CAHAYA IMAN KATOLIK

Apa pun Yang Terjadi, Kamu Harus Tetap Selalu Berdoa

Apa pun Yang Terjadi, Kamu Harus Tetap Selalu Berdoa

Yesus mengatakan suatu perumpamaan kepada mereka untuk menegaskan, bahwa mereka harus selalu berdoa dengan tidak jemu-jemu. (Lukas 18:1)

Yesus membuatku memahami betapa suatu jiwa harus setia berdoa meskipun mengalami siksaan, kegersangan, dan pencobaan-pencobaan (Buku Harian Santa Faustina Nomor 872)


Berdoa. Kesannya mudah. Namun ternyata sulit dilakukan.
Dibutuhkan kesetiaan untuk tetap dan terus berdoa dalam segala situasi.
Berapa banyak umat yang jadi merasa enggan berdoa saat umat merasa:
- lelah
- marah
- sibuk
- stress
- hampa
- berselisih paham
- bertengkar
- dan banyak lagi yang lainnya

Belum lagi ada 1001 alasan yang sepertinya memperbolehkan umat untuk tidak berdoa sejenak karena situasi yang sedang dihadapi saat itu.
"Tidak apa-apalah saya tidak berdoa dulu sekarang. Nanti saja saya berdoanya."
Lalu saat berikutnya sesuai waktu yang direncanakan untuk berdoa, ternyata badan terasa letih. Lalu umat pun bergumam, "Ah, ngantuk, capek. Besok sajalah doanya."
Begitu seterusnya.
Sekali umat mengabaikan dorongan hati untuk berdoa, maka untuk berikutnya akan lebih sulit lagi bagi umat untuk berusaha berdoa. Hingga akhirnya kehidupan berdoa pun sudah dilupakan dan ditinggalkan.

Setelah bertobat dan hidup baru dalam Roh Kudus, saya menerima tugas dari Yesus untuk berdoa dan menulis.
Suatu hari, saya yang kurang bisa bersabar dengan anak-anak, menjadi marah dan emosi dengan anak-anak saya. Hati saya terasa tidak begitu nyaman oleh karena rasa amarah yang melanda saat itu.

Yesus menginginkan saya untuk selalu berdoa, mendoakan orang-orang yang saya lihat di jalanan, di mana saja. Namun, oleh karena rasa hati yang tidak nyaman akibat amarah, saya merasa tidak sanggup, tidak pantas, tidak bisa berdoa saat itu. Lalu saya pun berkata kepada Yesus, "Yesus, hatiku seperti ini, penuh emosi, mana mungkin aku bisa berdoa dengan baik? Apalagi mendoakan orang-orang lain seperti yang Engkau suruh."

Selesai saya membatin seperti itu, lalu muncul suara dalam pikiran saya yang berkata, "Apa pun yang terjadi, kamu harus tetap selalu berdoa!"
Saya terdiam mendengar perkataan ini. Saya mengerti.
Perintah Yesus sudah sangat jelas.

Walaupun saya sedang marah, saya tetap harus berdoa.
Walaupun saya sedang bosan berdoa, saya tetap harus berdoa.
Walaupun saya sedang malas berdoa, saya tetap harus berdoa.
Saya harus tetap berdoa, apa pun yang terjadi, bagaimanapun situasi yang saya alami. Dan saya tidak berani melanggar perintah ini.

Seperti Yesus telah membuat Santa Faustina memahami bahwa setiap jiwa harus setia berdoa dan sesuai perintah Yesus kepada saya, "Apa pun yang terjadi, kamu harus tetap selalu berdoa!", maka marilah para umat untuk selalu bertekun dan setia dalam berdoa.

Tindakan iman, harapan, dan kasih, yang dituntut perintah pertama, disempurnakan di dalam doa. Kita menyembah Allah, kalau kita mengangkat roh dalam doa pujian dan doa syukur, doa syafaat dan doa permohonan kita. Doa adalah satu prasyarat yang mutlak perlu untuk menghayati perintah-perintah Allah. Orang harus "selalu berdoa dengan tidak jemu-jemu" (Lukas 18:1). (Katekismus Gereja Katolik Nomor 2098)

Doa – Dengan doa, jiwa mempersenjatai diri untuk menghadapi segala macam pertempuran. Dalam keadaan apapun jiwa berada, ia harus berdoa. Jiwa yang murni dan elok harus berdoa; kalau tidak, ia akan kehilangan keelokannya; jiwa yang gigih mengupayakan kemurnian harus berdoa; kalau tidak, ia tidak pernah akan mencapainya; jiwa yang baru bertobat harus berdoa; kalau tidak, ia akan jatuh lagi ke dalam dosa; jiwa yang berdosa, yang tenggelam dalam dosa, harus berdoa supaya dapat bangkit lagi. Tidak ada jiwa yang tidak harus berdoa karena melalui doa setiap rahmat turun kepada jiwa. (Buku Harian St Faustina Nomor 146)

Bertekunlah dalam doa dan dalam pada itu berjaga-jagalah sambil mengucap syukur. (Kolose 4:2)

Tetaplah berdoa. Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu. (1 Tesalonika 5:17-18)

Abba, have mercy
Lord Jesus, have mercy
Holy Spirit, have mercy
Holy Trinity, have mercy

12 Desember 2021
HIS Little Servant
Yulianti Tay