertempuran Lepanto pada tanggal 7 Oktober tahun itu. Sebelum pertempuran yang menentukan itu, Santo Pius V telah meminta semua umat Kristen Barat untuk berdoa Rosario; oleh karena itu ia mengaitkan kemenangan tersebut dengan kekuatan doa Maria, bukan kekuatan kapal dan meriam.
Sumber: diterjemahkan dari Our Lady of Victory and why October is the month of the Rosary, https://www.catholicnewsagency.com/news/249212/our-lady-of-victory-and-why-october-is-the-month-of-the-rosary
Selama bulan Oktober, umat Katolik berdoa Rosario setiap hari sebagai tradisi untuk menghormati Bunda Maria. Umat Katolik tidak menyembah Bunda Maria namun umat Katolik mengasihi dan menghormati Bunda Maria sebagaimana Tuhan Yesus mengasihi dan menghormati Bunda-Nya tersebut.
Doa Rosario bukanlah doa kepada Bunda Maria, walaupun dalam doa Rosario terdapat 53 doa Salam Maria. Doa Rosario bukan doa penyembahan kepada Bunda Maria. Doa Rosario merupakan suatu doa meditasi yang berpusat kepada Yesus Kristus dengan merenungkan beberapa peristiwa kisah Yesus Kristus mulai dari inkarnasi hingga wafat dan bangkit lalu naik ke surga.
Umat berdoa bersama Bunda Maria, menyatukan doa umat dengan doa Bunda Maria dalam doa Rosario untuk dipersembahkan kepada Tuhan. Bunda Maria adalah pendoa ulung. Doa yang disatukan dengan doa Bunda Maria akan jauh lebih berkenan di hadirat Tuhan.
Sudah menjadi rahasia umum bahwa doa Rosario adalah doa yang sangat berkuasa. Banyak kesaksian, yang tercatat maupun tidak tercatat, akan kuasa doa Rosario. Salah satunya adalah sebagaimana yang terjadi pada sejarah Pertempuran Lepanto di mana secara logika, dengan jumlah kapal perang yang jauh lebih sedikit dan sangat terbatas, tidak akan mungkin memperoleh kemenangan melawan kekuatan armada musuh yang jauh lebih besar. Namun, dengan melalui doa Rosario yang didoakan oleh para umat Kristiani Eropa sesuai permintaan Paus Santo Pius V, maka kemenangan yang semula mustahil untuk diperoleh ternyata berhasil diperoleh secara ajaib. Armada musuh yang jauh lebih besar tersebut berhasil dipukul mundur dan peperangan pun dimenangkan dengan gemilang. Itulah sebabnya Santo Pius V mengaitkan kemenangan tersebut sebagai hasil dari kekuatan doa Rosario, bukan kekuatan kapal dan meriam.
MENGAPA DOA ROSARIO MEMPUNYAI KUASA DOA YANG BESAR?
Karena :
1) Doa Rosario memenuhi kebajikan beragama.
Santo Agustinus berkata bahwa kalau tidak berdoa maka tidak akan selamat. Santo Thomas Aquinas berkata bahwa berdoa adalah aksi dari virtue of religion (kebajikan beragama), sedangkan kebajikan beragama merupakan bagian dari kebajikan keadilan terhadap Tuhan. Menurut para ahli teologi, kewajiban berdoa adalah minimum 15 menit setiap hari untuk memenuhi tuntutan keadilan terhadap Tuhan. Doa Rosario membutuhkan waktu sekitar 20 menit. Jadi dengan berdoa Rosario maka umat telah memenuhi kebajikan beragama dan tuntutan keadilan terhadap Tuhan.
2) Doa Rosario adalah doa sederhana dengan doa-doa inti Gereja Katolik yaitu Syahadat Para Rasul, Bapa Kami, Salam Maria dan Kemuliaan.
3) Doa Rosario merupakan doa meditasi, gabungan doa vokal dan doa batin.
Doa vokal dalam bentuk rumusan doa yang didaraskan, yaitu Syahadat Para Rasul, Bapa Kami, Salam Maria, Kemuliaan. Doa batin dalam bentuk renungan-renungan dalam Peristiwa Rosario. Santa Teresa Avila mengatakan bahwa tanpa doa batin maka umat tidak akan bisa mengalami kesatuan dengan Tuhan. Dengan doa batin dalam doa Rosario maka umat bisa mengalami kemajuan rohani dan kesatuan dengan Tuhan.
4) Doa Rosario adalah doa bersama Bunda Maria.
Bunda Maria adalah pendoa ulung. Dari seluruh doa umat manusia, para orang kudus maupun malaikat, hanya doa Bunda Maria-lah doa yang paling berkenan di Hati Tuhan. Bunda Maria juga membawa umat yang berdoa Rosario kepada Putranya, Yesus Kristus, dengan merenungkan kisah-kisah Putranya dalam Peristiwa-peristiwa Rosario.
5) Doa Rosario adalah pedang spiritual.
Kisah kesaksian Uskup Oliver Dashe Doeme di Nigeria di mana Tuhan Yesus menampakkan diri-Nya ketika Uskup Oliver sedang berdoa Rosario di hadapan Sakramen Maha Kudus untuk meminta pertolongan Tuhan atas serangan teroris Boko Haram di wilayahnya yang telah menculik dan membunuh banyak warganya. Tuhan Yesus menyerahkan sebilah pedang kepada Uskup Oliver sambil berkata sebanyak tiga kali, ”Boko Haram musnah,”.
Ketika pedang tersebut berada di tangan Uskup Oliver, dengan seketika pedang tersebut berubah menjadi seuntai rosario. Uskup Oliver pun paham bahwa untuk mengalahkan Boko Haram haruslah dengan doa Rosario. Sang Uskup pun mulai memimpin umat Katolik di wilayahnya untuk terus berdoa Rosario hingga Boko Haram pun musnah di wilayahnya. Secara ajaib, para teroris Boko Haram menyerahkan diri kepada aparat dan gadis-gadis yang telah diculik dikembalikan dengan selamat.
Seperti perkataan Pastor Donald Calloway bahwa untuk menebas seekor naga maka dibutuhkan sebilah pedang. Dengan demikian, umat menggunakan doa Rosario sebagai pedang spiritual untuk melawan godaan dan serangan si iblis, sang naga tua, dalam kehidupan umat.
Walaupun doa Rosario sudah dikenal sebagai doa yang berkuasa namun masih banyak umat Katolik yang tidak berdoa Rosario setiap hari. Memang tidak mudah untuk menjadikan doa Rosario sebagai kebiasaan berdoa setiap hari. Doa meditasi yang membutuhkan waktu sekitar 20 menit dirasakan sebagai doa yang sulit dilakukan setiap hari dengan berbagai alasan yang ada. Sungguh dibutuhkan tekad yang kuat dan disiplin untuk bisa menjadikan doa Rosario sebagai kebiasaan berdoa setiap hari.
Menurut penelitian, dibutuhkan waktu minimum 6 bulan untuk menjadikan sesuatu sebagai kebiasaan. Artinya, apabila sesuatu hal dilakukan terus menerus setiap hari selama minimum 6 bulan, maka otak akan menerjemahkannya sebagai sesuatu hal yang ‘wajib’ dilakukan oleh tubuh, menjadi suatu rutinitas tubuh. Itulah habit (kebiasaan). Jadi apabila ingin menjadikan doa Rosario sebagai suatu kebiasaan maka mulailah dengan berdoa Rosario setiap hari selama minimum 6 bulan. Saat berdoa Rosario sudah menjadi habit (kebiasaan) maka akan bisa muncul rasa seperti tidak ‘enak’ apabila tidak berdoa Rosario, rasa seperti ada sesuatu yang kurang apabila belum berdoa Rosario, sulit tidur kalau belum berdoa Rosario.
Doa. Kegiatan doa meliputi: satu jam meditasi, misa kudus dengan komuni kudus, doa, dua kali pemeriksaan batin, ibadat harian (ofisi), rosario, bacaan rohani, satu jam doa pada malam hari. (Buku Harian Santa Faustina Nomor 547)
3 Oktober 1936. Dalam doa rosario hari ini, tiba-tiba aku melihat sebuah sibori dengan Sakramen Mahakudus. Sibori itu tidak ditutup dan sangat penuh dengan Hosti. Dari sibori itu muncul suatu suara, “Inilah Hosti-hosti yang sudah disambut oleh jiwa-jiwa yang bertobat berkat doa dan penderitaanmu.” (Buku Harian Santa Faustina Nomor 709)
Dari catatan Buku Harian-nya, terlihat bahwa Santa Faustina mempunyai kebiasaan berdoa Rosario setiap hari. Suatu kebiasaan berdoa yang sangat baik dan bermanfaat bagi kemajuan rohani. Mengingat besarnya kuasa dalam doa Rosario maka sudah sepatutnya setiap umat menjadikan doa Rosario sebagai kebiasaan berdoa setiap hari seperti Santa Faustina. Tidak hanya berdoa Rosario selama bulan Oktober saja, namun setiap hari sepanjang masa.
Abba, have mercy
Lord Jesus, have mercy
Holy Spirit, have mercy
Holy Trinity, have mercy
8 Oktober 2023
HIS Little Servant
Yulianti Tay

